
Lisia melangkahkan kakinya memasuki ruangan kelas, wajahnya tampak lesu padahal hari masih pagi. Sudah 2 hari Reki tidak masuk sekolah dan itu sangat berpengaruh buruk bagi Lisia.
"Masih pagi dan Wajahmu sudah seperti itu? "
Suara itu tidak asing baginya. Suara miliknya Reki.
Tapi bagaimana dia bisa berada di sekolah ini? atau karna pikiran gadis itu hanya ada tentang Reki makanya dia selalu mendengar suara khasnya. Lisia membuang semua jauh pikirannya, dia langsung mendudukkan bokongnya di bangku kelas.
"Baru 2 hari dan sekarang kau sudah mengabaikanku? "
Lisia langsung melihat dari mana datangnya suara tersebut.
"Apa aku sedang bermimpi? tapi tidak mungkin ini masih pagi. Atau jangan-jangan ini adalah hantu penunggu kelas ini? "Lisia bergidik ngeri
"Kenapa menatapku seperti itu? Kau sudah lupa dengan wajah pacarmu sendiri? "
Lisia mencubit tangannya sendiri.
Aaww.......
Dia merasa kesakitan. Ternyata Lisia tidak sedang bermimpi. Sontak Lisia langsung bangkit dari duduknya dan memeluk Reki.
"Ini beneran kamu? "
"iya memangnya siapa lagi? HANTUUU" Reki memeluknya kembali
"Bukannya kau sedang di hukum? kenapa bisa kemari? "Tanyak Lisia.
"Ntahlah, aku juga tidak tahu, tadi pagi kepala sekolah menelpon ke rumahku dan katanya aku udah bisa kembali sekolah, mungkin karena 1 minggu lagi kita sudah ujian, jadi aku mendapatkan dispensasi"Jawab Reki
Lisia tersenyum bahagia mendapati kekasihnya sudah bisa kembali ke sekolah. Jadi dia tidak perlu menahan rindu untuk segera bertemu.
*
Sepulang sekolah, Reki dan Lisia memutuskan untuk berjalan-jalan dahulu.
"Apa kau ingin naik perahu itu? " Reki menawarkan pada Lisia.
"Tidakkk... aku takut tenggelam"Lisia menolak dengan tegas
__ADS_1
"Ada aku,kenapa juga kau harus takut"
Karna sama-sama keras kepala, akhirnya Lisia mengalah kepada Reki dan menaiki perahu kecil tersebut. Lisia berusaha menghilangkan segala ketakutan di dalam hatinya.
Danau Bulan, begitu orang-orang disekitar sini menyebutnya. Karna model danau yang melengkung menyerupai bentuk bulan, jadi semua orang menyebutnya Danau Bulan.
Danau itu lumayan jauh, butuh waktu satu jam untuk sampai kesana. Tapi tidak membuat Reki patah semangat untuk sampai kesana. Karna konon kata orang tua-tua dulu, Siapa pasangan yang naik perahu di atas danau tersebut dan tidak terbalik, akan memiliki cinta yang abadi dan akan selalu bersama. Itulah yang membuat Reki bersemangat untuk datang kesana.
"Apa kau masih takut? " Reki memegang tangan Lisia untuk menghilangkan ketakutan pada Lisia.
"Hhhmmm... "jawab Lisia singkat
Sekarang mereka berdua sudah ada di atas perahu dan Reki mulai mendayungnya. Lama kelamaan Lisia sudah terbiasa, dan bahkan sekarang dia sudah memainkan air di sekitarnya.
"Kau suka? " Tanya Reki
"Apa ada hal yang aku tidak sukai ketika bersamamu? "Lisia balik bertanya
Perahu mereka mulai tidak seimbang karna Lisia terlalu bersemangat bermain air.
"Jangan banyak gerak, nanti kita jatuh"
Reki langsung menarik tangan Lisia ke dalam pelukannya agar kekasihnya tersebut tidak tenggelam.
Sekarang mereka berdua basah dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Aku sudah bilang jangan banyak bergerak. kamu sih susah di bilangin"
"Iya iya... maaf, "Lisia menyesali perbuatannya
Mereka langsung memutuskan untuk pulang. Terlebih dahulu reki singgah di toko penjual pakaian dan membeli pakaian yang pas untuk dia dan Lisia.
Seketika muncul sesuatu di pikirannya.
"Kata orang tua-tua dulu siapa yang berhasil naik perahu di danau itu akan memiliki cinta yang abadi dan bersama selamanya, trus bagaimana dengan dia dan Lisia? perahu mereka terbalik, apa itu tandanya mereka akan berpisah? tapi itu tidak mungkin, mereka pasti akan selalu bersama, mungkin saja itu hanya tahayul"batinnya.
Semenjak pulang dari danau, Reki lebih banyak memilih untuk diam, dan itu membuat perasaan bersalah pada Lisia semakin meningkat.
Lisia terus menatap Reki yang duduk di bangku kemudi. Kenapa Reki hanya diam saja? Apa laki-laki itu marah terhadapnya? apa sebenarnya yang mengganggu pikirannya.
__ADS_1
Sampai mobil berhenti di depan rumahnya Lisia, mereka hanya diam tanpa ada yang mengeluarkan suara. Seperti biasa Reki tetap membukakan pintu untuk Lisia, jadi Lisia menepis semua pikiran buruknya.
"Langsung mandi dan minum air yang hangat, agar badanmu tidak sakit"Reki melihatnya sambil tersenyum
"Siap bosss"Lisia membalas senyumannya
Lisia melambaikan tangannya ketika mobil Reki perlahan meninggalkan halaman rumahnya.
Ketika berbalik tiba-tiba Dimas kakaknya sudah ada di depannya.
Perasaan takut langsung menyelimutinya. Apa kakaknya akan marah padanya? Apa kakaknya melihat kedatangan Reki? Lisia tidak berani menatap wajahnya Dimas.
"Kenapa tidak masuk? apa kau tidak merindukan kakakmu ini? " Dimas menyilangkan kedua tangannya di dadanya.
"Aku sangat merindukanmu kak, kau sudah terlalu lama pergi, dan mana oleh-olehmu untukku? "perlahan-lahan Lisia mulai mengangkat wajahnya
"Mana pelukan untuk kakak? kau hanya merindukan hadiah dariku? "
Sontak Lisia langsung memeluk kakaknya, Tinggi Lisia hanya sampai sebatas dadanya Dimas saja.
Mereka berdua langsung masuk ke dalam rumah. Ayah dan Ibu mereka sedang duduk di ruang tamu sambil terus berbicang dengan seseorang.
Ternyata mereka sedang kedatangan tamu. Lisia langsung mendekat dan memberi salam kepada lelaki paruh baya teman ayahnya.
"Apa ini Lisia putrimu? Sangat cantik, dan andai dia berjodoh dengan anakku, pasti akan sangat serasi"
Siapa lelaki tua ini? apa urusan kedatangannya ke rumah Lisia? kenapa tiba-tiba membicarakan perjodohan dirinya?
Kedua orang tua Lisia langsung tertawa mendengar kata-kata lelaki tersebut.
"Jangan terlalu terburu-buru. masih banyak waktu, lagian anak-anak kita juga masih duduk di bangku sma"
"hahahah aku tidak memaksa Don, aku juga tidak mau memaksakan kehendak, biar kelak anak-anak kita sajalah yang memilih pasangannya masing-masing"
Doni prasetyo adalah nama ayahnya Lisia.
Lisia merasa lega mendengar jawaban lelaki tua di hadapannya. bagaimana mungkin dia memilih orang lain, sedangkan di hatinya hanya ada nama Reki Arya Pratama seorang.
Bersambung...
__ADS_1
jangan Lupa Like & Votenya yah