Cinta Untuk Sheila

Cinta Untuk Sheila
Sadar dari koma


__ADS_3

Dengan tubuhnya yang polos tanpa kain yang menutupinya, Ragil menatap ke sekeliling kamarnya mencari-cari keberadaan Sheila, tapi ternyata Sheila telah pergi meninggalkan Mension nya tanpa berpamitan dengannya.


"Sekali lagi maafkan aku Shel, pasti kau sangat kecewa dengan perbuatan ku semalam" ucap Ragil yang merasa bersalah.


Ragil yang sangat terobsesi dengan Sheila, membuat dirinya kehilangan akal sehatnya ketika melihat Sheila begitu mencintai Reihan hingga membuatnya memaksa Sheila untuk melakukan hal yang tidak bermoral itu.


Dengan terus di selimuti rasa bersalahnya kepada Sheila, Ragil beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dengan kenangannya bersama Sheila semalam yang terus melekat di dalam ingatannya.


Di rumah sakit


Pagi itu Reihan mulai sadar dari koma nya dan terus memanggil-manggil nama Sheila, Sedangkan Ajeng yang menemani di rumah sakit sejak malam merasa sangat cemburu dengan hal itu karena perawat sampai keluar beberapa kali untuk mencari keberadaan Sheila.


"Istri macam apa kamu, suamimu sekarat tapi kamu malah kelayapan," Cela Ajeng kepada Sheila yang baru sampai di rumah sakit setelah kembali dari Mension Ragil.


"Mi, bagaimana keadaan Mas Reihan," tanya Sheila kepada mertuanya tanpa menghiraukan celaan dari Ajeng.

__ADS_1


Belum sempat Mayang menjawab ucapan menantunya itu, salah seorang perawat kembali keluar untuk memanggil Sheila dan kemudian mempersilahkan Sheila untuk masuk ke dalam ruang perawatan.


Tentunya hal itu membuat Mayang, Ajeng dan Kania merasa sangat iri karena mereka belum bisa menemui Reihan di dalam.


Air mata Sheila tak henti-hentinya menetes ketika dia bisa memegang kembali tangan suaminya, Reihan belum bisa di ajak berkomunikasi untuk saat ini tapi dia terus memanggil-manggil nama nya.


"Mas aku di sini," ucap Sheila lirih sambil menatap kepala Reihan yang sekarang botak dan penuh perban pasca operasi.


Ucapan Sheila itu ternyata mampu membuat Reihan merasa tenang dan membuat Reihan kembali tertidur.


Hingga lamunan Sheila itu buyar, ketika perawat tadi kembali menemuinya dan memintanya untuk menunggu di luar karena Reihan belum boleh terlalu lama untuk di temui.


Dengan langkah gontai Sheila kembali ke ruang tunggu, walau sebenarnya dia ingin terus berada di samping suaminya, tapi setidaknya dia sudah bisa merasa sedikit lega karena sudah bisa bertemu dengan suaminya.


Dengan tatapan sinis nya, Mayang dan Kania menyambut kehadiran Sheila yang duduk di samping mereka sedangkan Ajeng sudah kembali pulang ke rumahnya karena harus bekerja.

__ADS_1


"Darimana Shel kamu dapat uang sebanyak itu?" ucap Mayang tiba-tiba dengan tatapan penuh menyelidik ke arah Sheila.


Pertanyaan yang di takutkan Sheila akhirnya telah di ucapkan oleh mertuanya, namun dengan berbagai alasan Sheila berusaha membuat mertua dan adik iparnya itu percaya bahwa dia telah mendapatkan pinjaman dari seorang teman.


"Pinjam? Uang sebanyak itu?" ucap Mayang kesekian kali karena belum sepenuhnya percaya dengan ucapan menantunya.


"Iya Mi," jawab Sheila yang berusaha terlihat tenang agar mertuanya tidak curiga kepadanya.


"Sebenarnya aku tidak peduli, dari mana dia mendapatkan uang itu karena yang terpenting Reihan selamat," batin Mayang kemudian.


"Untung saja kamu punya teman sebaik dia," sambung Mayang yang akhirnya bisa membuat Sheila bisa bernafas lega.


"Maafkan aku Mas, aku telah menodai janji suci pernikahan kita demi mendapatkan uang itu," batin Sheila yang kembali merasa bersalah setelah asal-usul uang itu dikuliti oleh mertuanya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2