Cinta Untuk Sheila

Cinta Untuk Sheila
Hamil


__ADS_3

"Shel, kamu minum dulu," ucap Mayang sambil memegang gelas dengan tersenyum ketika Sheila baru saja sadar.


Tentunya Sikap Mayang itu membuat Sheila merasa bingung karena tidak biasanya mertuanya itu bersikap baik kepadanya, apalagi sedang tidak ada Reihan di sana.


"Shel, kamu harus di rawat disini untuk satu malam, Mami akan jagain kamu," jelas Mayang sambil menaruh gelas yang dia pegang setelah membantu Sheila minum.


"Sheila sakit apa, Mi?" tanya Sheila lemah dengan jarum infus yang menancap di punggung tangganya.


"Kamu nggak sakit Shel tapi kamu hamil," jelas Mayang yang terlihat begitu senang.


Namun ucapan Mayang itu bagai sebuah kutukan untuk Sheila karena dia tau bahwa dirinya sedang mengandung anak Ragil bukan anak Reihan. Sheila juga merasa sangat Shock karena tidak menyangka hubungan yang hanya terjadi sekali itu mampu membuatnya langsung hamil.


"Shel, Reihan pasti sangat senang saat mendengarnya tapi biar jadi surprise saja, besok kalau kamu sudah sampai di rumah," ucap Mayang yang begitu bersemangat.


Sebisa mungkin Sheila berusaha menyembunyikan kesedihannya dan menahan air matanya di depan mertuanya, walau sebenarnya Ingin sekali dia menangis sekencang-kencangnya.


Sheila juga cukup beruntung karena tidak di bawa ke rumah sakit yang sama dengan tempatnya dan Reihan cek kesuburan waktu itu, hingga rahasianya tetap tersimpan dengan rapat.

__ADS_1


Di tempat lain Ragil mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh. Setelah mendengar tentang Kehamilan Sheila, Ragil langsung meninggalkan rumah sakit tanpa menunggu Sheila sadar terlebih dahulu.


"Jika di hitung, usia kandungan Sheila sama dengan waktu saat kami berhubungan, apakah Sheila sedang mengandung anakku?" batin Ragil yang sedang bimbang.


"Jika memang benar dia mengandung anakku, maka anak itu adalah milikku bukan milik Reihan," batin Ragil lagi yang mulai di kuasai ambisi.


Ragil telah bertekad untuk menyelidiki semuanya dan akan mengambil anak itu jika semuanya telah terbukti. Maka dari itu di malam itu juga, melalui sambungan telepon Ragil dan Kania telah resmi berpacaran. Semua itu di lakukan oleh Ragil agar lebih mempermudah menjalankan semua rencananya.


...----------------...


"Sayang kamu sudah sehat?" ucap Reihan yang langsung memeluk Sheila dan membuat Ajeng cemburu berat.


"Alhamdulillah, Istri kamu sangat Sehat," ucap Mayang dengan senyumnya yang mengembang sambil mengelus pucuk rambut Sheila.


"Nggak biasanya Tante Mayang bersikap seperti ini" batin Ajeng yang kesal.


"Rei, sebentar lagi kamu akan menjadi seorang Ayah," ucap Mayang lagi dengan semyum sumringah.

__ADS_1


"Mami nggak bohong kan?" tanya Reihan memastikan yang kemudian di jawab gelengan kepala dari Mayang.


"Terimakasih, Sayang," ucap Reihan yang langsung menciumi pipi Sheila bertubi-tubi tidak peduli dengan keberadaan ibunya dan Ajeng yang berada disitu.


"Aku tidak tahu Mas, apakah aku harus bersedih atau bahagia saat ini?" batin Sheila yang mencoba memaksakan senyum palsunya di depan Reihan.


"Dia Mandul sekarang malah hamil, tidak mungkin kan rumah sakit asal menangani pasien apalagi dengan alat-alat penunjang yang mendukung, Sepertinya ada hal yang tidak beres disini?" batin Ajeng mulai menaruh curiga kepada Sheila.


"Selamat ya Shel, ternyata alat-alat canggih di jaman sekarang belum tentu terbukti ke akuratnya," ucap Ajeng menyindir Sheila.


"Ajeng lebih baik kamu tidak usah membahas itu lagi, anggap saja ini semua adalah keajaiban," Jawab Mayang yang membuat Ajeng bertambah kesal.


"Dan sekarang Mami juga tidak boleh memaksa Reihan untuk menikah lagi," Sambung Reihan yang dibalas senyuman oleh Mayang.


Dengan di gandeng kanan kiri oleh mertua dan suaminya, Sheila berjalan masuk ke dalam rumah sedangkan Ajeng hanya bisa diam mematung di teras karena di cuekkan oleh Mayang yang biasanya sangat ramah kepadanya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2