Cinta Untuk Sheila

Cinta Untuk Sheila
Mandul


__ADS_3

Ternyata diam-diam Mayang telah menyaksikan kejadian pagi tadi, Mayang yang kesal terhadap sikap Reihan, mulai melampiaskan kekesalannya saat makan malam sedang berlangsung, bukan tanpa alasan Mayang kesal karena Reihan telah kembali mesra dengan Sheila dan mencampakkan Ajeng begitu saja.


"Shel kapan kamu kasih cucu ke Mami?" ucap Mayang memulai percakapan di tengah-tengah makan malam mereka.


"Sheila dan Mas Reihan juga sedang berusaha Mi," jawab Sheila.


"Tapi kapan Shel? anak-anak teman mami yang nikahnya belakangan saja sudah pada melahirkan dan hamil semua," ucap Mayang lagi mencoba memperkeruh suasana.


"Iya benar kata Mami, Kania juga ingin cepat mengendong keponakan," timpal Kania yang membuat ucapan-ucapan Mayang menjadi lebih sempurna.


"Benar kata-kata Sheila Mi, kami sedang berusaha," ucap Reihan mencoba untuk menangkan suasana.


"Jangan-jangan istri kamu itu sebenarnya mandul," ucap Mayang dengan jahatnya sambil menatap kearah Sheila.


"Cukup Mi!" ucap Reihan marah sambil membanting sendok yang sedang di pegangnya.


Melihat tingkah Reihan itu membuat Mayang sangatlah terkejut, karena untuk pertama kali Reihan marah kepadanya. tentu hal itu membuat Mayang kesal karena Reihan lebih membela istrinya, tanpa dia menyadari ucapan itu memang patut untuk ditentang.


Sheila tidak bisa menyembunyikan kesedihannya serta menahan air matanya, ketika mengikuti suaminya masuk ke dalam kamar setelah kejadian di meja makan tadi.

__ADS_1


"Maafkan ucapan Mami ya? kamu jangan berkecil hati," ucap Reihan sambil memeluk Sheila.


"Bagaimana Mas, jika yang dikatakan Mami itu memang benar?" ucap Sheila sambil menangis sesenggukan terngiang-ngiang ucapan dari mertuanya yang mengatai bahwa dirinya mandul.


"Besok kita pergi ke dokter kandungan, kita akan cek semua di sana," sahut Reihan yang langsung di setujui oleh Sheila.


...****************...


Setelah beberapa hari melakukan serangkaian tes bersama dengan Reihan, dengan tubuh bergetar Sheila mendatangi rumah sakit untuk mengambil hasil tes tanpa di dampingi oleh Reihan, karena ada kesibukan di kantor yang tidak bisa Reihan tinggalkan.


Dengan kekhawatiran yang menyelimuti dirinya setelah selesai melakukan pendaftaran di loket rumah sakit, Sheila berjalan perlahan menuju ke ruang poli klinik Obgyn di ujung koridor.


Sheila bisa tersenyum dan bernafas lega setelah mendengarkan penjelasan dari dokter yang menyatakan bahwa dirinya subur setelah melakukan serangkaian tes.


Namun senyumnya itu seketika memudar ketika mendengar dokter membacakan hasil pemeriksaan milik suaminya.


"Ternyata Mas Reihan lah yang bermasalah selama ini, bagaimana caraku mengatakan semua ini? pasti dia akan sangat terpukul," batin Sheila sedih ketika melangkah keluar dari poli klinik setelah selesai bertemu dengan dokter.


Dengan tubuh yang masih gemetaran Sheila telah sampai di rumah, ternyata Reihan telah sampai terlebih dahulu di rumah sore itu.

__ADS_1


"Shel aku telepon kamu berkali-kali kenapa nggak kamu angkat? aku kan jadi bingung mau jemput kamu," protes Reihan yang sedang duduk di ruang makan bersama Mayang dan Kania.


"Maaf Mas," ucap Sheila singkat dengan mengigit bibir bawahnya menahan gemetar, karena dia merasa bingung dengan apa yang akan dia katakan kepada Reihan.


"Bagaimana Hasil pemeriksaannya? bolehkah aku melihat hasilnya?" ucap Reihan sambil mengulurkan tangganya menagih surat keterangan dari rumah sakit.


"Maaf Mas suratnya ilang," jawab Sheila sambil menunduk karena dia telah berbohong dengan keberadaan surat yang telah dia sembunyikan.


"Ilang? jangan bilang ini hanya alasan kamu untuk menyembunyikan fakta bahwa kamu beneran mandul," ucap Mayang dengan tatapan penuh menyelidik ke arah Sheila.


"Mi..." protes Reihan yang tak ingin Mayang berkata seperti itu kepada Sheila.


"Yang dikatakan Mami benar Mas, aku yang mandul," ucap Sheila kembali berbohong yang membuat semua orang di ruang makan itu tercengang hingga tidak ada obrolan untuk beberapa saat, karena mereka sibuk dengan pikiran mereka Masing-masing.


"Reihan, permisi ke kamar mandi dulu," ucap Reihan yang terlihat tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah mendengar ucapan dari Sheila.


"Aku tau Mas kamu sedang kecewa dengan aku, tapi lebih baik memang seperti ini, aku tak akan pernah meninggalkanmu Mas dengan kekurangan yang kamu miliki," batin Sheila sambil menatap Suaminya yang sedang berlalu.


Sedangkan yang berada di benak Mayang setelah mengetahui bahwa Sheila mandul, dia malah ingin semakin menjodohkan Reihan dan Ajeng, apalagi dia mengetahui bahwa Ajeng masih sangat mengharapkan Reihan.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2