Cinta Yg Berbeda Dalam Wajah Yang Sama

Cinta Yg Berbeda Dalam Wajah Yang Sama
Teman Dan Kelas Baru


__ADS_3

Aku memasuki ruangan kelasku, guru mengenalkan aku dan memberikan tempat duduk, tepat disampingku aku berkenalan dengan seorang perempuan yg bernama Marissa


Dia gadis yg baik dan juga ramah,


Aku melihat2 sekeliling kelas hingga tertuju pada seorang siswa yg duduk di sudut ruangan dan sedang membaca buku.


Dia adalah cowok yg tidak sengaja ku tabrak dan mengingat kata-katanya membuat aku jadi kesal padanya.


Akan tetapi, melihat wajah itu, semua rasa kesal ini seakan menghilang, ingin rasanya saat ini aku memeluknya, mengatakan bahwa aku sangat2 merindukannya. Akan tetapi siapa dia? Tidak mungkin Lexiku hidup kembali, ntahlah,


Huh!!! Aku membuang nafasku secara kasar.


"Lisia, kau kenapa? Apa ada pelajaran yg kau tidak mengerti? " Marissa tersenyum melihatku.


Aku bahkan tidak mendengar kata2 Marissa dan masih saja memandangi wajah yg duduknya hanya berjarak 3 bangku dari bangkuku.


"Lisia... "Marissa memegang bahuku.


"kenapa kau terus melihatnya? Apa kau mengenalnya? "


Aku terkejut mendengar kata2 marissa.


"ahh.. Itu.. Ehh"


Aku malah menjadi gugup mendengar ucapan marissa.


"Dia itu namanya Reki, dia memang terlihat sangat dingin, tapi Reki itu sangat baik kok"terangnya.


"Apa dia memiliki saudara kembar? "tanyaku.


"Yang aku ketahui sih dia anak satu-satunya dari keluarga Pratama, dia hanya punya seorang adik perempuan saja"terang Marissa.


Terjawab sudah, namanya Reki bukan Lexi, akan tetapi kenapa wajah itu bisa sama?

__ADS_1


Apa ini hukuman dari tuhan agar aku selalu merasa bersalah dengan kejadian yg menimpa Lexi?


Ntahlah,,, akupun semakin bingung dengan semuanya.


Triiiinnnggggg!!!!!


Bel tanda istirahat pun berbunyi


Beberapa siswa pun keluar dari kelas, dan ada yg tidak juga beranjak dari tempat duduknya.


"Mau ke kantin? "tanya marissa.


"Kau duluan saja, nanti aku menyusul, aku masih harus ke perpustakaan mencari beberapa buku"


Jawabku.


"Oke, aku duluan yah"Marissa pun meninggalkan aku di dalam kelas.


Aku melihat lihat beberapa buku, dan tiba-tiba saja sebuah buku terjatuh dari rak paling atas dan mengenai kepalaku.


Dukkk...


"Aw.... "aku merasa kesakitan dan memegangi kepalaku.


"Siapa suruh kau berdiri di situ" dengan santainya ia mengambil buku itu tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.


Aku melihatnya dan ingin segera mencakar cakar wajahnya


Akan tetapi...


"Kauuuu... "aku terkejut karna pria yg ada di depanku adalah Reki.


"Apa kau segitu terkejutnya melihat ketampananku? Tenang saja, aku tidak akan heran untuk hal itu, karna mungkin kau mungkin adalah orang yg keseratus atau mungkin keseribu orang yg terkejut dengan wajahku yg tampan ini " jawabnya dengan wajah dinginnya.

__ADS_1


"Dan untuk hal ini, anggap saja ini adalah balasan tadi pagi kau sudah menabrakku" segera berlalu dari hadapanku dan keluar dari perpustakaan.


Masih melihat kepergian Reki yg segera menghilang di balik pintu perpustakaan


"Hah... Apa dia tidak tau, bahkan aku sudah pernah memiliki wajah yg nyaris lebih Sempurna dari wajahnya, tidak sadar kalau wajahnya itu ada lah fotocopyan nya saja, dasar menggelikan"


Aku pun segera mengambil beberapa buku dan berlalu dari perpustakaan.


Marissa Pov


Aku melambaikan tanganku ke arah Reki, dan ia pun berjalan menuju meja di sudut kantin itu.


"Wajahmu terlihat kesal, apa terjadi sesuatu? Oh ia aku lupa wajahmu kan setiap harinya memang seperti ini" aku menjawab sendiri pertanyaan ku dan merasa geli melihat tingkah lakuku sendiri.


Reki hanya diam tak mengubris pertanyaanku.


"Oh ia Ki, kamu sebelumnya udah pernah kenal yah dengan Lisia? "tanyaku.


"Lisia siapa? "jawabnya.


"Lisia yang anak baru, yang duduknya tepat di sebelah aku itu loh, "terangku.


"Ngak tuh"jawabnya datar.


"Ngak mungkin Ki,,, dari cara dia menatap kamu tadi pagi,kayaknya ada sesuatu yg Lisia sembunyiin, dari sorot matanya mengundang banyak pertanyaan tentang kamu"


"Ternyata tu anak diam-diam udah merhatiin aku yah"jawabnya dengan senyum khasnya.


"Bukannya kamu udah biasa di perhatiin sama cewek-cewek"godaku.


"Hhmmmm.... "


Hanya itu jawaban dari mulutnya reki

__ADS_1


__ADS_2