Cinta Yg Berbeda Dalam Wajah Yang Sama

Cinta Yg Berbeda Dalam Wajah Yang Sama
Juan Andrea


__ADS_3

Pasangan yang kemana-mana sekarang selalu berdua. Makin dekat, bahkan semakin mesra saja. Yah semenjak pengakuan Marissa tentang ia dan Rey, mereka terlihat seperti amplop dan prangko saja.


Bahkan sering terlihat aku hanya sebagai pengusir nyamuk saja di antara mereka berdua.


Berbeda halnya dengan aku dan Reki, yang semakin hari terlihat seperti sejauh matahari.


Hari ini aku berniat akan berbicara dengan Reki.


Seperti apa hasilnya nanti, yah terima saja.


"temui aku di taman belakang sekolah, Lisia"


Kuselipkan note kecil itu di dalam lembaran buku yang ada di atas mejanya Reki.


30 menit berlalu, aku belum melihat tanda-tanda akan kehadirannya Reki.


"Apa ia tidak membacanya? atau ia malah mengabaikannya? "aku mulai cemas sendiri


Aku dudukkan pantatku di bangku, aku menunduk, ntah apa yang membuatku menjadi sesakit ini dalam menunggu kehadirannya Reki.


Aku melihat sepasang sepatu berhenti di depanku, aku tersenyum.


"Reki... aku yakin kau pasti datang" Aku mengangkat wajahku dan melihatnya

__ADS_1


Aku kecewa, ternyata ia adalah Juan bukan Reki.


yah Juan Andrea, cowok yang belakangan ini selalu tersenyum ketika bertemu denganku. Masih satu angkatan, tapi berbeda kelas.


"Kau kecewa karna aku yang datang? " Juan mendudukkan pantatnya tepat di sampingku


"Apa kau berharap Reki yang sekarang berada di sini? " ia tersenyum datar melihatku


"Bukan urusanmu!!" Aku beranjak dan ingin pergi meninggalkannya


"Duduklah, aku hanya ingin berbicara sebentar saja" Memegang tangan Lisia


Aku kembali duduk di sampingnya


"Aku menyukaimu Lisia... "


"Jangan bercanda, aku bahkan tidak mengenalmu, bagaimana bisa kau suka denganku" Aku tidak bisa berhenti tertawa melihatnya


"Jangan berharap pada Reki, nanti kau sendiri yang akan merasakan sakit, dan jika kau sudah merasakannya, datanglah kembali padaku, aku masih akan tetap setia menunggumu" Aku beranjak dan berlalu dari hadapan Lisia.


Aku hanya melihat kepergian Juan, bahkan ia tidak merespon ketika aku menertawakannya.


"Apa aku sudah keterlaluan padanya? tapi kenapa dia tidak marah ketika aku menertawakannya? hah!!! biarlah, aku tidak ingin memikirkannya"

__ADS_1


Aku juga beranjak meninggalkan tempat itu


Skip


Juan Andrea, cowok misterius yang tiba-tiba datang dan menyatakan cinta padaku, yang aku ketahui belakangan ini, ia cowok yang cukup populer di sekolah karna ia merupakan andalan dan ketua tim basket di sekolah ini.


Yah,aku penasaran dan mencari tahu tentangnya, ternyata hampir dari setengah siswi di sekolah ini mengidolakannya.


Terbukti hari ini ketika aku tidak sengaja melintasi lapangan basket, dan pada saat itu anak-anak basket sedang latihan, termasuk Juan.


Semua siswi yang menontonnya bersorak ketika Juan menggiring bola dan memasukkannya ke dalam ring, yah memang harus aku akui, melihat rambut basahnya yg menutupi sebagian wajahnya membuat ia terlihat sangat tampan.


Aku tersenyum dengan semua yang aku pikirkan dan berlalu begitu saja dari lapangan basket


Skip


Keteguk jus jerukku sampai tandas, ntah kenapa melihat Juan menjadi sehaus ini.


"Pelan-pelan aja minumnya" Marissa tertawa melihatku


Dan ntah sejak kapan ia duduk disitu, ketika aku melihat, Reki duduk tepat di depanku. Aku tersedak melihatnya


"Tuh kan aku udah bilang, minumnya pelan-pelan aja. ngeyel sih" Marissa memberikan Tissu

__ADS_1


"Bisa bicara berdua saja? " Reki melihatku dengan wajah datarnya


tbc...


__ADS_2