Cinta Yang Tak Terkatakan

Cinta Yang Tak Terkatakan
Bab.35 Langkah Tak Terduga


__ADS_3

Ringtone alarm pintu terdengar berulang, gelombang suara yang merambat dalam irama musik klasik, tersampaikan hingga ke area kitchen set.


Ayuna terpaksa mematikan kompor, melepaskan rompi masak bermotif kotak dalam warna merah cerah.


Di ambang pintu yang terbuka Raditha Mayora mengulas senyum super hangat yang dibuat-buat.


"Maaf kalau aku keliru? Ini benar kediaman Saka?"


Ayuna mundur selangkah, yang lantas memberi celah bagi tubuh ramping gadis itu masuk.


"Nona bisa menemuinya di kantor kan?" Ayuna memutar otak meladeni tamu tak diundang ini. Sistem pertahanan dirinya bereaksi alami menghadapi sisi agresif dan angkuh selingkuhan sang suami.


"Sudah dua hari Saka seperti menghindariku, padahal kami partner kerja. Ternyata anda yang membuatnya menjadi tidak profesional?"


Gadis berdagu runcing itu menatapnya tajam, sangat tidak singkron dengan bibirnya yang ditarik membentuk seulas senyum cantik.


"Jadi maksud kedatangan ini, anda butuh penjelasan?" Entah bagaimana bisa Ayuna berkata begitu lugasnya, padahal hatinya berdentam-dentam tak karuan.


Kali ini Raditha Mayora mengatup bibirnya, tak segera menyambar. Insting cerdasnya mencoba menghindari serangan balik.


Ayuna bergerak menuju laci meja nakas. Di situ terdapat beberapa item yang belum sempat difinishing-nya menjadi tampilan berfigura indah.


"Mungkin ini bisa menjelaskan," Ayuna meletakkan sejumlah potret ukuran 10R dalam cetakan berkualitas tinggi, memuat momen-momen pernikahannya dengan Saka Guna hampir empat bulan yang lalu.

__ADS_1


Raditha menjadi sangat terkendali, foto-foto prosesi akad nikah dan mempelai bersanding itu tak segera diambilnya untuk memastikan. Sebenarnya tanpa dilihat dari dekat pun jejak spesial itu cukup jelas tertangkap oleh netranya.


"Saka tidak berterus terang statusnya sudah beristri. Kamu pikir kenapa Saka harus menyembunyikan pernikahan kalian dan malah mencoba kesempatan kedua bersamaku? Mungkin kah ada penyesalan dihatinya?"


Raditha sangat keterlaluan dan mengintervensi, sayangnya Ayuna tak terusik. Bukannya yang diungkapkan gadis itu pun sudah menjadi topik pertengkaran tadi malam yang berujung Saka hanya diam memeluknya?


"Maaf, kesibukan saya harus diselesaikan. Nona bisa membahasnya di tempat lain," Ayuna menelan ludah getir, sebelum benteng pertahanannya roboh lebih baik membalas telak sikap kurang ajar tamunya.


Kali ini Radhita berdiri dengan menghentakan kaki. Diusir walau pun secara halus benar-benar tak bisa diterimanya. Menurutnya wanita yang dinikahi Saka sungguh bernyali menempatkan diri dan cukup tenang menghadapi kedatangannya yang tiba-tiba.


Kepergian Raditha menyisakan Ayuna yang terduduk lemas di sofa ruang tamu minimalis.


Sedikit rasa lega melonggarkan sesak di dadanya, siapa sangka potret-potret yang belum sempat dipasang dalam frame itu dapat membantunya menyuguhkan kebenaran.


"Wanita itu istrimu Saka! Kenapa harus berbohong padaku ketika dia memergoki kita di ruangan ini?"


Raditha benar-benar marah, ucapannya meluncur begitu saja ketika mendapati Saka duduk di belakang meja kerja. Lelaki itu mengangkat wajah dari kesibukannya dan Enggar yang kebetulan berada di ruangan yang sama menoleh terkejut.


Saka mengerutkan kening dengan tatapan yang beradu menahan sorot mata Raditha yang berkilat.


"Aku mencarimu ke apartemen dan dia menunjukkan bukti foto-foto kalian bersanding di pelaminan. Sejak kapan Saka? Apakah selama selama tiga bulan ini aku hanya menelan kebohonganmu?"


"Jangan usik Ayuna, dia sedang hamil Dith, kamu tumpahkan saja kemarahan padaku."

__ADS_1


Braakkk. Raditha meluapkan emosi dengan mendorong meja kerja Saka, lelaki itu mendorong mundur kursi yang diduduki lalu berdiri.


Enggar beringsut keluar dari ruangan, tak ingin menyaksikan lebih jauh konflik cinta segitiga itu. Kini terjalin sudah simpul cerita yang kemarin didengarnya dari sang adik, Erika.


"Kita sedang di kantor Dith, karyawan di luar bisa mendengar kalau kamu mengamuk begini,"


"Aku tidak peduli, sekalian saja semua orang tahu kamu dan keluargamu sudah mempermainkan perasaan orang lain!"


"Jangan bawa-bawa keluarga Dith, ini persoalan kita berdua saja," Saka menarik tangan gadis itu untuk duduk di sofa.


"Lho, tapi benar kan?! Kak Rosmaya dan ayah-bunda memperkenalkan kamu bukan sebagai pria beristri!" Raditha masih meledak-ledak marah. Duduk dengan punggung ditegakkan, sepasang matanya berkilat menatap Saka yang terlihat sedikit kalut.


"Keluargaku belum mengetahui apa-apa tentang Ayuna, ..."


"Kamu ...? Kok bisa sih, kamu berbohong pada kami semua demi wanita itu?" tukas Raditha terheran sekaligus tak mempercayai kata-kata Saka. Berarti hubungan Saka dan istrinya bukan yang sewajarnya, pernikahan yang disembunyikan?


"Permasalahannya rumit, aku tidak bisa menjelaskannya sekarang"


"Katakan saja bahwa kamu terjebak jadi harus menikahinya, begitu kah Saka? Berarti setelah mempertanggung jawabkan kehamilannya hubungan kalian bisa selesai?" Radith berasumsi sendiri. Secelah harapan merasuki benaknya.


Saka benar-benar merasa pelik, bagaimana dia bisa mendudukkan persoalannya yang sebenarnya tentang Ayuna, sedangkan ada keterkaitan konflik di masa lalu dengan Edwin dan Rosmaya. Padahal itu pun merupakan aib bagi keluarga besarnya.


"Kamu diam, berarti aku benar kan? Pernikahan hanya sebatas bentuk pertanggungjawaban morilmu terhadap kondisinya yang sedang mengandung anakmu?"

__ADS_1


Raditha memperjelas kalimatnya, lalu menegaskan lagi, " Kalau benar demikian maka aku bisa mengerti. Saka, Aku bertoleransi seperti permintaanmu untuk tidak mengusiknya sampai anak kalian dilahirkan!"


__ADS_2