
Keadaan rumah sakit sudah mulai lengang. Jam sudah menunjukkan pukul 22.00 wib. Lisia masih tetap berada di ruangannya. Permintaan ayahnya membuat konsentrasinya menjadi pecah. Dia tidak ingin mengecewakan ayahnya. Tapi benar juga apa katanya Juan. Mereka tidak mungkin bertunangan kalau hanya ingin menyenangkan ayahnya Lisia saja.
Tapi bukankah laki-laki itu sudah sangat baik? bukan cuman terhadapnya. Juga pada keluarganya dan perusahaan mereka.Bukankah cinta nanti bisa tumbuh setelah mereka bersama?
Keadaan yang sama juga menimpa Juan. Saat ini laki-laki itu sangat berharap Lisia akan mau menerimanya dengan hati yang terbuka.
Lisia akan berusaha mencintainya. Berusaha pula untuk menerima kehadiran Juan di hatinya.
Juan terus saja melirik ponselnya yang sedari tadi diam dengan penuh keheningan. Dia berharap gadis itu akan menelponnya dan akan berusaha untuk mencintainya. Tapi semuanya hanyalah sia-sia. Tidak mungkin gadis itu akan berusaha mencintainya. Sementara dia sangat-sangat mencintai kekasihnya.
Tok.. tok.. tok...
Juan mendengar pintu apartemennya di ketuk. Dengan segera dia beranjak dan membukanya. Pucuk di cinta ulampun tiba. Sekarang gadis itu berdiri disana dengan senyum khas di wajahnya yang semakin menambah cantiknya aura wajahnya.
Meski masih merasa bingung, jam sudah menunjukkan hampir tengah malam, dia tetap menyuruh gadis itu untuk masuk. Yah sekarang Lisia berada di dalam apartemennya. Ntah apa yang membawa dia untuk mengunjungi laki-laki tersebut dalam waktu malam yang sudah sangat larut.
Juan meletakkan secangkir teh hangat di atas meja dan menyuruh Lisia untuk meminumnya.
"Minumlah agar badanmu hangat! apa yang membawamu kemari? ini sudah sangat larut! "Juan tidak ingin penasaran dan langsung bertanya pada Lisia.
Lisia hanya terdiam. Sesekali dia menyeruput teh hangat di hadapannya. Hampir selama 5 menit Lisia diam dan tidak mengeluarkan suara,membuat Juan menatapnya penuh dengan tanda tanya.
"Mari kita laksanakan pertunangan itu!! "
Juan menatap Lisia tidak percaya. Apa kali ini dia benar-benar serius dengan ucapannya.
"Aku sudah memikirkannya, bertunangan denganmu bukanlah hal yang buruk. Kau laki-laki yang baik, dan aku percaya pada pilihan keluargaku, kau pasti mampu untuk membuat aku bahagia!!! " Lisia menjawab dengan mantap.
__ADS_1
"Kau yakin??? maksudku, apa kau akan bahagia!?bukankah kau sudah mencintai orang lain? " Tanya Juan penuh keraguan.
"Cinta akan tumbuh bersama dengan waktu!! "Lisia kembali meminum tehnya.
Saat itu juga rasanya Juan ingin membawa Lisia kedalam pelukannya.Bahagia,saat ini dia sangat bahagia mendengar keputusan dari wanita yang selama 3 tahun ini telah dia cintai dalam diam, dan mendapat balasan dari wanita tersebut hanyalah mimpi untuknya.
Tapi kali ini, dewi cinta telah berpihak kepadanya. Mimpinya jadi kenyataan, cintanya telah terbalaskan. Ingin rasanya dia mengumumkan pada dunia bahwa wanita impiannya akan segera menjadi miliknya.Tapi bagaimana dengan laki-laki yang masih mengisi hatinya? ntahlah untuk saat ini dia tidak ingin memikirkan hal lain selain acara pertunangannya dengan Lisia.
"Kau yakin ingin pulang? ini sudah sangat larut, kau bisa tidur disini! atau aku akan mengantarmu pulang! " Tawar Juan
"Aku akan pulang, tenanglah aku akan baik-baik saja! nanti aku akan segera menelponmu begitu aku sampai! "Terdengar tawa Lisia.
Sebelum Lisia keluar dari pintu, dia kembali berbalik dan menatap Juan.
"Aku akan belajar untuk mencintaimu!!! "
Juan tersenyum mendengar kata-kata yang keluar dari bibirnya Lisia. Bahkan baginya kata-kata itu lebih indah daripada mutiara.
***
Juan segera kembali ke Indonesia dan mengatakan pada keluarganya kalau dia akan segera bertunangan. Dia juga membawa ikut serta Lisia. Mengenalkan Lisia pada keluarganya.Tentu saja keluarga Juan menerima hubungan mereka dengan penuh kebahagiaan, Merekapun langsung menetapkan tanggal dan bulan yang baik bagi penyelenggaraan hari bahagia tersebut.
Hari ini, Lisia akan resmi menjadi tunangan dan calon istri bagi seorang pengusaha muda yang sukses, yaitu Juan Andrea. Lisia menatap wajah dan tubuhnya yang berbalutkan gaun biru muda dihiasi beberapa mutiara di sepanjang bawah gaun tersebut. Gaun itu begitu pas di tubuh mungilnya dan riasan di wajahnya sangat menambah kecantikan dan keanggunan wanita tersebut.
"Kau sangat cantik!!! "Puji Dimas.
Dimas masuk ke dalam ruangan rias Lisia, dia menatap adiknya penuh haru, ternyata adiknya sudah dewasa dan akan segera bertunangan.
__ADS_1
Lisia tersenyum melihat kedatangan kakaknya, setetes air mata terjatuh di wajahnya.
"Jangan menangis, ini adalah hari bahagia untukmu!!! "Dimas memeluk Lisia.
"Aku rindu mama kak! coba aja mama masih ada disini dan ngerasain kebahagiaan ini! "Lisia juga memeluk kakaknya.
"Mama masih ada disini bersama kita, dan mama juga pasti bahagia ngelihat ini semua!!! "
Dimas menghibur Lisia, ayahnya Lisia datang dan mengatakan sebentar lagi acara akan segera dimulai. Donny menggenggam tangan Lisia sebelum akhirnya dia akan menyerahkannya pada Juan calon menantunya.
Lisia dan ayahnya berjalan menuruni beberapa anak tangga. Sebuah pesta perayaan yang begitu megahnya terlihat jelas di hadapan Lisia. Ternyata Juan telah menyiapkan peresmian pertunangan mereka dengan begitu mewah. Lisia menatap kagum seluruh dekorasi yang menghiasi setiap sudut ruangan tersebut. Ntah berapa rupiah yang telah dihabiskan oleh pria tersebut. Bahkan Lisia sendiri tidak mengetahui seperti apa pesta yang dirancang oleh Juan sendiri untuknya.
Juan berjalan menghampiri Lisia dan ayahnya, Dia menyambut tangan Lisia yang di berikan langsung oleh Donny ayah kandungnya Lisia. Dengan romantisnya Juan menggandeng tangan tersebut dan mereka menuju tempat pertukaran cincin.
Perasaan gugup menghampiri Juan dan Lisia, Tapi mereka tetap berusaha menepisnya dan tersenyum manis kepada seluruh tamu undangan yang mencapai 3ribuan orang tersebut.
Juan melingkarkan sebuah cincin tepat di jari manisnya Lisia, sangat cocok dan pas cincin itu berada disana. Kini giliran Lisia yang melingkarkan cincin. Dia begitu hati-hati dalam melakukannya, Cincin itu mendarat dengan sempurna di jari pemiliknya yang sekarang.
Gemuruh tepuk tangan mengiringi kebahagiaan kedua pasangan dan keluarga tersebut. Air mata bahagia kembali menetes dari matanya Lisia. Dia tidak menyangka sekarang telah resmi menjadi tunangan dari seorang Juan, Juan Andrea yang 3 tahun yang lalu masih menjadi ketua tim basket di sekolahnya, yang dengan tiba-tiba mengatakan cinta padanya, dan yang selama 3 tahun ini pria tersebut masih mencintainya dalam diam dan dengan sangat setia.
Lisia yakin pilihannya tidak akan salah, meski saat ini hatinya masih bimbang tapi dia tetap akan berusaha untuk membuka hatinya dan mencintai Juan dengan sepenuh hatinya.
***
"Jadi mereka telah bertunangan!??? "Pria itu tampak tenang menerima imformasi yang diberikan anak buahnya.
Dia menatap beberapa artikel yang menuliskan betapa bahagia dan megahnya pesta pertunangan seorang "CEO MUDA JUAN ANDREA DAN DOKTER MUDA CANTIK LISIA QUEENZHA"
__ADS_1
Mereka menjadi pengisi artikel dan majalah hampir di seluruh penjuru kota. Sungguh pasangan yang sangat serasi!!!
Happy Reading...