
Sesampainya di mansion, Kania langsung berbuat ulah dengan memarahi salah satu pembantu di rumah itu. Hanya karena pembantunya membuatkan minuman terlalu manis, Kania langsung membanting gelas itu tanpa memperdulikan suami dan mertuanya yang sedang memperhatikannya.
"Sejak pertama bertemu aku memang sudah tidak menyukainya, dan aku menerimanya sebagai menantu karena dia sedang mengandung cucuku," batin Rima sedih melihat kelakuan urakan menantunya itu.
Menjadi istri CEO membuat Kania menjadi angkuh dan sombong itu karena dia merasa memiliki segalanya. Walau pernikahannya itu terasa sangat hambar karena sikap Ragil yang begitu dingin kepadanya, namun dia berusaha menikmati semua kemewahan yang di berikan Ragil untuknya.
"Kamu melamun pasti Karena kelakuan istrimu," ucap Rima yang menyusul anaknya ketaman belakang.
"Bukan itu Bun," jawab Ragil yang terlihat lesu.
"Lalu?" tanya Rima penasaran.
"Sheila, Bun."
"Ada apa dengan Sheila?" tanya Rima semakin penasaran.
"Entah kenapa Ragil selalu merasa sakit hati, saat Mami Mayang bersikap kasar kepadanya," jelas Ragil.
"Ternyata anak dan ibu kelakuannya sama," batin Rima kesal.
__ADS_1
"Itu mungkin karena kalian itu teman dari kecil, walau pikiranmu tidak mampu mengingatnya tapi hatimu tidak akan bisa di bohongi," jawab Mayang kemudian.
"Teman kecil?" ucap Ragil memastikan sambil mengingat foto dua anak kecil yang selalu berada dalam dompetnya.
"Apa Sheila belum menceritakan kepadamu tentang itu?" tanya Rima balik.
"Ternyata gadis kecil di foto itu adalah Sheila," batin Ragil kaget.
"Tidak mungkin, aku menyimpannya jika dia tidak berarti di kehidupan ku sebelumnya," batin Ragil lagi menduga-duga.
"Kenapa kau malah melamun?" ucap Rima mengagetkan lamunan Ragil.
...****************...
"Shel, Mami kemana?" ucap Ragil yang pulang bekerja ketika mendapati Sheila mengepel lantai dengan menggendong Rashel yang sedang tertidur.
"Mami..." Belum sampai selesai Sheila menjawab, Reihan berlalu begitu saja saat mendengar suara Maminya yang bersorak menyaksikan tayangkan televisi.
"Bagus Kah Mi, acara komedinya?" sapa Ragil ketika melihat maminya ongkang-ongkang kaki menikmati tayangan televisi.
__ADS_1
"Rei, kamu Kok sudah pulang jam segini?" ucap Mayang salah tingkah.
Mayang selama ini membuat cerita kepada anak laki-lakinya itu, bahwa semua pekerjaan rumah dialah yang mengerjakan agar Sheila lebih fokus mengurus Rashel. Namun pada kenyataannya Sheila lah yang mengerjakan semua pekerjaan rumah sambil mengasuh Rashel.
"Mami agak tidak enak badan Rei, jadi Mami beristirahat," elak Mayang.
"Benarkah? ayo kita ke dokter Mi, kalau begitu," sahut Reihan tidak mempercayai ucapan Maminya.
"Sebenarnya aku terkesan saat kamu kamu membelaku di depan Mami, tapi aku tidak ada bedanya dengan Mami karena aku berbohong jauh lebih fatal di banding yang Mami lakukan," batin Sheila merasa bersalah kepada Reihan.
"Mas, aku memang sengaja mengepel sambil mengendong Rashel karena Rashel akan tertidur jika aku melakukannya, kalau tidak dia akan rewel," ucap Mayang berbohong demi membela Sheila, karena dia merasa tidak pantas mendapatkan pembelaan dari Reihan setelah banyak kebohongan yang dia lakukan.
"Baguslah dia berkata seperti itu, setidaknya aku aman," batin Mayang penuh kemenangan tanpa menyadari kesalahannya kepada Sheila.
"Baiklah kalo begitu aku mandi dulu," ucap Reihan kemudian beranjak ke dalam kamar.
"Aku wanita yang sangatlah buruk , seharusnya aku sudah tidak pantas menjadi istrimu dan berada disini," batin Sheila kembali, yang selama ini selalu di hantu i rasa bersalah kepada Reihan.
...****************...
__ADS_1