
Siapakah Samuel?!
Samuel, lelaki berusia 23 tahun adalah teman sekolah Sinta sewaktu SMP dan SMA. Dia sudah mencintai Sinta sejak di SMP. Namun Sinta tidak membalas cinta Samuel tapi Sinta selalu memanfaatkan cinta Samuel untuk mencapai tujuannya.
Samuel seperti anak ayam yang selalu menurut apa yang dikatakan Sinta. Samuel bukan lelaki bodoh, tapi karena cinta dia tidak peduli dikatakan bodoh.
Samuel termenung mengingat permintaan Sinta kepadanya. Permintaan yang mungkin tidak seharusnya dia lakukan.
Seperti waktu itu, Sinta datang menemui Samuel di rumahnya.
" Ada angin apa yang membawa gadisku kemari," tanya Samuel sambil tersenyum.
" Aku sedang sedih," kata Sinta agak manja.
" Emang ada apa, siapa yang membuat kamu sedih?" tanya Samuel kesal.
" Ada seorang wanita yang sedang mendekati Zaka. Aku kesal sekali karena Zaka sepertinya juga menaruh hati padanya," kata Sinta sambil merengek.
" Sebenarnya aku heran sama kamu. Kamu mencintai Zaka sudah beberapa tahun lamanya tapi tetap tidak ada kemajuan. Dan kamu masih tetap bertahan. Dia yang hebat atau kamu yang bodoh?!" kata Samuel.
" Tolonglah aku sekali ini saja," Sinta memohon.
" Hanya sekali?! Yang kemarin-kemarin tidak kamu hitung?!" kata Samuel.
" Samuel. Aku tahu aku sudah terlalu banyak menyusahkan kamu. Tapi kali ini sangat penting untukku," kata Sinta sedih.
" Baiklah tapi ini yang terakhir. Apa kamu tidak pernah memahami perasaanku, cintaku kamu tolak tapi aku masih terus mengejarmu dan kamu mengejar cinta pria lain," kata Samuel mengeluh pada Sinta.
" Maafkan aku, tapi aku tidak bisa memaksa hatiku untuk menerima cintamu," kata Sinta.
" Sudahlah, tidak apa-apa. Aku senang bisa membantumu. Katakan apa yang harus aku lakukan?!" tanya Samuel sambil tersenyum getir.
Sinta menjelaskan apa yang harus Samuel lakukan. Mulai dari mendekati Zena dengan cara yang alami agar Zena tidak curiga. Membuat Zena jatuh cinta pada Samuel dan membuat Zena jauh dari Zaka.
Samuel sebenarnya tidak begitu suka dengan permintaan Sinta kali ini, tapi demi cintanya pada Sinta apapun akan Samuel lakukan.
__ADS_1
Pada akhirnya, Samuel mendekati Zena dengan mempelajari hobby Zena yaitu bermain basket.
***
Zena tidak menunjukan bahwa dia sudah tahu rahasia Samuel. Zena ingin ikut bermain sandiwara seperti yang Samuel dan Sinta rencanakan.
Zena ingin mereka mengira bahwa Zena sudah terjebak dalam rencana mereka. Sudah ada banyak rencana di pikiran Zena untuk membalas perlakuan mereka.
Kali ini Zena sementara mengalah untuk rencana yang lebih besar. Biar mereka merasa di atas angin dan mereka pasti akan lengah suatu saat nanti.
Samuel mengajak Zena nonton film romantis, tapi Zena menolak dengan alasan Zena lebih suka film laga. Samuel menurut saja keinginan Zena untuk menonton film laga. Sayang, rencana Samuel untuk lebih mesra dengan Zena gagal.
Samuel tidak putus asa. Dia mengajak Zena pergi ke sebuah wahana bermain. Banyak permainan di sana yang ingin Samuel mainkan dengan Zena.
Zena hanya termangu, selama ini dia tidak pernah pergi ketempat seperti ini. Dan ini yang pertama kali. Tapi demi tujuannya, Zena mencoba menikmati permainan demi permainan yang menantang.
Mungkin Samuel berharap dia ketakutan dan bersandar pada Samuel, karena itu dia mencoba merasa ketakutan dan bersandar pada Samuel. Samuel merasa sangat senang sekali sudah bisa membuat Zena membutuhkannya.
Zena berusaha membuat Samuel menjadi orang yang penting dalam hidup Zena dengan selalu mengandalkannya di semua permainan.
Satunya adalah Zaka Dan satunya lagi Zaedan. Melihat Kemesraan mereka, Zaka akhirnya pulang dengan penuh rasa cemburu dan kesal. Tapi dia sadar, Zaka tidak memiliki hak untuk marah karena Zaka dan Zena tidak ada hubungan apapun.
Sementara Zaedan terus mengawasi Zena dan Samuel dari kejauhan. Setelah Zena dan Samuel pulang, Zaedan segera menghubungi seseorang.
" Hallo paman, Zena baik-baik saja. Paman tidak perlu khawatir. Saya selalu mengawasi Zena di manapun dia berada tidak akan lepas dari pengawasanku," kata Zaedan Yang segera menutup teleponnya.
Zaedan adalah orang kepercayaan ayah Zena yang ditugaskan untuk mengawasi Zena. Mungkin jika Zena tahu, Zena pasti akan sangat marah pada Zaedan.
***
Sinta kembali mencoba mendekati Zaka. Dia mencoba memanas-manasi Zaka tentang hubungan Zena dengan Samuel.
" Zaka, aku ingin minta maaf karena aku sering ingin ikut campur urusan pribadimu. Sebenarnya aku tidak bermaksud begitu. Aku hanya..." kata Sinta.
" Tidak apa-apa Sinta. Aku mengerti. Aku juga minta maaf karena terlalu terus terang padamu," kata Zaka sambil melihat Sinta.
__ADS_1
" Seharusnya aku sadar sejak awal, dan tidak terlalu berharap banyak bahwa suatu saat kamu akan bisa mencintai aku. Sejak hari ini, aku memutuskan untuk menjadi teman kamu saja," kata Sinta walaupun dalam hatinya masih tidak terima.
" Terimakasih Sinta. Kamu sudah mau mengerti perasaanku. Semoga kita bisa menjadi teman yang baik," kata Zaka sambil tersenyum.
" Oh ya, asistenmu tidak kelihatan. Apakah ada tugas luar?" tanya Sinta memulai siasat.
" Dia sedang izin makan diluar," jawab Zaka kesal.
" Jadi benar jika dia sudah mempunyai kekasih?!" tanya Sinta.
" Entahlah, aku tidak tahu. Itu bukan urusanku," jawab Zaka.
" Tapi mereka tampak cocok sekali menjadi pasangan," kata Sinta sambil tersenyum.
" Pasangan?! Apanya yang cocok menjadi pasangan. Laki-laki itu terlihat sangat licik. Aku rasa dia ada niat buruk pada Zena," kata Zaka kesal.
Sinta kaget mendengar perkataan Zaka. Jangan-jangan Zaka tahu tentang Samuel.
" Apa kamu kenal dia?" tanya Sinta penasaran.
" Tidak. Aku sama sekali tidak mengenalnya. Ini hanya naluri seorang laki-laki," jawab Zaka.
Sinta menarik nafas lega.
" Menurutku dia lumayan, ganteng dan Zena cantik. Jadi pas menurutku. Tapi itu urusan percintaan mereka, aku juga tidak ingin ikut campur," kata Sinta sambil menghela nafas pelan.
Zaka mulai memikirkan hubungan Zena dan Samuel. Apa benar mereka sedang pacaran. Tidak mungkin Zena secepat itu bisa melupakannya.
Zaka menyibukkan diri dalam pekerjaannya. Berharap bisa menghilangkan bayangan Zena yang sedang bermesraan dengan Samuel. Namun semua itu sia-sia karena Zena tetap saja tak bisa dihapusnya dari pikirannya.
Zaka mulai kesal sendiri dan memukul meja dengan cukup keras untuk melampiaskan kekesalannya. Hatinya sakit dan dadanya terasa sesak menyimpan cinta pada asisten cantiknya, Zena.
Cinta yang tidak pernah bisa dia ucapkan karena gengsinya yang terlalu tinggi. Sejak Zena masih berpenampilan culun dan sanggup membuatnya jatuh hati karena kepolosannya.
Kini setelah dia berubah cantik dan modis, Zaka malah semakin tidak bisa menyatakan cinta karena merasa Zena bukanlah Zena yang polos yang dia cintai.
__ADS_1
Tapi Zaka juga tidak bisa membohongi hatinya, bahwa Zena yang sekarang semakin membuat Zaka tergila-gila pada Zena.