Cinta Yg Berbeda Dalam Wajah Yang Sama

Cinta Yg Berbeda Dalam Wajah Yang Sama
makam Lexi


__ADS_3

Jam pelajaran terakhir pun di mulai, semua siswa sibuk dalam mengerjakan tugas yg di berikan oleh guru pembimbing


"Anak-anak untuk soal halaman selanjutnya kalian selesaikan di rumah yah" buk Yasmin memecah keheningan kelas.


"Ya bu.... "jawab siswa serentak.


Trriinnnggggg...


Bel tanda pelajaran pun selesai.


"Yes... Akhirnya pulang juga" Marissa terlihat sangat bersemangat.


Aku hanya tersenyum melihat tingkah lakunya.


Semua Siswa pun satu persatu mulai meninggalkan kelas dan halaman sekolah.


Lisia Pov


Aku hanya duduk termenung di halte bus dekat sekolah tanpa ada niat untuk langsung pulang ke rumah.


"Apa aku ke makamnya Lexi dulu kali yah" pikirku.


Aku berdiri dan memanggil taxi yg sedang melintas


15menit berlalu dan akhirnya akupun sampai.


"Hai... Aku datang lagi, apa kau merasa bosan yg melihatku terus menerus datang ke sini? Kau tau tidak aku merindukanmu, aku ingin kita kayak dulu lagi, aku rindu semua tentangmu" aku berbicara di atas batu nisannya Lexi, seakan akan dia mendengar dan akan menjawab semua keluhanku.


"Apa kau tau, tadi di sekolah aku bertemu dengan wajah yg sama persis dengan wajahmu, itu kau apa tidak sih?"


"Bodoh... " aku memukul kepalaku sendiri.


"Tentu saja itu bukan kau, kalau itu kamu, kamu tidak mungkin tidak mengenalku kan?"


Tak bisa ku tahan lagi, akhirnya cairan bening itu pun menetes kembali.


"Kembalilah Lexi,,, aku mohon kembalilah? Salahkah aku jika beranggapan kalau Reki itu adalah kamu? Egoiskah aku jika menginginkan Reki harus menjadi milikku? jawab aku Lexi,Kenapa kau hanya diam saja"


Aku memukul mukul tanah merah yg ada di hadapanku.


Air mataku terus saja membanjiri wajahku.


Tanpa ku sadari dari kejauhan ternyata ada sepasang mata yg sedang memperhatikanku.


Reki Pov


Aku terus mengikutinya dari halte dekat sekolah sampai akhirnya dia berhenti di makam


"Siapa yg akan dia kunjungi di sini? Ibunya kah? Atau ayahnya?


Aiissshhh!!!!

__ADS_1


Bodoh... Kenapa juga aku harus mengikutinya sampai sejauh ini, memang nya dia siapa"


Aku memaki diriku sendiri.


Aku segera berbalik, dan akan beranjak pergi, akan tetapi kakiku tertahan, ku lihat kembali gadis itu, dia menangis.


"Kenapa dia menangis???"


Tanpa sadar kakiku pun melangkah mendekati Lisia.


Ku ulurkan tanganku dan memberikannya sapu tangan.


Dia meraihnya dan langsung menatapku


.


"Lexi... Kau kembali" Lisia langsung memelukku.


Segera ingin ku lepaskan, akan tetapi tangisannya membuat aku mengurugkan niatku.


"Kau kemana saja, apa kau sengaja membuat aku sesakit ini? Apa ini semua sudah kau rencanakan? " Lisia terus menangis di pelukanku.


"Aku bukan Lexi. "perlahan ku lepas pelukannya Lisia.


"Jangan berbohong padaku lagi, aku sudah tak ingin kehilangan lagi" Lisia terus ingin memelukku.


"Heiii... Ini aku Reky " aku memegang wajahnya agar melihat wajahku.


Ia mundur beberapa lagkah.


"Kenapa kau kesini? "


Seketika wajah Lisia berubah menjadi dingin.


"Pergilah, aku tak ingin kau ada disini"


Lisia kembali duduk di samping makam itu, dan tak sengaja aku melirik nisan yg bertuliskan Lexi Danu Wijaya.


Meski ia sudah menyuruh pergi, tetapi ntah kenapa kakiku tetap saja tidak mau melangkah.


Kudengar kembali Lisia berbicara sendiri


"Lexi, aku pulang dulu yah, tenang saja nanti aku masih akan kembali lagi untuk mengunjungimu lagi, aku merindukanmu Lexi"


Lisia mencium batu nisan tersebut.


Tanpa melihat dan berbicara padaku lagi, Lisia berlalu dan meninggalkanku.


Aku hanya melihat kepergiannya yg semakin lama semakin tak terlihat


Flashback

__ADS_1


Hari ini aku harus terlihat sempurna, aku bersiap siap di dalam kamarku, karna hari ini aku akan menyatakan perasaan cintaku pada gadis yg selama ini menghantui pikiranku.


Lexi pov


"Aku yakin pasti Lisia akan menerima cintaku" aku berbicara pada bayangan diriku di dalam cermin


Kusemprotkan parfum kesukaanku agar terlihat lebih tampan lagi dan pastinya lebih wangi.


Aku menaiki mobil kesukaanku dan melajukan kecepatan sedang menuju taman tempat aku dan Lisia akan bertemu.


TAMAN KOTA


Dari kejauhan kulihat gadis pujaanku tersebut sedang duduk di bangku taman, yah aku tau dia pasti menunggu kedanganku.


"Hai Lisia, maaf aku terlambat, apa kau sudah lama?" tanyaku sambil tersenyum melihatnya.


"Ngak kok, aku juga baru sampai" jawabnya.


Ia menggeser duduknya agar aku bisa duduk di sampingya.


Sejenak keheningan terjadi di antara kami


Cukup lama, aku bahkan merasa gugup, bahkan tidak tau harus memulai dari mana.


"Oh ya... "


Aku mengucapkan kata kata yg sama dengan Lisia.


"Kau duluan saja mau ngomong apa" ia kembali tersenyum.


Aku tak tau sampai kapan harus melihat senyumnya yg manis itu, bisa bisa kalau terus melihat hatiku akan meledak.


"Mmmmmm.... Aku ngak tau mau mulai dari mana, aku ngak bisa bersikap romantis, aku Juga ngak bisa mengarang puisi yg indah, aku juga ngak bisa memuja dan menyanjung yg berlebihan, tapi yg jelas, sejak awal bertemu, sejak awal melihatmu, aku menyukaimu Lisia"


Aku langsung to the point aja agar kegugupan yg ku alami juga cepat berlalu.


Lisia hanya diam, mungkin ia sedang memikirkan kata kataku barusan, atau mungkin ia akan menyiapkan seribu kata kata penolakan.


Yah gimana lagi, Lisia adalah salah satu cewek populer dan berprestasi di sekolah, banyak yg menginginkan dia menjadi sekedar teman bahkan pacaran.


Aku mulai gelisah


5menit berlalu tapi Lisia masih terus saja diam dan memandang air mancur yang ada di tengah tengah taman kota.


"Kalau belum bisa menjawab tidak apa apa, mungkin kau butuh waktu untuk semua ini" aku kembali berbicara memecah keheningan di antara kami.


"Baiklah, aku akan memikirkannya kembali, beri aku waktu, kalau sudah waktunya aku pasti akan memberi tahu apa jawabanku"


Lisia melihatku dengan senyuman khas di wajahnya.


Akupun mengangguk dan tersenyum kembali melihatnya.

__ADS_1


****


__ADS_2