Cinta Yg Berbeda Dalam Wajah Yang Sama

Cinta Yg Berbeda Dalam Wajah Yang Sama
Flashback off


__ADS_3

Aku tersadar dari lamunanku,


semua kenangan itu seperti mengaduk aduk perasaanku.


Dulu sewaktu belum menjadi kekasihnya, aku sempat membuat ia cemburu, yah biarpun hanya beberapa kali dengan tujuan agar ia semakin ingin memiliki & tak mau kehilanganku,


smua itu memang sukses membuat seorang Lexi Danu Wijaya berlutu dihadapanku.


Tapi sayangnya, takdir berkata lain.


Saat Lexi tak mau kehilangan diriku, justru aku yang harus kehilangan dia.


Di tempat ini, tempat dimana dulu kau menyatakan cintamu untuk pertama kalinya, kristal bening itu kembali membasahi wajahku.


"Sampai kapan aku harus kayak gini? sampai kapan aku harus terpuruk di keadaan ini? aku ngak bisa terus terusan kayak gini, " tangisku semakin menjadi.


Ku lirik jam tangan yg melingkar indah di pergelangan tanganku.


"Hhpppmmm... sudah sore, waktunya balik


nanti semua pada nyariin aku lagi"


Akhirnya aku memutuskan untuk segera pulang.

__ADS_1


Sesampainya di rumah,


mama menyambutku di depan pintu.


"Lisia, mama ingin bicara sayang"


"Apa ma? " jawabku


"Mama tau ini berat untukmu, tapi sampai kapan kau harus kayak gini, sudah waktunya kau untuk move on, lupain semuanya, bukan mama nyuruh kamu untuk langsung lupain Lexi, tapi biarlah kenangan itu kau simpan baik di tempat terindah di dalam hatimu, Lexi itu ngak akan pernah kembali lagi, perbaiki kembali kehidupanmu, kau juga harus punya tujuan hidup" mama mengelus rambutku.


"Ia ma, aku juga udah sempat berpikiran seperti itu, aku akan memulai semuanya kembali dari awal, biarlah kenangan itu akan aku simpan serapi mungkin" aku memeluk mama.


Mama memelukku kembali.


Aku mempererat pelukanku, dan di balas pelukan yg hangat oleh mama.


"Masuklah, dan segera mandi, ingat ini terakhir kalinya mama liat kau bersedih"


mama mencium keningku.


Aku berlalu dari hadapan mama menyusuri anak tangga menuju kamarku.


"Yah... memang ini terakhir aku seperti ini, bukan untuk melupakanmu, tapi akan memulai kehidupan yang baru kembali, bersama keluarga dan teman baruku"batinku.

__ADS_1


Tiba tiba aku teringat Reki kembali.


"Hah.. kenapa wajah anak itu harus muncul sih, diakan bukan temanku, dasar payah" aku mengutuk diriku sendiri.


Setelah selesai mandi, aku mematung diri di depan cermin.


"Kalau di pikir pikir ternyata aku cantik juga, hheheh" aku geli sendiri melihat tingkah lakuku.


Aku keluar kamar, menuju meja makan untuk makan malam bersama mama dan papa, seperti biasa kak Dimas tidak akan ada karna masih sibuk dengan urusan kantornya yg berkasnya menumpuk seperti gunung dan tidak akan ada habisnya.


"Malam ma, malam pa " aku tersenyum melihat kedua orang tuaku.


Papa terlihat aneh dengan sambutanku, mungkin karna. belakangan ini beliau tidak melihatku secerah hari ini.


"Gitu donk tersenyum, kan adem" saut mama.


"Queennya papa tambah cantik kalau udah kayak gini, ngak biasanya jelek manyun kayak bebek" papa menyambung ucapan mama.


"Jadi selama ini papa ngatain aku jelek gitu" sambil membuat muka cemberut.


"Maksud papa ngak gitu sayang, tapi kalau kayak gini, senyum se mekar bunga kan auara queennya makin terlihat" goda papa.


"Udah-udah, dimakan makanannya, keburu dingin, becandanya nanti aja, " mama menuang nasi dan laukku unttukku dan juga papa.

__ADS_1


Kami makan dengan lahapnya dan menghabiskan semua makanan di piring masing masing.


__ADS_2