Cinta Untuk Sheila

Cinta Untuk Sheila
Terungkap


__ADS_3

"Bunda Rima," ucap Sheila ketika keluar dari ruang perawatan sambil mengingat kenangannya dua puluh tahun silam.


"Kamu Sheila?" ucap wanita itu kemudian yang ternyata mampu mengenali gadis kecil di masa lalunya.


"Iya, aku Sheila," ucap Sheila tersenyum sambil berpelukan dengan ibu dari Ragil kecil yang selalu dia rindukan.


Rima yang menitipkan Ragil kecil kepada Ayah dan ibunya di kampung tempat kelahirannya, sering sekali datang mengunjungi putra kecilnya hingga membuatnya mengenal dan akrab dengan Sheila kecil saat itu.


"Bun, Kak Ragil dimana sekarang? dia seperti apa sekarang?" ucap Sheila sangat antusias membuatnya sedikit melupakan kesedihannya karena selingkuhannya yang sedang terbaring di rumah sakit.


"Bunda baru saja datang dari luar negri Shel, karena Ragil mengalami kecelakaan," jelas Rima dengan sedih.


"Kebetulan ada di rumah sakit yang sama, jadi aku bisa membesuknya," batin Sheila yang belum menyadari bahwa Ragil dari masa kecilnya dan Ragil selingkuhnya adalah orang yang sama.


"Di ruangan mana Kak Ragil di rawat Bun? Sheila ingin menjenguknya, sudah sangat lama Sheila tidak melihatnya."


"Bunda belum ketemu ruangannya Shel, kamu bantuin bunda cari ya?" sambung Rima.

__ADS_1


Namun betapa kagetnya Sheila ketika Rima mengucapkan nomor lengkap dengan dimana bangsal tempat teman kecilnya itu di rawat, yang tenyata sama dengan tempat Selingkuhannya menjalani perawatan.


"Ini tidak mungkin, kenapa selama ini dia menyembunyikan semuanya dari ku?" batin Sheila sangat terkejut setelah mengetahui fakta yang sebenarnya.


"Shel, bunda temui Ragil dulu," ucap Rima kemudian setelah dia juga dibuat terkejut mendengar sedikit cerita dari Sheila, bahwa yang sedang di tunggu Shella ternyata adalah Ragil putranya.


"Rasanya tidak mungkin untukku membahas semua ini denganmu, mengingat kondisimu seperti ini sekarang," batin Sheila yang masih kaget.


"Aku telah menemukanmu Kak, bahkan aku mengandung benih darimu," batin Sheila kembali sambil mengingat bayangan Ragil kecil yang mengatakan akan menjadi pengantinnya kelak.


...****************...


"Aku mengandung cucumu Bun," batin Sheila sedih karena tak mungkin baginya mengungkapkan semuanya sekarang.


"Laki-laki yang menjadi suamimu sekarang pastilah sangat beruntung mendapatkan Istri baik dan cantik sepertimu," ucap Rima kembali dengan gurat kekecewaan di wajahnya.


"Sheila tak menyangka Bun, jika Ragil yang selama ini Sheila kenal adalah Ragil dari masa lalu Sheila, tapi kenapa saat semuanya terungkap dia malah melupakan semuanya?" ucap Sheila yang tak mampu lagi menahan tangisnya.

__ADS_1


"Ada apa ini sebenarnya? Sheila terlihat begitu sangat terpukul," batin Rima yang mengurungkan pertanyaannya dan lebih memilih membatinnya.


"Shel, kita sama Nak. Bunda juga sangat sedih, apalagi dia belum bisa menerima bunda sebagai ibunya," ucap Rima mencoba menenangkan Sheila.


"Ternyata kakak malah enak-enakan disini," ucap Kania yang terlihat jengkel menghampiri Sheila dan Rima.


Kania yang baru saja bangun tidur langsung mencari-cari keberadaan Sheila sampai ke kantin rumah sakit, tanpa mengetahui bahwa Sheila sedang bersama dengan ibunya Ragil.


"Kakak ini niat mau bantuin jagain Kak Ragil atau malah mau ngerumpi, tau begitu tadi kakak nggak usah kesini," ucap Kania ketus, kembali ke sifat aslinya sebelum Sheila di nyatakan hamil.


"Maaf Kan, kakak sedang mencari sarapan," jawab Sheila.


"Mendingan setelah ini, kakak pulang aja! biar mami yang kesini," ucap Kania sambil berlalu kembali ke ruang tunggu.


"Apa hubungannya wanita itu dengan putraku?" batin Rima penasaran sekaligus keheranan melihat sikap tidak sopan Kania.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2