
Setelah pulang sekolah aku dan anak anak lainnya berencana akan membuat tugas kelompok yang di berikan oleh buk Lia.
Karna kami beranggapan lebih cepat di kerjakan akan lebih baik, kami berencana akan membuatnya di rumahku.
Ketika sampai di depan rumah aku langsung membuka pintu.
"Maaa.... "panggilku.
Mama keluar dari dapur dan tersenyum melihatku.
"Ma, nanti teman teman dari sekolah mau datang, mau ngerjain tugas kelompok"aku berlalu dan menaiki anak tangga menuju kamarku.
@Mama Lisia
Tidak berapa lama terdengar suara ketukan pintu, akupun bergegas dari dapur segera membuka pintu.
"Itu pasti teman temannya Lisia" batinku.
Ketika membuka pintu aku sangat terkejut, wajah itu tidak asing bagiku.
"Bagaimana mungkin kau bisa hidup kembali? "tanyaku dengan seluruh badanku telah bergetar.
Wajah itu semakin tersenyum melihatku.
"Ngak mungkin, ini pasti gg mungkin...
Seketika aku merasa semua semakin gelap dan tidak mengingat apapun yang terjadi.
@Lisia Pov
Aku khawatir melihat keadaan mama yg sedari tadi belum sadar juga. berbagai cara kami lakukan agar mama segera siuman.
Tiba-tiba aku melihat mama mulai membuka matanya sedikit demi sedikit.
__ADS_1
"Mama dimana? " mencoba untuk duduk.
"Udah ma, mama tiduran aja dulu, ngak usah di paksain, tadi mama tiba tiba aja pingsan, mungkin mama kecapean" kataku sambil memegang tangannya mama.
"Nak,,, tadi Lexi datang kesini, dia ada di rumah ini, dia tadi ada di depan pintu, dia tersenyum sama mama, mama takut" memelukku.
Aku membalas pelukan mama.
"Dia bukan Lexi ma"
"Maksud kamu nak?"
Mama melepaskan pelukannya.
Akupun memperkenalkan Reki kepada mama.
"Dia itu namanya Reki ma, sekilas wajah mereka memang mirip, tapi ini Reki bukan Lexi, lagian mama juga ada ada aja sih, ngak mungkin kan orang udah mati hidup kembali? " aku tersenyum mengejek mama.
Reki mencium tangannya mama, seketika mama langsung mencubit pipinya Reki hingga memerah.
"Ini beneran manusia kan, bukan hantu.
Tawa kami pun pecah seketika melihat ketakutannya mama.
SKIP
Berulang kali aku menatap wajah itu, alis yang sama, mata yang sama, hidung, bibir, rahang yg tegas, semuanya benar benar sama.
"Kenapa terus melihatku seperti itu? "
Ternyata Reki mengetahui kalau aku memperhatikannya.
"Hhhmmmmm.... aku...
__ADS_1
"Kenapa aku jadi gugup begini sih"batinku.
"Lisia... "Reki balik menatapku.
"Eehh kenapa? " jawabku.
"Boleh aku melihat seperti apa wajahnya Lexi? aku sangat penasaran, apalagi Ketik melihat kejadian barusan"
Tanpa menjawab Reki aku berdiri mengambil kotak di dalam lemari, yah kotak yg berisikan semua kenangan tentang aku dan Lexi.
Reki langsung membuka kotak tersebut
ia mengambil beberapa foto.
"Bagaimana mungkin wajahku dan wajahnya bisa persis seperti ini" ia terus memperhatikan beberapa foto.
"Benar benar sama" ia terus berbicara sendiri.
"Aapa sudah selesai? aku ingin segera menyimpannya kembali dan tak ingin membukanya kembali"
Reki kembali memasukkan foto-foto tersebut.
"Minumlah, mungkin kau haus"tawarku.
Reki segera menghabiskan jus jeruk di dalam gelasnya hingga tandas.
"Apa kau sehaus itu? mau tambah lagi? "
Reki hanya terdiam, mungkin juga ia masih syok dan tidak percaya dengan semua kenyataan yang ia lihat.
"Lisia mungkin baiknya aku pulang dulu, besok weekend aku datang lagi untuk tugas ini...
"Baiklah"
__ADS_1
Aku mengantarkan Reki sampai di depan pintu. Aku terus menatap kepergiaannya hingga menghilang di balik gerbang utama
Like, Vote, & krisannya yah