Cinta Untuk Sheila

Cinta Untuk Sheila
Kenyataan


__ADS_3

"Kalau saja dia tidak sedang mengandung cucu Mami, sudah Mami siram pakai air panas karena dari pagi kerjanya hanya tidur saja," Gerutu Mayang sambil sibuk menyiapkan makanan di dapur.


"Kania kira Mami benar-benar tulus berubah," sahut Kania yang juga sedang sibuk di dapur.


"Tentu tidak, Mami hanya berpura-pura saja untuk menjaga calon cucu Mami yang masih berada dalam kandungan setelah bayi itu lahir semua akan kembali seperti semula," jawab Mayang yang kemudian tidak ditanggapi oleh Kania.


Tanpa mereka sadari obrolan mereka itu telah di dengarkan oleh Ragil yang menguping dari balik tembok, Ragil yang berniat menemui Ibu dan Anak itu untuk berpamitan karena ada kepentingan mendadak di kantornya tanpa sengaja malah mendengarkan kenyataan yang membuatnya begitu sangat marah.


"Jadi Sheila ku tidak baik-baik saja selama ini," batin Ragil sambil mengepalkan tangganya.


"Kamu ternyata tidak bisa membahagiakannya Rei," batin Ragil lagi yang masih berada di tempat yang sama hingga Kania datang membuyarkan menyapanya.


"Kak," sapa Kania sambil membawa nampan makanan yang akan di hidangkan di meja makan.


"Aku ingin ke kamar mandi," ucap Ragil lirih sambil berlalu menuju kamar mandi yang letaknya berada tepat di samping dapur.

__ADS_1


"Apa Kak Ragil, mendengar obrolanku dengan Mami tadi? pasti dia akan berpikir buruk tentang kami," batin Kania gelisah karena dia tidak ingin Ragil hilang respect kepadanya.


Ragil mengurungkan niatnya untuk berpamitan dan memilih untuk makan siang bersama Mayang dan Kania setelah apa yang di dengarnya tadi. Pikirannya terus berkecamuk memikirkan nasib wanita yang dicintainya itu, hingga Sheila datang menyusul ke meja makan.


Walau di hinggapi rasa canggung setelah kejadian tadi di kamarnya, Sheila berusaha mengendalikan dirinya agar Mayang dan Kania tidak menaruh rasa curiga kepadanya.


"Shel, kamu makan yang banyak!" ucap Mayang dengan ramahnya sambil menuangkan beberapa menu sayur ke piring Sheila seperti yang biasa dia lakukan setelah Sheila hamil.


"Iya, Mi," Jawab Sheila singkat.


"Benar-benar Serigala berbulu domba," batin Ragil yang sedang menikmati makan siangnya sambil memperhatikan orang-orang dihadapannya.


"Sangat enak," ucap Ragil dengan senyum palsunya yang membuat hati Kania merasa lega.


"Kamu sering-sering makan disini ya, Nak! nanti tante akan masak yang enak-enak buat kamu," sambung Mayang.

__ADS_1


"Pasti Tante, dengan senang hati Ragil akan sering-sering main kesini" ucap Ragil yang memuat Kania sangat senang.


"Aku akan sering datang mengunjungimu, aku harus selalu memastikan bahwa kamu dan calon anak kita dalam keadaan yang baik-baik saja," batin Ragil sambi menatap ke arah Sheila dengan penuh arti.


"Ujian apalagi ini? aku akan sering berjumpa dengannya, semoga dia tidak curiga bahwa aku telah mengandung anaknya," batin Sheila gelisah setelah mendengar obrolan Mayang dan Ragil.


"Kania senang sekali Kak kalau sering-sering ketemu kakak," ucap Kania yang tentunya akan salah paham dan langsung memeluk pundak Ragil yang duduk di sebelahnya.


Ragil segera berpamitan pulang ketika Kania memeluknya, tentunya dia merasa tidak nyaman dengan hal itu karena di dalam hatinya hanya ada Sheila seorang, tanpa rasa curiga Kania mengantar pacarnya itu pulang sampai teras rumahnya.


"Pokonya kamu harus bisa jadi Nyonya Ragil," ucap Mayang setelah Kania kembali ke meja makan.


"Pasti Mi, Kania tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas itu, Apalagi setelah yang kak Ragil ucapkan tadi," ucap Kania sumringah.


"Dia akan sering datang kemari, pastinya karena dia ingin selalu bertemu dengan kamu," sambung Mayang sambil mencubit pipi Kania.

__ADS_1


Sheila terus melanjutkan makan siangnya dengan pikirannya yang terus berkecamuk tanpa menggubris obrolan mertua dan adik iparnya itu.


...****************...


__ADS_2