Cinta Zena

Cinta Zena
kejutan


__ADS_3

Sampai di hotel , ternyata semua teman-teman Samuel sudah bersiap hendak melakukan kegiatan. Dan mereka sangat terkejut, ketika melihat Samuel turun dari mobil bersama seorang wanita cantik. Mereka saling berbisik-bisik membicarakan Samuel.


Samuel tidak memperdulikan teman-temannya bahkan dia malah sengaja bersikap mesra dengan Sinta di depan teman-temannya. Berusaha membuat dirinya terlihat bangga bisa bersama Sinta walaupun sebenarnya dia sangat bangga sih.


Sinta memberikan senyum manisnya sebelum dia melangkah pergi untuk bekerja. Setelah Sinta pergi, beberapa rekan kerjanya mendekatinya.


"Bara, siapa lagi dia. Gebetan baru?" tanya Dodi sambil menepuk bahu Samuel.


Semua menunggu jawaban Samuel.


"Cinta pertamaku dan sekarang dia calon istriku," jawab Samuel sambil tersenyum.


"Wah, hebat. Jadi kamu selama ini tidak serius pacaran karena gadis itu?!" tanya Dodi lagi.


"Begitulah."


Semua mata memandang kearah Samuel yang tingkahnya seperti anak remaja yang baru jatuh cinta.


******


Sementara acara fashion show di hotel Zaka segera dimulai. Semua orang sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Tak terkecuali Zena. Zena menyiapkan baju dan pakaian yang akan dipakai oleh para model dibantu beberapa karyawannya.


Beberapa peragawati berlenggak lenggok diatas catwalk dengan menampilkan pakaian koleksi butik keluarga Zee dari desainer perusahaan dan juga dirinya. Terakhir koleksi pakaian Zee yang terlihat sangat elegant mengakhiri acara fashion show hari ini.

__ADS_1


Semua sibuk hingga akhir acara dan semua berakhir sukses. Saat Zee dipanggil keatas panggung dan menerima bunga, tiba-tiba datanglah seseorang yang mendekatinya.


"Bryan..." gumam Zee.


Bryan datang dengan pakaian rapi dan terlihat sangat mempesona. Semua mata tertuju padanya termasuk Zaka. Bryan berhenti saat berada di dekat Zena. Dia tersenyum pada Zee sambil meraih mic yang ada di tangan Zee.


"Selamat malam semua, maaf jika malam ini saya mengganggu acara fashion show kalian. Saya hanya ingin memberi kejutan kepada calon istri saya. Sekaligus saya ingin mengumumkan bahwa kamu akan segera menikah. Dan kami mengundang seluruh yang hadir disini untuk datang di hari pernikahan kami nanti. Undangannya segera menyusul."


"Bryan," ucap Zee sekali lagi.


"Kenapa, terharu. Sini aku peluk."


Bryan memeluk Zee dengan mesra. Tak terasa Zee meneteskan airmatanya, Zee sungguh menangis tapi menangis bahagia.


Zaka melihat kemesraan Zena dan Bryan dengan kesal. Zaka benar-benar merasa seperti orang jahat yang tidak suka melihat kebahagiaan mereka.


Tepuk tangan meriah mengiringi tangis kebahagiaan Zena dan Bryan.


Esoknya, Bryan sudah tidak sabar untuk menemui Zee. Dia datang kerumah Zee sekaligus meminta izin pada orangtua Zee untuk mengajak Zee pergi membeli cincin pernikahan.


Tok tok tok...


Ibu Keni membuka pintu karena kebetulan dia sedang lewat.

__ADS_1


"Eh...nak Bryan. Mari masuk," kata bu Keni mempersilahkan Bryan masuk.


"Siang tante. Zee nya ada?" tanya Bryan sambil melihat kedalam rumah.


"Ada. Duduklah dulu, biar Tante panggilkan."


"Terimakasih Tante," ucap Bryan sambil tersenyum.


Bu Keni bergegas menuju kamar Zee. Tak lama, beliau sudah kembali sambil tersenyum.


"Maaf nak Bryan. Zee lagi ganti pakaian dulu. Sebenarnya kalian akan pergi kemana?" tanya bu Keni.


"Sekalian minta izin sama Tante, mau mengajak Zee membeli cincin pernikahan," jawab Bryan.


"Bagus itu. Memang harus pergi berdua. Biar pas kan?" kata bu Keni.


"Setelah itu mampir jalan-jalan dulu," kata Bryan malu.


"Kalau itu adalah urusan kalian anak muda. Asal kalian senang dan tidak melewati norma tante oke saja."


"Terimakasih tante."


Cukup lama Bryan menunggu. Memang seperti itulah wanita, hanya pake make up dan berganti pakaian pasti membutuhkan waktu lama. Padahal Zee bukan lama memakai make up atau berganti pakaian tetapi Zee sedang mempersiapkan diri untuk berterus terang pada Bryan tentang masa lalunya dengan sahabat Bryan, Zaka. Apapun hasilnya dan apapun keputusan Bryan itu adalah masa depan Zee selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2