
"Kita berangkat sekarang? "Aku mendekati Reki
"Tunggu...."
Lisia heran kenapa Reki masih menahan kepergiannya mereka?
Apa yang sebenarnya Reki inginkan?
Reki menggenggam tangan Lisia. Menuntun untuk masuk kembali ke rumahnya. Perasaan heran dan bingung meliputi hati gadis tersebut.
Reki perlahan membuka knop pintu. Tampak ayah dan ibu Lisia duduk di ruang keluarga. Mereka berdiri menyambut salam dari tamu yang sekarang berdiri di samping anak gadisnya.
"Malam om... malam tante... " Reki tersenyum sambil mencium tangan ayah dan ibunya Lisia
"Malam... "jawab mereka serentak
Tatapan ayah dan ibunya Lisia melihat putrinya penuh selidik.
"Begini om,, tante... malam ini aku ingin mengajak Lisia untuk keluar. Aku ingin meminta izin kepada om dan tante"
Seketika senyum itu tersungging dari ayah dan ibunya Lisia. Ternyata putri kecilnya sekarang sudah beranjak dewasa. Terbukti malam ini ketika datangnya laki-laki misterius di kediamannya mereka.
"Kalau boleh tau siapa namamu nak"
"Reki om" Reki langsung menjawab pertanyaan yang di ajukan padanya
"Baiklah nak Reki... hati-hati, pulang jangan terlalu larut malam, jaga putri om baik-baik, malam ini kami percayakan dia padamu"Ayahnya Reki menepuk-nepuk bahu Reki
Setelah selesai berpamitan, Lisia dan Reki langsung berangkat tanpa menunggu waktu yang lama. Lisia sempat berfikir aneh kepada lelaki yang sekarang menyetir kemudi di sampingnya.
Dia berfikir bahwa malam ini kencan mereka akan gagal. Akan tetapi di luar nalar pemikirannya. Dengan gentle lelaki itu masuk ke dalam rumah dan berpamitan kepada kedua orang tuanya. Sungguh sangat membuat dia bahagia.
"Kita akan kemana? "Lisia memecah keheningan
Sedari tadi tidak ada yang mengeluarkan suara. Baik Lisia maupun Reki. Meski sudah berpacaran hampir satu bulan, tapi perasaan gugup itu masih sering menyelimuti. Terbukti malam ini, dengan duduk di samping Reki dapat membuat Lisia kepanasan, padahal ac di mobilnya Reki sudah sangat dingin.
"Duduk dan lihatlah, aku akan membawamu ke tempat yang indah" Reki menjawab santai dan masih menatap lurus jalan yang dilalui.
"Apa tempat itu begitu indah? "Jawab Lisia dengan mata berbinar
"Hmmmm... " Jawabnya singkat
Setelah percakapan singkat itu, keheningan kembali melanda dua sejoli yang sedang di mabuk cinta itu. Tidak butuh waktu yang lama, hanya sekitar 20 menit, mereka sudah sampai.
Lisia turun dari mobil. Ditatapnya sekeliling hanya ada bangunan-bangunan tinggi yang mencakar langit.
Dalam hatinya ia berguman, Apa yang indah dari tempat yang sekarang dia berpijak.
__ADS_1
Dia menatap heran lelaki yang disampingnya untuk meminta penjelasan.
Seperti mengetahui di dalam pikiran kekasihnya, Reki menggenggam tangan Lisia, menuntunnya dengan dia berjalan terlebih dahulu.
Dengan menyusuri anak tangga yang bahkan mencapai ratusan, Lisia tetap setia berada di belakangnya Reki. Gadis itu mempunyai seribu macam pertanyaan di otaknya.
Apa yang akan mereka lakukan di tempat ini?
Apa tujuan mereka kesini?
Apa laki-laki ini akan berbuat mesum terhadap dirinya?
Tapi sepertinya tidak. Reki sama sekali tidak memiliki otak mesum. Lantas apa yang akan terjadi?
"Apa kau lelah? "Reki berhenti dan menatap gadis yang sedari tadi mengekor di belakangnya.
"Sedikit"Jawabnya singkat.
Reki kemudian berjongkok di depannya.
"Naiklah... "
"Apa yang akan kau lakukan? "
"Iya aku akan menggendongmu ke atas, aku tidak mau kau merasa lelah"
Dengan sedikit perdebatan yang terjadi, dengan semua keras kepalanya, akhirnya Lisia mengalah. Dia naik kegendongan Reki.
"Waahhhh..... indahnya" Setelah lelah berjalan,akhirnya semua terbayar juga. pemandangan yang begitu menakjubkan, sangat begitu indah.
Berada di tempat ini seperti akan bisa menyentuh langit dan memetik bintang yang bertaburan indah.
Lisia berdiri di pembatas lantai. Merasa takjub dengan semua yang dia lihat.
Reki menghampirinya dan memeluk gadisnya dari belakang.
"Apa kau menyukainya? "Dia memeluk Lisia dari belakang dan mencium bahunya, yang membuat bulu kuduk gadis itu sampai merinding.
Yah baru kini dia merasakan hal seperti itu.
"Ya... aku sangat menyukainya" Dia memegang tangan Reki yang melingkar erat di pinggangnya
"Apa kau sering kesini? " Tanya Lisia
"Hhmmm... saat merasa kesepian aku selalu kesini, ini tempat ternyaman kedua setelah rumah buatku"
"Sudah berapa wanita yang kau ajak kesini?" Canda Lisia
__ADS_1
"Kau yang pertama, Apa kau tau... "
"Apa? "
"Kau wanita pertama special untukku, cinta pertama dan wanita pertama yang masuk di kehidupanku"
Seperti tidak percaya dengan kata-katanya Reki, mana mungkin seorang lelaki tampan seperti dirinya tidak pernah pacaran dan jatuh cinta. Akan tetapi dengan semua penjelasan dari Reki,akhirnya dia dapat memahaminya.
Dia merasa bangga menjadi wanita special untuk seorang Reki Arya Pratama. Tapi benarkah dia menjadi yang pertama dan satu-satunya untuk setampan lelaki seperti Reki. Meski belum sepenuhnya yakin, tapi dia mencoba untuk mempercayai kekasihnya. Karna biar bagaimanapun hubungan yang baik akan berjalan lancar bila ada rasa saling percaya.
****
"Apa kau bahagia? "
Tanpa terasa mereka sudah berada di depan rumahnya Lisia. Rasanya masih sangat sulit bagi Lisia untuk berpisah dengan kekasihnya. Padahal besok mereka masih pasti akan bertemu kembali di sekolah.
"Iya... aku sangat bahagia" Senyum bahagia terpancar dari wajah Lisia
"Masuklah,,ini sudah terlalu larut"
"Bagaimana dengan jaket ini? " Lisia mencoba membuka jaket kebesaran yang melekat di tubuhnya.
Reki memakaikan jaket itu kembali.
"Pakailah kembali, agar badan kecilmu ini menjadi hangat"
Flashback
"Apa kau kedinginan? "Reki membuka jaket yang dia pakai dan memberikannya pada Lisia
"iya,,, berada di ketinggian seperti ini, udaranya sangat dingin"Lisia langsung memakai jaket Reki yang kebesaran di tubuh mungilnya.
Udara di tempat mereka sekarang berpijak memang benar-benar sangat dingin. Kedinginannya sampai menembus tulang dan kulit terdalam Lisia.
Flashback off
Lisia hanya menatap penuh senyuman melepaskan kepergian sang pujaan hati. Setelah berpamitan dan mencium kening gadis itu sekilas, Reki langsung melajukan mobil miliknya dengan kecepatan sedang.
dia langsung masuk ke dalam rumah, langsung menuju kamar tidurnya, merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur king size miliknya.
Tanpa melepas jaket dari Reki, Lisia langsung tertidur dengan pulasnya. Benar saja, malam itu dia tertidur dengan sangat nyaman memakai jaket tersebut. Penuh kehangatan dan pastinya di temani dengan mimpi yang sangat indah.
Tbc...
Like
Coment
__ADS_1
Vote...
Makasih readersku...