
Tiga tahun kemudian...
Buah cinta Ragil dan Sheila kini hampir berusia tiga tahun saat ini. Anak laki-laki yang diberikan nama Rashel itu memiliki perpaduan nama dari kedua orang tuanya yaitu Ragil dan Sheila, beruntungnya tidak ada satupun orang yang tau tentang rahasia dari nama putra kecil Sheila itu.
Selama tiga tahun Sheila memilih bertahan dengan kebohongannya, menjadi istri dari Reihan dan menjalani semua kehidupannya seperti sebelum membuat kisah bersama dengan Ragil.
"Kamu awasi yang bener donk, Shel! lihat lutut cucuku jadi lecet gara-gara kamu lalai," omel Mayang yang sudah kembali ke sifat aslinya setelah Sheila melahirkan.
"Mi, Sheila tadi tinggal ambil minum buat Rashel sebentar ke dapur," jawab Sheila sambil mengendong Rashel yang sedang menangis karena jatuh.
"Kamu kalau di bilangin mertua, jawab terus," ucap Mayang semakin marah.
Tak selang beberapa lama, setelah kedatangan Ragil dan Kania membuat Rashel akhirnya terdiam karena di gendong oleh Ragil yang sangat menyayangi walau dalam anggapan Ragil, Rashel adalah keponakannya.
Setelah mendengar pernyataan bohong dari Kania tiga tahun lalu, Ragil yang mengalami amnesia akhirnya langsung menikahi Kania saat itu. Namun Kania tidak mempertahankan lama tentang kehamilan palsunya itu, Kania berpura-pura keguguran tidak lama setelah mereka menikah agar tidak mempersulit dirinya. Namun sampai saat ini Ragil masih terperangkap dalam permainan Kania dengan masih menjadi suaminya sampai saat ini.
"Om, kangen sama kamu Rashel," ucap Ragil sambil mencium lembut pipi Rashel.
__ADS_1
"Om Agil..." ucap Rashel dengan suara cadelnya.
"Seharusnya kamu panggil dia papa, Nak," batin Sheila bersedih sambil menatap Ragil yang sedang mengendong Rashel.
"Kamu cepat kasih mami cucu, lihatlah Ragil sangat menyukai anak-anak," sindir Mayang kepada Kania.
"Kak Ragil tidak pernah mau menyentuhku setelah menikah, bagaimana Kania mau kasih mami cucu?" batin Sheila dongkol dengan ucapan maminya.
"Kalau di lihat-lihat Rashel ini sangat mirip ya sama Ragil," ucap Hesti yang melintas di depan rumah ketika melihat tetangganya berkumpul di teras.
"Jeng Hesti bisa saja," sahut Mayang, yang sebenarnya juga mengakui kemiripan keduanya namun hanya di anggapnya sebagai kebetulan saja.
"Buruan juga Tante, nikahin Kak Ajeng biar nggak jadi perawan tua," jawab Kania sadis.
"husss... jangan berbicara seperti itu," ucap Mayang sambil melotot ke arah Kania.
Hingga saat ini Ajeng masih berusaha mendapatkan hati Reihan dan mengejar cinta Reihan, namun Sheila tidak peduli dengan semua hal itu karena yang terpenting saat ini baginya adalah fokus membesarkan Rashel.
__ADS_1
"Kalau di pikir-pikir memang Rashel sangat mirip denganku," batin Ragil yang masih mengendong Rashel.
"Tiga tahun aku menunggu ingatanmu kembali Kak," batin Sheila yang selalu bersedih saat Ragil datang mengunjungi rumahnya.
"Shel, jantan melamun donk, cepat buatkan minuman untuk Ragil dan Kania!" ucap Mayang setelah Hasti berlalu.
"Iya, Mi," jawab Sheila segera setelah lamunannya buyar.
"Kamu ini apa-apa mesti dibilangin dulu biar tau," ucap Mayang ketus.
"Sheila, permisi Mi," ucap Sheila sambil berlalu ke dapur.
Di depan Ragil, Mayang sudah tidak sungkan lagi memamerkan sifat aslinya kepada Sheila. Walau di depan Reihan masih tetap penuh dengan kepura-puraan. Ragil yang sering melihat kejadian itu selalu sakit hati dibuatnya, walau Ragil sendiri tidak mengerti alasannya.
"Mi, sudah beberapa kali, Ragil bilang jangan seperti itu kepada Sheila apalagi di depan Rashel," tegur Ragil.
"Dia memang seperti itu, biar Mami kasih paham," jawab Mayang kepada menantu laki-lakinya, yang membuat Ragil sampai geleng-geleng kepala dan memilih berlalu dari hadapan mertuanya.
__ADS_1
...****************...