Cinta Yg Berbeda Dalam Wajah Yang Sama

Cinta Yg Berbeda Dalam Wajah Yang Sama
Percayalah Padaku


__ADS_3

Lisia pamit ke toilet kepada Reki dan teman-temannya. Dia masuk ke dalam bilik salah satu di dalam toilet.


"Aku punya rencana bagus, apa kau mau mendengarnya? "


Samar-samar Lisia mendengar percakapan orang yang sangat serius, pelan-pelan dia membuka pintu toilet, ingin mengintip siapa yang sedang berbicara.


Suara itu adalah Salsa.Dia sedang berbicara dengan seorang gadis yang Lisia tidak tau dia siapa. Apa sekarang yang ingin direncanakan gadis sialan itu? Lisia terus mendengarkan apa tujuan dari pembicaraannya mereka.


"Apa rencanamu? "


Salsa mendekatkan mulutnya ke telinga perempuan itu. Mereka sedang berbisik dan sialnya Lisia tidak dapat mendengar apa rencana dari wanita sialan di depannya saat ini.


Ketika Salsa dan temannya keluar dari toilet, barulah Lisia keluar juga. Sebenarnya dia sangat penasaran apa rencana mereka. Tapi tidak mungkin dia menanyakannya secara langsung.


Dia berjalan kembali menuju kantin untuk menemui teman-temannya. Di sana dia tidak melihat tanda-tanda Reki masih berada.


"Mana Reki? " Tanyaknya pada Rey


Saat ini dia sangat malas untuk berbicara dengan Marissa. Karna wanita itu sedari tadi kerjanya hanya makan terus tanpa memperdulikan sekitarnya.


"Sama sepertimu, sedang ke toilet" Jawab Rey singkat.


"Oh... " Lisia hanya ber oh ria mendengar jawaban Rey


Tiba-tiba semua murid berlari menuju toilet cowok karna dari sana terdengar suara ribut-ribut.


"Lepaskan aku... TOOLLOONNNGGGG"


Kami bertiga pun berlari menuju asal suara tersebut. Terlihat Salsa keluar dari dalam kamar mandi setengah berlari dan sebagian kancing baju seragamnya telah terbuka.


Dia terlihat menangis histeris. Apa yang sebenarnya terjadi dengan gadis itu?


Tidak berapa lama terlihat Reki keluar juga dari toilet tersebut.


"TOOLLLOONNGGG AKUUUU.... DII...DIIA MAU MELECEHKANKUUU.... "Salsa tampak berbicara terbata-bata dan masih terus menangis.


"Reki Arya Pratama apa yang kau lakukan kepada Salsa Emery? "Suara pak Chandra tampak meninggi menandakan saat ini beliau sedang marah.


Reki hanya diam tak menjawab sepatah katapun. Karna baginya percuma saat ini menjelaskan, tidak mungkin akan ada yang percaya padanya. Dia menatap sendu wajah yang sekarang berdiri tidak jauh dari tempatnya.

__ADS_1


Terlihat kesedihan di wajah cantik itu. Apa lagi-lagi sekarang dia telah menyakiti perasaan kekasihnya itu? apa sekarang kekasihnya itu marah? apa kekasihnya itu juga akan percaya dengan apa yang dia lihat tanpa mendengarkan penjelasannya terlebih dahulu?


Nanti setelah semuanya selesai dalam hati dia berjanji akan menjelaskan semuanya.


Salsa tampak berlindung di belakang pak Chandra. seperti meminta perlindungan atas apa yang menimpanya.


Reki menatap tajam wajah Salsa. Tatapan yang seolah ingin menguliti gadis tersebut.


"Tenangkan dirimu Salsa. Sekarang kau akan baik-baik saja" Pak Chandra berusaha menenangkan Salsa


"Dan kamu Reki, ikut bapak ke ruang kepala sekolah" Pak Chandra pergi meninggalkan keruman disusul oleh Reki di belakangnya.


*


"Aku tidak melakukan apa-apa pak. Dia sendiri yang masuk ke dalam toilet itu dan membuka sendiri bajunya. Aku sama sekali tidak melakukan apa-apa padanya? " Reki berusaha menjelaskan yang kejadian yang sebenarnya.


Pak Leo selaku kepala sekolah hanya terdiam mendengarkan penjelasan dari bibirnya. Dan Reki hanya berharap guru tersebut dapat mempercayainya.


"Reki, kamu tau 1 minggu lagi ujian kelulusan, dan kami sangat menyayangkan kau melakukan perbuatan tak senonoh seperti ini, secara tak langsung kau sudah mencoreng nama baik sekolah kita" Pak Leo membenarkan letak kaca matanya


Reki hanya diam, ternyata percuma dia menjelaskan semuanya. Tidak akan ada yang percaya dengannya? Lantas bagaimana sekarang dengan nasibnya? apa dia tidak akan bisa mengikuti ujian akhir sekolah? apa dia juga akan di keluarkan dari sekolah dan akan berpisah dengan kekasihnya? memikirkannya saja dia sudah tidak sanggup.


"Jika memang kau tidak bersalah, buktikanlah, dan untuk 2minggu ke depan, kamu di skor, tidak perlu datang ke sekolah, dan jika benar kamu bersalah, maka kami tidak akan segan-segan untuk mengeluarkanmu dari sekolah ini"


"Ini surat skorsingmu, tunjukan pada orang tuamu dan perbaiki sifat burukmu itu"


Reki beranjak dari ruangan kepsek tanpa menjawab kata-kata terakhirnya. Dia bahkan tidak menghiraukannya. Sebenarnya dia bisa saja saat ini untuk pindah sekolah, mengingat semua kekuasaan orang tuanya, akan tetapi dia tidak ingin melibatkan kedua orang tuanya.


Reki melangkahkan kakinya keluar dari dalam kelas setelah mengambil semua buku dan tasnya.


Sebuah tangan dengan lembutnya menahan kepergiannya.


Dia menatap wajah sendu itu. Bola mata itu sudah mulai menggenang. Tangan Reki terangkat dan mengusap hangat wajah Lisia.


"Jangan menangis, tak pantas air matamu yang berharga itu menetes untuk hal keji seperti ini. Ini semua tidak benar Lisia. Aku bahkan tak pernah melihatnya apalagi untuk menyentuhnya"


Perlahan air mata Lisia mulai mengaliri wajahnya.


"Sudah ku katakan, aku tidak suka melihatmu menangis" Reki menghapus air mata Lisia

__ADS_1


"Untuk sementara waktu aku tidak akan ke sekolah dulu. Jaga dirimu baik-baik. Aku pasti akan sering berkunjung ke rumahmu untuk melihatmu" Reki melepaskan tangan Lisia dan bergegas pergi meninggalkan gadis itu.


Lisia menatap kepergian Reki. Lisia percaya bahwa Reki tidak akan mungkin melakukan hal bodoh seperti itu. Kekasihnya adalah lelaki baik-baik dan tidak mungkin akan melecehkan perempuan.


*


Rey mendekati Lisia yang sedari tadi duduk di bangkunya dan terus melamun. Dia tau bahwa Lisia sekarang pasti sedang memikirkan masalah yang terjadi pada Reki. Dia juga tau seperti apa sifat sahabatnya itu dan tidak mungkin melakukan perbuatan tidak senonoh tersebut.


"Percayalah, Reki tidak mungkin melakukan hal sebodoh itu. Aku percaya dia, dan aku tau seperti apa sifatnya dia" Rey membuyarkan lamunan Lisia.


"Aku juga tau dia tidak akan melakukan hal seperti itu. terus bagaimana kita harus membuktikannya kalau Reki tidak bersalah? "


"Aku tau caranya?!!! Ayok ikut denganku"


Rey menarik tanganku keluar dari dalam kelas, saat itu berpapasan dengan Marissa yang hendak akan masuk ke dalam ruangan. Dia menatap kami dengan heran.


"Kalian mau kemana? " Tanyak Marissa.


"Ada sesuatu hal yang akan kami lihat. Kau di dalam kelas saja. Aku sudah membelikan makanan yang banyak untukmu di dalam tas. Kamu lihat saja" Rey setengah berteriak karna kami terus berjalan.


Marissa masuk ke dalam kelas dan tersenyum karna sebentar lagi dia akan melihat makanan yang banyak.


*


Diruangan ini kemungkinan besar kami akan mengetahui apa yang terjadi. Ruangan CCTV sekolah. Setiap ruangan di sekolah ini memang memakai CCTV. setelah berbicara dan memohon kepada penjaga ruangan akhirnya dia mengizinkan kami untuk masuk dan memeriksa CCTV toilet pria.


Berulang kali melihat dan mengulang-ulang kejadian di dalam toilet, akan tetapi kejadian yang menimpa Reki sama sekali tidak ada di dalam CCTV. Hasilnya nihil.


"Apa sebelumnya sudah ada yang masuk keruangan ini? "Rey bertanya kepada mbak Rima selaku penjaga ruangan CCTV.


"Blum ada mas, karna sedari tadi saya selalu disini. Dan tidak ada seorangpun yang datang kemari selain kalian berdua"Jawabnya tegas


Lisia dan Rey saling bertatapan. Apa mbak Rima berbohong terhadap mereka? apa sudah ada orang yang mendahului mereka dan menghapus kejadian tersebut? tapi siapa orangnya? Siapa yang melakukan ini semuanya?


Bersambung....


Tunggu kelanjutan berikutnya yah para readersku... tetap setia di novel ini.


jangan lupa Like & Votenya yah...

__ADS_1


serta tambahkan ke daftar favorit... agar kalian tau kalau ceritanya sudah up...


Terimakasih


__ADS_2