Cinta Yg Berbeda Dalam Wajah Yang Sama

Cinta Yg Berbeda Dalam Wajah Yang Sama
Tindakan Nekat Lisia


__ADS_3

3 tahun sudah semuanya berlalu, ayahnya Lisia masih berada di rumah sakit, keadaan ayahnya sudah mulai membaik, ayahnya sudah kembali sadar sejak 2 tahun yang lalu, tapi sayang, 3 bulan yang lalu terjadi kembali penggupalan darah di dalam otak ayahnya, mungkin karna benturan keras yang menghamtam kepalanya.


Perusahaan keluarganya telah normal kembali dan terbebas dari kebangkrutan, tentu saja tidak lepas dari bantuan campur tangan dari Juan Andrea. Pria itu menawarkan kerja sama dan tentu saja Dimas dengan senang hati menerimanya.


Lisia telah memasuki semester akhir. Tahun depan dia akan meraih gelar dokternya. Bersusah payah dia untuk meraih cita-citanya. Dan semua usahanya juga atas dukungan dari Juan.


Reki,,, Sudah 1 tahun belakangan ini Lisia hilang contact dengan kekasihnya tersebut. Berkali-kali dia mencoba menghubungi tapi lagi-lagi nomornya selalu di luar jangkauan.


Kemana sebenarnya kekasihnya tersebut? apa berada di New York membuat dia melupakan Lisia? atau laki-laki itu sudah mendapatkan penggantinya?


Juan selalu mendukung apapun keputusan Lisia. Hingga sebentar lagi gadis itu akan menjadi seorang dokter. Juan tidak memiliki maksud apapun dalam menolong Lisia. Percayalah 3 tahun berlalu dan perasaannya masih sama ketika baru pertama bertemu dengan gadis itu.


Berkali-kali dia mencoba untuk menghilangkan perasaan tersebut tapi semuanya gagal. Semakin dia berusaha melupakan semakin dalam pula perasaan cintanya terhadap Lisia. Dan setiap waktu, setiap hari, setiap bulan, bahkan setiap tahun, Juan selalu berharap dan berdoa agar Lisia mau membalas perasaannya.


Dan hari ini dia menemani Lisia untuk melihat keadaan pak Donny ayahnya Lisia kembali.


"Apa keadaan papa sudah semakin membaik"Lisia bertanya dengan nada sedikit khawatir.

__ADS_1


Juan yang berada di sampingnya juga tak kalah khawatir melihat keadaan yang selalu dia semogakan menjadi mertuanya masih belum baik-baik saja.


Dimas masuk ke dalam ruangan tersebut. Wajahnya terlihat murung.


"Dokter yang akan melakukan operasi pak Donny sedang ada urusan mendadak dan saat ini beliau tidak dapat melakukan operasinya" seorang perawat memberikan kabar tidak baik itu kepada mereka.


Juan menatap perawat itu tajam seolah ingin menguliti perawat tersebut.


"Siapa dokter yang berani-beraninya membatalkan hal sepenting ini? "Juan berkata dengan dinginnya.


"Dok dokter Rudi pak!!! "suster itu terlihat takut dan gemetaran.


Semua orang yang berada di ruangan tersebut diam, tidak ada satupun yang berani mengeluarkan suaranya.


"Aku yang akan melakukan operasinya!! "Lisia menatap Juan dan Dimas.


"Tidak Lisia, kita tidak bisa mempertaruhkan nyawanya papa, kau belum jadi dokter yang sesungguhnya"Bantah Dimas.

__ADS_1


"Aku yang akan melakukannya, aku tidak mungkin menyia-yiakan hidupnya papa! aku akan melakukan yang terbaik!! " Lisia menatap Juan penuh harap, karna untuk saat ini hanya laki-laki itulah yang dapat membantunya.


Melihat mata yang memohon tersebut membuat Juan tidak dapat untuk menolak keinginan Lisia.


"SIAPKAN RUANGAN OPERASI!!! "perintah Juan.


Suster-suster tersebutpun langsung keluar dan menyiapkan ruangan yang diminta oleh Juan.


"Apa yang kau lakukan??? "Dimas menatap tajam Juan.


"Aku percaya pada Lisia kak!!! percaya jugalah padanya, dia pasti bisa melakukan yang terbaik!!! "Juan memegang pundaknya Dimas.


Dimas membuang nafasnya kasar.


Bagaimana kalau Lisia gagal? apa yang akan terjadi? bagaimana nasib ayahnya kedepannya? banyak pertanyaan menghantui pikirannya mengingat adiknya belum resmi menjadi dokter tapi sudah berani mengambil tindakan operasi yang bisa saja membahayakan nyawa ayahnya.


Tapi seperti kata Juan, kali ini dia percaya pada keputusan Lisia.

__ADS_1


Happy Reading...


__ADS_2