Cinta Yg Berbeda Dalam Wajah Yang Sama

Cinta Yg Berbeda Dalam Wajah Yang Sama
Kembalinya Masa Lalu


__ADS_3

"Siapkan semuanya!!! Aku akan berangkat ke Singapura! " Perintah laki-laki itu kepada asistennya.


Bukan tidak ada alasan kenapa dia ingin ke Singapura. Disana dia akan meresmikan pembukaan rumah sakit barunya. Hasil dari kerja kerasnya selama ini. Perkataannya pada ayahnya 3 tahun yang lalu telah membuahkan hasil. Bukan tidak ada alasan pula kenapa dia membangun rumah sakitnya di Singapura dan bukan di Indonesia.


Disana wanita yang dia cintai telah menjadi seorang dokter yang terkenal. Dan rumah sakit tersebut sebenarnya akan dia hadiahkan untuk wanitanya siapa lagi kalau bukan Lisia. Terbukti rumah sakit tersebut dia beri nama QUEEN HOSPITAL.


Tapi apa sekarang wanita tersebut masih menjadi miliknya? bukankah dia yang 1 tahun yang lalu mencampakkan wanita tersebut? Hilang tanpa kabar karna terlalu fokus dalam usaha meraih cita-citanya? Menyesal??? Yah Reki sangat menyesal. Kenapa dia bisa lalai dalam urusan cintanya! Dia berfikir Lisia akan tetap menunggunya dengan setia, tapi sekarang kenyataannya wanita itu telah menjadi tunangan orang lain. Tunangan dari seorang rekan bisnisnya yaitu Juan Andrea.


Reki menginjakkan kakinya kembali di singapura, Dia kembali tepat setelah 3 tahun kepergiaannya. 3 tahun yang lalu dia masih ingat dengan jelas saat kelulusan dia mengantarkan Lisia ke tempat ini untuk melihat keadaan ayahnya. Reki ingat jelas saat itu saat hanya seorang Juan yang bisa membantu keadaan Lisia.


Dia saat itu ingin sekali menggantikan posisi Juan, tapi apalah daya, meskipun keluarganya kaya raya, sudah pasti orang tuanya tidak mungkin mau menuruti keinginannya untuk membantu keadaan dari kekasihnya tersebut.


Sekarang dia kembali dengan segala usaha dan cita-citanya yang telah sukses. Tapi sayang!!! saat masa depan yang cerah telah dia dapat justru cintanya yang harus hilang.


Gedung itu sudah semakin sangat ramai. Tamu-tamu undangan telah mulai berdatangan. Tampak wanita yang begitu anggun di balut dengan gaun berwana merah muda berjalan bergandengan tangan dengan seorang lelaki yang tampan dan gagah. Sungguh pasangan yang sangat serasi. Membuat orang yang menatap keduanya terkagum-kagum.


Juan bertemu dengan beberapa rekan bisnisnya. Lisia masih terus setia berada di samping tunangannya tersebut. Semua terhening dan menatap ke arah pintu yang terbuka. Di pintu utama tersebut telah berdiri seorang pria yang tidak kalah tampannya, gagah dan sangat keren sekali.


Lisia menatap tidak percaya siapa yang berdiri disana. Biji anak matanya hampir saja keluar. Bagaimana mungkin setelah 1 tahun menghilang sekarang pria itu kembali? Mata Lisia tak berkedip sedikitpun. Percaya atau tidak tapi yang pasti sekarang pria itu berada disana. Berdiri dengan gagahnya dan menjadi pemilik dari rumah sakit yang sebentar lagi di resmikan.

__ADS_1


Dan lagi Lisia sudah di gadang-gadangkan akan menjadi salah satu dokter di rumah sakit tersebut. Beberapa hari yang lalu pihak dari rumah sakit tersebut mendatanginya dan meminta dia untuk berkerja pada mereka. Dan sekarang bagaimana mungkin pemilik dari rumah sakit tersebut adalah orang yang dia cintai dan sekaligus yang telah mencampakkannya.


Juan menyadari perubahan sikap dari tunangannya. Diliriknya Lisia berkali-kali yang tidak berkedip sedikitpun ketika bertatapan dengan Reki mantan kekasihnya. Lupakah dia siapa yang sekarang di sampingnya? Apa perasaan dari tunangannya tidak begitu penting lagi baginya? Dan apakah ini akhir dari hubungan mereka yang terasa baru indah beberapa hari saja?


Apa tuhan begitu tidak adil baginya? 3 tahun sudah dia menunggu, baru beberapa hari cintanya akan terbalas tapi sekarang? Apa ini? apa Lisia akan kembali pada cintanya dan mencampakkan pria yang bersamanya saat ini?


Pikiran Juan tidak bisa tenang. Dia menyadari semua gerak-gerik Reki dan Lisia. Ketika mereka saling sama-sama bertatapan. Ketika Reki tersenyum penuh arti pada Lisia. Dan Lisia tidak bisa membohongi dirinya. Yang dengan spontan dia juga membalas senyuman itu.


Hati Juan begitu sakit. Dadanya terasa sesak. Sesakit inikah mencintai wanita yang masih mencintai orang lain? Dan Lisia kenapa dia tidak bisa mengendalikan dirinya di depan orang banyak? Kenapa tatapannya tidak teralihkan sedikitpun dari mantan kekasihnya?


"Aku akan ke toilet sebentar"Juan melepaskan tangan Lisia. Baginya percuma sekarang tangan itu berada di genggamannya sedangkan hati wanita tersebut tidak berada di tempatnya.


Lisia tersadar akan dirinya. Belum sempat dia menjawab Juan sudah pergi dari sampingnya. Apa dia telah menyakiti perasaannya Juan? Wajah Juan terlihat sangat berubah dimulai Reki menampakkan batang hidungnya.


"Kemana saja kau? kenapa begitu lama? " Lisia menatap Juan penuh dengan tanda tanya.


"Toiletnya sangat ramai, sehingga aku harus menunggu begitu lama" Jelas Juan. Masih tampak senyuman yang begitu menawan dari sudut bibirnya meski saat ini hatinya sedang rapuh.


Juan merangkul pinggang Lisia dan berjalan mendekati Reki.Jantungnya Lisia berdegub sangat kencang. Kenapa Juan membawanya kesana? Apa yang sebenarnya akan tunangannya lakukan?

__ADS_1


"Selamat Tuan Reki untuk pembukaan rumah sakit barumu" Juan mengulurkan tangannya.


Uluran tangan itu disambut hangat dan penuh senyuman oleh Reki.


"Terimakasih!!! Dan selamat juga untuk pertunanganmu Tuan Juan! aku turut berbahagia"


Lisia terdiam seribu bahasa, dia bahkan tidak tahu harus berkata apa, sekarang dia berada di antara dua pria yang membuat dia sangat bingung. Satu adalah orang yang sangat mencintainya. Dan satu lagi adalah orang yang sangat dia cintai.


Juan terus merangkul pinggang Lisia, bukan karna dia ingin menunjukkan pada Reki bahwa wanita itu sekarang telah menjadi miliknya. Hanya saja menurut Juan mungkin itu adalah detik-detik terakhir dia bisa menikmati saat-saat berada disamping Lisia.


Mungkin saja setelah ini wanita itu akan mengakhiri pertunangan mereka dan kembali lagi pada kekasihnya.Setelah acara selesai, Juan langsung mengantar Lisia pulang. Dalam perjalanan pulangpun Juan tidak seperti biasanya. Kali ini dia lebih memilih diam seribu bahasa. Tidak seperti biasanya dia selalu mencari bahan perbincangan dan bertingkah konyol agar Lisia tidak bosan ketika bersamanya.


Lisia menyadari akan hal tersebut. Berkali-kali di liriknya wajah yang sekarang sedang hanya fokus menatap jalanan yang mereka lewati. Ingin rasanya saat itu dia memulai pembicaraan, tapi bahkan dia sendiripun tidak tahu harus memulai dari mana.


Juan tetap seperti biasanya.Mengantarkan Lisia sampai ke apartemennya dan berpamitan langsung dengan calon ayah mertuanya. Dia tidak singgah lagi seperti biasanya. Yang setiap kesana selalu menyempatkan waktu untuk menikmati secangkir kopi dan berbincang-bincang sejenak dengan ayahnya Lisia.


Kali ini dia lebih memilih untuk pulang. Dia memilih untuk sendirian. Dia ingin melupakan semuanya dan berharap yang dilihatnya hanyalah sebuah mimpi. Dia tidak kembali ke apartemennya. Dia lebih memilih untuk menginap di kantor miliknya. Disana dia mengeluarkan segala sesuatu yang terus menyesakkan dadanya.


Juan memesan begitu banyaknya minuman beralkohol yang langsung dikirimkan ke alamat kantornya. Untuk pertama kalinya pria itu akan meminum minuman yang jumlahnya mencapai puluhan botol. Di teguknya minuman tersebut. Dia ingin melupakan semua masalahnya. Melupakan wanita yang dia cintai. Melupakan bahwa wanita itu mencintai orang lain dan bukan dirinya.

__ADS_1


Air matanya menetes, pria itu menangis. Untuk pertama kalinya juga dia menangisi seorang wanita. Wanita yang sekarang telah menjadi miliknya akan tetapi yang hatinya masih milik orang lain.


Happy Reading...


__ADS_2