
Semua tugas udah selesai kami kerjakan, dan besok akan di berikan pada buk Lia.
Semenjak kejadian itu,ntah kenapa aku ingin terus menghindari Lisia.
Meski setiap hari ia tersenyum saat bertemu denganku, ntah itu di lapangan sekolah, perpustakaan, kantin, maupun taman sekolah, tapi aku tak pernah membalas senyuman itu.
Meski sering aku melihat wajah kekecewaan pada Lisia karna aku sama sekali tak pernah membalas senyumannya.
Aku memang terlihat dingin pada semua orang, tapi ntah kenapa berbeda dengan gadis itu, setiap aku melihat senyumannya, ingin rasanya aku membalasnya.
Akan tetapi saat itu juga aku merasakan sakit di dalam jantungku, itu berdetak semakin cepat dan seakan meledak pada saat itu juga.
Aku takut saat membalas senyumannya, dia hanya melihat aku sebagai Lexi, bukan Reki arya pratama.
"Apa aku mulai menyukainya?"
Pertanyaan yang sering muncul di benakku, dan aku sendiri sampai sekarang belum bisa menjawabnya.
Yah semenjak kejadian di dalam perpustakaan hari itu, aku merasakan perasaan aneh ketika melihatnya, ketika berada di dekatnya, seperti ada sengatan listrik yang mengalir.
Ntahlah, aku semakin bingung dengan semuanya.
Skip
@Lisia pov
Ku dudukkan pantatku di bangku.
"Huuhh... " aku membuang nafasku kasar.
Aku terlihat seperti orang aneh,bagaimana bisa dia tidak membalas senyumanku, semakin hari dia semakin terlihat menghindar dan dingin terhadapku.
Apa aku tidak bisa hanya untuk sekedar berteman dengannya saja, dasar manusia dingin, berwajah datar, sok tampan...
__ADS_1
Yah memang dia terlihat tampan...Tapi kalau dia lebih ramah senyum sedikit saja, aku akui pasti dia akan semakin tampan.
aaku tersenyum sendiri merasakan semuanya.
Trriiinnngggggg
Bel pelajaran pertama pun berbunyi.
Semua murid masuk ke dalam kelas, guru mata pelajaran matematika pun masuk dan memulai acara belajar mengajarnya.
Ntah kenapa aku tidak bisa konsentrasi sama sekali, sesekali aku melirik Reki yang masih dengan wajah datarnya.
Kulihat di sampingku, Marissa malah tertidur, bukannya mendengarkan ia malah semakin larut dalam mimpinya, dan bibirnya sedikit tersenyum.
"Apa yg sedang anak ini mimpikan?" batinku
Tiba-tiba suara yg begitu menggelegar pun terdengar.
"MARISSAAAA... "
"Keluar dari dalam kelas, jangan masuk sebelum sampai jam mata pelajaran saya selesai"
Marissa langsung keluar kelas tanpa menjawab kata kata pak guru.
Aku hanya tersenyum melihat tingkah lakunya.
***
Kutemui ia yang sedang duduk di sudut kantin.
"Kenapa bisa tertidur, padahal masih pagi, apa semalam kamu begadang? " dengan sedikit nada meledek.
"Ia semalam begadang, bahkan sampai pagi masih belum bisa tidur, bayangin deh aku itu tidurnya cuman 2 jam aja, apa ngak ngantuk"
__ADS_1
"Kok bisa? memangnya ada tugas apa? setauku belakangan ini ngak ada tuh tugas yang sulit, bahkan tugas kelompok kita kemaren kan cuman aku berdua sama Reki yang ngerjain, kamu sama pacar kamu kan asyyiiiikkk berduan terus"kataku menekankan kalimat terakhir.
"Oohh ituuu... jadii... "Marissa terlihat gugup
"ngak tau deh mau mulai dari mana, kamu ngak akan ngerti"
Aku hanya ber oh ria mendengarnya.
aku meminum jus jeruk dan memakan bakso pesananku, sesekali melihat ke arah Marissa,
"Sia, ntar malam aku nginap di rumah kamu yah, "
"Marissa yg cantik, kenapa mau nginap? apa rumah kamu kebanjiran?
"Rumah aku ilang di gondol maling.becanda kamu ngak garing tau"
"Iya, iya... ntar kamu bisa nginap"
"Ok makasih, soalnya aku mau cerita sesuatu sama kamu"
"Apaan? "
"Ada deh... "
Dari kejauhan aku melihat Reki berjalan menuju kantin, tapi kali ini dia terlihat persama seorang gadis.
"Apa itu pacarnya? "batinku
"Segitunya liatin Reki, ampe mau ileran segala" Marissa membuyarkan lamunanku
Aku langsung mengambil tissu dan membersihkan bibirku, akan tetapi ternyata marissa hanya membodohiku.
"Hahhahahhh"
__ADS_1
Dia tertawa melihat tingkahku, dan aku hanya bisa memasang wajah kesalku.
tbc...