Cinta Yg Berbeda Dalam Wajah Yang Sama

Cinta Yg Berbeda Dalam Wajah Yang Sama
Mencoba Untuk Melepaskan


__ADS_3

Marissa masih terus merasa bingung melihat sifatku yang berubah drastis.


Mungkin dia merasa sahabat yang ia anggap pendiam bisa bersifat angkuh seperti itu.


"Kenapa terus melihatku seperti itu? "


"Apa ini beneran Lisia? "ia mencubit pipiku


"Aww.. sakit tau"sambil memegangi pipiku yang memerah bekas cubitannya


"Ternyata ini beneran bukan mimpi. Ternyata gadis lugu pendiam sepertimu bisa berkata sesombong itu juga"Marissa cecengesan melihatku


"Jangan berlebihan seperti itu, hanya saja aku sudah muak melihat sikapnya yang berlebihan seperti tadi. Udah itu saja, ngak ada yang lain" Aku kembali meminum es jerukku


"Apa memang orang tuamu sekaya itu? ehh.. maksudku aku tau orang tuamu memang kaya, tapi aku juga ngak tau akan sekaya itu"Ia melihatku penuh selidik


"Sudahlah lupakan"


Aku beranjak dari kantin meninggalkan Marissa yang masih memiliki seribu macam pertanyaan di otaknya.


Aku hendak akan memasuki kelas, tiba-tiba kakiku seperti tertahan melihat Salsa duduk tepat di sampingnya Reki.


Panas dingin langsung melanda badanku.


"Apa-apaan ini"batinku


Reki hanya fokus membaca buku yang ada di genggamannya, tanpa melihat ke arah Salsa yang terus-terusan ingin menempel kepadanya seperti keong sawah saja.


"Reki,,, kenapa kamu lakuin ini semua, kamu tau kan kalau aku tuh udah suka dari dulu sama kamu, kenapa malah kamu jadiannya sama si anak baru yang jelas-jelas kita belum tau asal-usulnya"


Reki hanya diam tanpa merespon sedikitpun perkataan Salsa.


"Aku tau, kamu hanya ingin bermain-mainkan dengan dia"

__ADS_1


Seketika aku penasaran apa yang akan di jawab oleh Reki. Apa benar dia hanya ingin bermain-main denganku.


Sepertinya mereka berdua tidak menyadari kehadiranku. Atau mereka berdua hanya pura-pura saja tidak melihatku.


Tiba-tiba Salsa melihat ke arahku.


Dengan senyum devilnya, ia semakin mendekat ke arah Reki.


"Sialan... "batinku


Ingin rasanya saat ini aku memcakar-cakar wajahnya yang memuakkan itu. Akan tetapi semua ku tahan.Aku ingin tau seperti apa reaksinya Reki.


"Kau juga suka denganku kan, jangan bohong Reki aku juga tau seperti apa perasaanmu, Kau bahkan sangat tergila-gila denganku kan" Salsa menyandarkan kepalanya ke bahu Reki sambil tersenyum melihatku.


Sepertinya persediaan oksigen disekitarku mulai menipis, wajahku memanas, hatiku terasa sangat sakit, Air mata sudah akan mulai menetes dari kedua bola mataku, tapi ku tahan, aku tidak ingin terlihat lemah di hadapan siluman ular tersebut.


Reki mendorong pelan kepala Salsa, ia mengibas-ibaskan tangannya di bekas sandaran kepala Salsa.


Seketika mataku dan matanya saling bertatapan. Aku berfikir ia akan mengabaikanku, toh sikap dinginnya telah kembali menguasai dirinya.


Ketika hendak keluar dari dalam kelas, ternyata ia meraih dan menggenggam tanganku, sangat di luar pemikiranku.


****


Disini, di taman belakang sekolah aku dan Reki duduk sambil aku menyandarkan kepala di pundaknya, Setetes cairan bening keluar begitu saja dari mataku.


Rasanya masih begitu panas melihat kekasihku di goda oleh gadis lain.


Ia memegang lembut wajahku.


"Jangan menangis, aku tidak suka melihatmu seperti ini" ia menghapus air mataku


"Berjanjilah untuk tidak menangis lagi, aku benar-benar tidak suka melihatnya"

__ADS_1


Aku hanya mengangguk mengiyakan kata-katanya Reki.


Reki memelukku, aku merasa sangat nyaman berada di pelukannya seperti sekarang ini.


Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang terus mengawasi gerak-geriknya mereka.


Antara perasaan senang, sedih, marah itulah yang sekarang dia rasakan.


Melihat gadis itu tersenyum ia merasa sangat bahagia, tapi di lain sisi melihat gadis itu nyaman berada di pelukan orang lain membuat ia juga sangat menderita.


Yah Juan Andrea, Lelaki yang selalu mengawasi keberadaannya Lisia, dia selalu memperhatikan secara detail kemana dan sedang apa yang dilakukan oleh gadis impiannya. Dia tidak ingin gadis itu terluka walau hanya sedikit saja.


"Andai memang kau bahagia berada disisinya maka aku akan melepaskanmu, tapi sekali saja dia menyakitimu, dia akan tau akibatnya" Batin juan


****


@Juan Pov


Sekarang dia merasa sangat susah untuk mendekati gadis pujaannya. Yah dimana ada gadis itu akan selalu ada bodyguard di sampingnya, Yah siapa lagi kalau bukan Reki Arya Pratama.


Sering dia memperhatikan gadis itu, dia sekarang merasa kalau Lisia telah baik-baik saja.


Setiap hari senyum selalu terpancar indah yang menambah kecantikan di wajahnya. Yah berpacaran dengan Reki telah membuat gadis itu menjadi tampak semakin berkilau.


Entah kapan ia akan memiliki kesempatan untuk bersama dengan gadis impiannya itu.


Dia berharap suatu hari nanti dia akan mendapatkannya, dan untuk saat ini, dia mencoba untuk tidak mengganggu dan membiarkan saja Lisia menikmati hari-harinya bersama dengan Reki.


Like


Coment


Vote

__ADS_1


__ADS_2