Cinta Yg Berbeda Dalam Wajah Yang Sama

Cinta Yg Berbeda Dalam Wajah Yang Sama
Lelakiku itu milikku


__ADS_3

Gadis itu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur king size miliknya.


Ia merasakan sangat lelah dalam menghadapi satu harian ini.


Disisi lain dia merasa sangat bingung.


Bagaimana mungkin lelaki itu begitu tenang menghadapi ini semua.


Dia sangat mengharapkan penjelasan langsung dari laki-laki yang sekarang telah banyak mencuri pikirannya itu.


Drrrtttt... dddrrrtttt


Dia mengalihkan pandangannya melihat ponsel yang sedang berdering.


"Hmmm.... " jawabnya malas


"Keluar sekarang, aku sedang di depan rumahmu"


Tanpa menunggu jawaban darinya, telpon langsung terputus.


"buullsshhiiittt... aku masih kesal padanya, kenapa malam-malam dia malah datang kesini sih" buru-buru Lisia keluar dari kamar, berlari kecil menyusuri anak tangga, keluar rumah dan mendapati laki-laki itu sedang duduk santai di atas kap mobilnya


"Sangat tampan"gumannya


Dengan mulai mengatur nafas yang mulai tidak beraturan,


"ke... kenapa malam-malam begini kamu kesini?"


"Apa kau tidak senang aku datang kemari, kalau begitu baiklah, aku akan pulang saja" Reki pura-pura ngambek dan hendak pergi meninggalkan Lisia


Aku langsung menarik tangannya.


"Tidak... maksudku bukan begitu,aku senang kau kemari"


"Senang aja apa senang banget? "Reki menggoda Lisia


"Senang aja, memangnya ada yang senang banget"wajahku langsung merona melihat senyumannya yang begitu menawan


"kenapa wajahmu menjadi merah begitu? Apa kau terlalu senang makanya wajahmu menjadi blushing? "Reki terus menggodaku


Aku menutup wajahku dengan tanganku, seketika aku lupa semua kekesalanku padanya. Sekarang hanya perasaan berbunga-bunga yang aku rasakan.


Reki menarik tanganku yang menutupi wajahku. Ia begitu lekat menatap netra ini. Semua perasaanku bercampur aduk. Apa ini yang dinamakan cinta? bahkan cinta yang ini lebih indah dari cinta sebelumnya.


"Tutup matamu aku punya sesuatu untukmu"


Seketika aku langsung menutup mataku


"Bukalah"perintah Reki


Ya tuhan betapa indahnya yang sekarang gadis itu lihat di depan matanya.


Dengan senyum bak malaikat, lelaki itu memperlihatkan semua cincin berbentuk hati yang dihiasi beberapa mata berlian. Sungguh sangat indah.

__ADS_1


Dia terus memperhatikan cincin itu dengan mata berkaca-kaca. Antara percaya dan tidak, ternyata laki-laki yang dia anggap sangat dingin bisa bersikap romantis begitu terhadapnya.


Reki menarik tanganku, memakaikan cincin itu tepat di jari manisku.


"Jangan pernah melepasnya"


Ntah karna perasaan yang begitu bahagia, Lisia langsung memeluk Reki dengan hangatnya.


Reki membalas pelukannya.


"Tutuplah mata dan telingamu dengan apa yang kau lihat dan kau dengar. Itu semua tidaklah benar. Reki Arya Pratama hanya milikmu. Percayalah"Reki semakin mengeratkan pelukannya. Membelai lembut rambutku yang sengaja aku gerai.


Percaya atau tidak, ia mulai mencium lembut keningku. Sangat manis. Ternyata Rekiku bisa bersikap semanis ini.


Tanpa sadar akupun berucap.


"Aku sangat menyayangimu. Teruslah berada disisiku. Saat ini maupun untuk selamanya.


****


Malam itu, dia tidak bisa tertidur.


Berulang kali ia mencoba untuk menutup matanya.


Tapi hasilnya nihil. Dia sama sekali tidak bisa terlelap.


Gadis itu terus menatap cincin yang sekarang melingkar indah di jari manisnya.


Bahagia, ia dia sangat bahagia.


****


Lisia sudah bersiap-siap dengan seragam sekolahnya. Ia berpamitan kepadanya orangtuanya.


Ketika membuka pintu, dia sangat terkejut.


Mobil sport merah itu telah terparkir dengan indahnya di depan rumahnya.


Reki turun dan tersenyum melihatnya.


Lagi-lagi debaran jantungnya tidak bisa diajak berdamai. Senyuman itu membuat badannya menjadi panas dan dingin.


Reki membukakan pintu dan menyuruhnya untuk naik. Senyum semekar mawar terus terpancar di wajah cantiknya. yang menambah semakin cantik dan anggunnya gadis itu sekarang.


Tidak membutuhkan waktu lama, sekarang mobil itu sudah terparkir rapi di lapangan khusus parkir disekolah. Semua terasa seperti mimpi untuknya.


Lagi, laki-laki itu turun dan membukakan pintu untuknya, senyum itu tidak pernah hilang dari wajah sexinya.


Lelaki yang dulu bersikap dingin terhadapnya kini memperlakukaknnya bak tuan putri.


Tangan kekar itu menggenggam erat tangan mungilnya.


Banyak mata melihat ke arah mereka.

__ADS_1


Tapi sepertinya lelaki itu tidak perduli dengan sekitarnya.


Gosip yang kemarin membuat pikirannya kacau, sekarang membuat hatinya bahagia.


"Mereka terlihat serasi yah"


"Apa mereka berpacaran? "


"Wah... sangat tampan dan cantik.,cocok"


Seperti itulah bisik-bisik tetangga yang mereka dengar saat melewati beberapa siswa/siswi menuju kelas.


Sementara di dalam kelas, Marissa menatap heran melihat kedatangnya Reki & Lisia.


Aku hanya tersenyum melihat wajah bodohnya.


"Kau berhutang penjelasan denganku"Marissa menarik tangan Lisia dari genggaman Reki


"Ck, tenanglah, aku pasti akan menceritakan semuanya" Aku tertawa renyah melihatnya


****


Di sudut kantin itu tampak dua gadis yang sedang asyik bercanda sambil tertawa, sesekali mereka meminum jus pesanan keduanya.


Brraaakkkkkk....


Kedua gadis itu melihat siapa yang telah menampar meja tersebut. Keduanya saling bertatapan heran.


"Apa ini yang merebut Reki dariku" Ia menatapku tajam


Aku tertawa kasihan melihatnya. Dia mengklaim miliknya yang jelas-jelas orang tidak menganggapnya ada.


"Kenapa melihatku seperti itu? kau berani bermain-main dengan Salsa Emery? "Ia semakin kesal melihatku


"Jangan habiskan tenagamu untuk hal seperti ini, Meski kau Salsa Emery, akupun tidak perduli. Bahkan siapapun kau, aku tidak perduli" Aku bergedik lucu melihatnya.


"Kau tau siapa aku? Aku bahkan bisa menghabisi kau dan seluruh keluargamu saat ini juga dengan uang dan kekuasaan orang tuaku"Ia berkata sombong membanggakan harta orang tuanya


"Jangan bangga karna itu harta orang tuamu, jika kau ingin menghabisi aku dan keluargaku,maka lakukanlah" Aku merasa kasihan melihatnya


mungkin wanita di depanku ini tidak mengetahui bahwa harta orang tuanya masih jauh di bawah harta milik orang tuaku. tapi Lisia tidak ingin membanggakannya. Toh itu masih milik orang tuanya, bukan miliknya.


"Kau menantangku? kita lihat saja kedepannya, Reki pasti memilih meninggalkanmu dan kembali ke hati yang seharusnya memilikinya"


"Jangan terlalu meninggi Nona Salsa Emery, kau juga belum tau berhadapan dengan siapa"


"Kau menguji batas kesabaranku " Salsa hendak menamparku tapi aku langsung menahan tangannya


"Kau juga jangan menguji batas kesabaranku nona Emery. Tanyakan pada orang tuamu dengan siapa kau yang sekarang berhadapan. Tanyakan juga pada orang tuanmu siapa Lisia Queenzha" Seketika sifat sombongku pun keluar.Aku merasa muak dengan melihat sikapnya yang sudah mulai menguji batas kesabaranku.


Dengan kesal Salsa pergi meninggalkan aku dan Marissa. Marissa melihatku bingung. Mungkin ia heran melihat sifatku yang langsung berubah


Tbc

__ADS_1


__ADS_2