CLBK

CLBK
Jadian


__ADS_3

Sabtu pagi Zaky sudah siap dg rencananya untuk mengajak Dyra sepulang sekolah nanti. Pagi ini dia minta ijin agar berangkat sendiri naik motor, kebetulan Umi dan kakaknya sedang sibuk. Diantara semua keluarga Zaky yang paling protektif adalah kakaknya. Zahrany ,itu nama kakaknya Zaky, mereka 2 bersaudara.Dia tidak mau Zaky mengalami pengalaman yang seperti dia alami,yaitu selalu ditipu oleh pria gombal,yang hanya memanfaatkan kekayaan orang tuanya. Zaky mengerti dengan sikap kakaknya yang over protektif itu.Sampai sekarang kakaknya belum juga menikah, karena dia trauma terhadap laki\-laki.


Zaky mengeluarkan motornya dari garasi,setelah pamit pada uminya.


Ia mengendarai motornya dengan santai, karena sekarang hatinya sedang berbunga-bunga.Sampai di sekolah, ia menaruh motornya di tempat parkir.Tidak banyak anak yang datang, karena masih terlalu pagi.


Ia sengaja tidak langsung masuk kelas, tapi ia memilih duduk di taman samping sekolah.


Dyra berangkat ke sekolah sendirian, karena Dika adiknya sedang sakit selama dua hari ini. Biasanya sang ayah akan mengantarkan, tapi karena kerja malam, dan kebetulan belum datang,jadi Dyra berangkat sendiri.


"Bunda, Dydy berangkat dulu ya?" kata Dyra


lalu bersalaman pada Bundanya.


"Iya sayang, hati-hati ya Nak?" jawab bundanya


Bundanya mengantarkan sampai depan rumahnya.Dyra berjalan menuju sekolah.

__ADS_1


Sampai pintu gerbang sekolah, ia menoleh ke arah taman samping sekolah, ia melihat Zaky sedang duduk disana, sambil membaca buku.Dyra mau menghampirinya, tapi ragu-ragu karena sejak pertemuannya di kantin waktu itu membuatnya menjadi tidak percaya diri.Akhirnya Dyra memutuskan untuk langsung ke kelas, ternyata disana sudah ada Wita sahabatnya.Mereka saling tegur sapa, lalu membahas mata pelajaran.


Beberapa menit kemudian bel sekolah pun berbunyi. Zaky sudah masuk ke kelas tanpa Dyra sadari,yang lagi ngobrol serius dg Wita.


Dyra tidak berani menoleh ke arah Zaky, tapi hatinya menginginkannya.


Pelajaran terus berlangsung, anak-anak masih belum ada yang bicara, suasana kembali hening,seperti biasa mereka disibukkan dg soal-soal yang luar biasa menguras otak.Pelajaran pertama selesai, mereka merasa lega bisa bernapas walau beberapa menit, setelah sang guru keluar dari kelas. Suara berisik pun terdengar, mereka mengubah posisi duduknya, yang tadinya tegang sekarang mereka bisa merilekskan badan,mencairkan otak yang mulai beku karena soal-soal yang membosankan.


Kriek....suara pintu terbuka, ternyata seorang guru baru masuk ke kelas.


"Pagi Anak-anak?" suara nyaring sang guru


Suasana kelas kembali sunyi,mereka mendapat ulangan dadakan,tidak ada satupun dari mereka yang protes,dg adanya ulangan dadakan tersebut.Dari dulu kelas ini memang terkenal dg kelas favorit dan anak anak yang sportif,murid-muridnya adalah murid pilihan,dg IQ diatas rata-rata,dan kebanyakan dari mereka adalah anak yang aktif dalam kegiatan apapun.Bahkan semua guru yang mengajar di kelas ini, tidak ada yang mengeluh, tidak sedikit pula dari beberapa guru yang rela mengeluarkan uang,


untuk membeli hadiah kepada mereka yang berprestasi dalam setiap mata pelajaran.


Teeet.... bel istirahat pun tiba, Zaky memulai aksinya,untuk mendekati Dyra.

__ADS_1


"Hai Dy?"panggilnya lembut


" Eh,iya ada apa, Zaky?"sahut Dyra gugup


"Nanti pulang sekolah ikut aku ya?" katanya


"Ehm, kemana?" tanya Dyra


"Ayolah nanti Kamu akan tau!" kata Zaky


"Terserah nanti deh?" jawab Dyra


"Pliiis, kali ini aja?" kata Zaky memohon


"Hem,baiklah!" jawab Dyra


Setelah istirahat, anak\-anak melanjutkan mata pelajaran seperti biasa, sampai jam pulang sekolah pun tiba.

__ADS_1


Zaky menunggu Dyra di depan sekolah, Dyra menghampirinya. Mereka berboncengan naik motor, menuju ke arah taman yang tidak jauh dari sekolah. Karena merasa lapar Mereka memesan bakso ,yang ada di sekitar taman, Zaky dan Dyra makan dg santai.


__ADS_2