
Sheila menghabiskan waktunya seharian di Mansion mewah milik orang yang baru saja sah menjadi selingkuhannya, Ragil begitu memanjakan Sheila bak ratu di negri dongeng, mulai dari Makan siang yang romantis hingga Ragil juga memanggil dokter kandungan untuk datang ke mansion nya.
"Datanglah ke mari jika jadwal pemeriksaan mu telah sampai karena mulai sekarang dokter tadi yang akan menanganimu, dia dokter terbaik di kota ini," ucap Ragil setelah dokter itu pergi.
Dengan penuh kecanggungan Sheila hanya menganggukkan kepalanya perlahan, dia tidak tau bagaimana harus bersikap semestinya dengan peran yang sedang dia mainkan saat ini dan memilih untuk tidak banyak berbicara.
Dengan penuh kasih sayang walau hanya sebagai selingkuhan, Ragil mengupas buah Apel di hadapannya dan memotongnya menjadi bagian kecil-kecil untuk di makan oleh Sheila.
"Bukalah mulutmu!" ucap Ragil sambil menyuapi Sheila.
Tanpa menjawab ucapan Ragil, dengan ragu-ragu Sheila membuka mulutnya dan menikmati setiap suapan yang di berikan oleh Ragil hingga tak terasa senja menyapa mereka.
"Mas Reihan sudah hampir sampai di rumah, bolehkah aku pulang?" ucap Sheila memberanikan diri.
"Jangan sebut nama itu saat bersamaku!" jawab Ragil yang sedang cemburu yang membuat Sheila memilih diam dan tidak melanjutkan ucapannya lagi.
__ADS_1
Tidak selang beberapa lama Ragil sendiri yang mengantarkan Sheila pulang, walau Sheila merasa takut dan bingung memikirkan apa yang akan dia katakan nanti kepada orang-orang dirumahnya karena pergi terlalu lama dan pulang diantar oleh Ragil
Dengan masih menggunakan baju kantoran Reihan langsung berlari ke teras ketika melihat istrinya turun dari mobil bosnya, tentunya Reihan begitu sangat khawatir ketika mendengar kabar Sheila setelah dia pulang dari kantor ditambah lagi ponsel Sheila yang tidak bisa dihubungi karena dimatikan oleh Ragil.
Di susul oleh Mayang dan juga Kania yang ikut menyambut kedatangan Sheila dan tentunya dibenak mereka bertiga memiliki pertanyaan yang sama saat ini.
"Kak Sheila kok bisa sama Kak Ragil?" ucap Kanaya yang cemburu.
"Aku..." ucap Sheila bingung dan memilih tidak melanjutkan kata-katanya.
"Maaf tadi aku meminjam Sheila untuk membantuku berbelanja," ucap Ragil sambil memberikan paper bag itu kepada Kania dan Mayang.
"Makasih ya Kak" ucap Kania berubah girang dan hanya di balas senyuman oleh Ragil.
"Nggak papa Nak, makasih lho udah repot-repot dan kamu Sheila lain kali kamu kabari orang rumah agar kami tidak khawatir," sambung Mayang yang berhasil terjebak kebohongan Ragil.
__ADS_1
"Lebih baik seperti ini Shel, aku tetap berpura-pura menjadi pacar Kania agar aku bisa terus menjaga kamu apalagi setelah apa yang aku dengar kemarin," batin Ragil sambil menatap ke arah Sheila.
"Aku berfikir mati-matian memikirkan seribu alasan tapi ternyata dia sudah mempersiapkan semua ini tanpa memberitahuku," batin Sheila merasa jengkel.
Kemudian Mereka melanjutkan acara makan bersama setelahnya, Sheila duduk di samping Reihan seperti biasanya dengan Ragil yang terus menatapnya karena duduk tepat dihadapannya.
"Kenapa semua menjadi seperti ini? aku hanya tidak ingin kehilangan Mas Reihan tapi aku juga tidak ingin berselingkuh," batin Sheila bersedih.
"Sayang jangan melamun!" ucap Reihan membuyarkan lamunan istrinya di sela-sela Makan malam mereka.
"Sini Mas suapi," ucap Reihan lagi sambil menyodorkan sendok ke mulut istrinya.
Melihat adegan suapan itu sontak membuat Ragil langsung terbakar api cemburu, dadanya kembali terasa sesak untuk kesekian kalinya namun dia bisa menyadari posisinya hingga dia mampu mengendalikan dirinya.
"Kak Reihan romantis banget sih, bikin iri," celetuk Kania sambil menyenggol bahu Ragil karena ingin memberikannya kode namun tidak di gubris oleh Ragil karena dia sedang sibuk dengan hati dan pikirannya sendiri.
__ADS_1
...****************...