
Dyra sekarang pergi jalan-jalan sama Zaky, dengan naik motor.
"Hei Bro itu kan gue yang bawa sepeda motornya? " Tegur Bimo
"Oh iya terima kasih sudah di bawain, tapi aku ambil lagi ya ,hehehe ?" ucap Zaky
"Ah awas aja ya kalo sampai Dydy kenapa-kenapa! " ancamnya
"Eh kenapa emang, kok kamu yang sewot."
"Dy, jangan buat dia sakit lagi ya? "
"Hah.. kok bisa aku sih Bim. "
"Ya dia itu kan bucinnya kamu ."
"Eh emang kamu gak ,,,sama Si Wita? "
"Ya tapi gak sampai sakit gitulah, kalau cuma ditinggal pergi sebentar, lebay mah doi loe. "
"Ya sudah aku jalan dulu ya? "
Mereka pun berjalan dengan pasangannya masing-masing. Entah kemana, tapi mereka punya acara sendiri.
"Dy, pegangan dong."
"Ini sudah pegangan Zak."
"Aku ngebut ya! "
"Terserah. "
Dengan berpakaian seragam mereka pergi ke taman bermain di yang tidak jauh dari rumahnya Dyra. Ternyata disana ada banyak anak sekolah yang pergi kesana. Tidak hanya anak SMA, tapi anak SMP maupun SD datang kesana. Taman itu sangat indah, karena terdapat berbagai macam tanaman disana. Mulai dari pohon yang rindang, untuk menghirup udara segar. Bunga-bunga yang cantik dan warna-warni. Bahkan ada juga kolam ikan hias. Tiap masuk ke tempat itu mereka hanya membayar tiket minimal seribu rupiah per orang. Ya itu sangatlah murah, karena uang itu hanya untuk membayar satpam dan petugas kebersihan. Meskipun ada petugas kebersihan, peraturan disana tentang membuang sampah sembarangan tetap berlaku .Bahkan ketika ada yang kelihatan membuang sampah sembarangan, mereka akan kena denda. Satpam disana tidak hanya bertugas menjaga parkiran, tapi mereka akan berkeliling untuk melihat kalau ada pengunjung yang tidak menaati peraturan. Pernah ada beberapa anak yang membuang sampah sembarangan, saat akan di denda mereka tidak punya uang. Sehingga satpam itu menghukum mereka untuk membersihkan sampah. Ada juga anak yang memetik bunga untuk diberikan pada pacarnya, mereka pun mendapatkan hukuman yaitu membeli bunga yang serupa dan di tanam disana. Zaky dan Dyra duduk di kursi taman, sambil menikmati es krim, yang telah mereka beli sebelumnya. Karena didalam taman itu tidak boleh orang berjualan. Siapapun boleh makan, minum, disana asal jangan lupa untuk membersihkan kembali. Orang dari mana saja suka pergi ke taman bermain itu. Mereka ada yang menemani anaknya bermain, ada juga yang hanya sekedar berselfi ria. Tempat itu sangat terbuka dan tidak akan dibiarkan jika ada orang yang ingin tidur, apalagi berbuat mesum. Taman itu akan ditutup pada jam sepuluh malam. Saat ini Zaky dan Dyra sedang asyik berselfi bersama. Mereka tidak peduli orang lain yang berada di sekitar taman itu. Pada saat Zaky sedang memotret Dyra tiba-tiba ada dua orang yang ikut foto di sampingnya.
"Hei,,, kalian merusak suasana aja! " ucap Zaky, Dyra hanya tertawa lepas melihat Zaky yang kesal terhadap dua sahabatnya itu, siapa lagi kalau bukan Bimo dan Wita.
"Oh,, jadi dari tadi cuma disini, gak kemana-mana? " kata Bimo
" Emang mau kemana? "
"Ya kemana gitu,,, makan bakso ayam apalah terserah. "
"Emang kamu acaranya cuma makan saja. "
__ADS_1
"Iya dong."
"Emang kalian dari mana aja sih? " tanya Dyra
"Dari mana,,, cuma main basket, lalu makan bakso. " Jawab Wita
"Wah,wah,wah,,jadi kamu cuma disuruh nemenin dia main basket, paling juga jadi penonton, hahaha. " ejek Zaky
"Ya lebih seru kali, dari pada loe cuma bucin-bucinan aja, gak bosen apa? "
"Mana ada bosen, ya senang dong, ya kan sayang. "
"Huh... sayang,,, melayang loe Dy.... "
"Kalian tunggu sini ya, aku mau beli minuman sama Wita, daaa,,, eh jagain cintaku ya Bim, awas kalo berantem!"
"Yeh,,, sok-sokan sayang,, biarin Zaky gue ajak kenalan sama cewek lain disana tuh. "
"Boleh... " Zaky melotot mendengar jawaban Dyra yang tidak masuk akal. Bagaimana bisa dia sesantai itu menyetujui candaan Bimo.
"Sudah Bro,, tenang,,, itu hanya gurau aja kok,, lagian Dydy mana rela loe punya pacar baru. "
"Ah... kamu itu, kalau ngomong di saring dulu lah, aku jadi khawatir gimana nanti kalau kita sudah lulus sma ya. "
"Mana dia mau, katanya masuk mau menikmati masa muda. "
"Hahaha, jadi kamu ditolak mentah-mentah? "
"Siapa yang ditolak mentah-mentah? " tanya Wita yang mendengar percakapan mereka.
"Ah, sudahlah mana minumannya aku haus. "
"Yah dari tadi minum apaan Zak, makanya jangan berduaan aja, tapi gak ada makanannya."
"Tadi sih udah, tapi setelah ada kalian aku jadi haus. "
"Heemmm."
"Kalian tuh ya masih aja suka banget ganggu orang kencan, aku pikir setelah kalian punya pasangan, gak akan ganggu kita lagi, tapi ternyata kalian berdua sama aja, emang kalian cocok ya, serasi banget. "
"Ini kebetulan aja Bro, tadi liat kalian disini sekalian gabung aja. "
"Eh udah sore, ayo pulang Zak! "
__ADS_1
"Iya deh, besok kesini lagi ya. "
"Boleh, ayo! "
"Eh tunggu, kok gak ngajak kita pulang sih! "
"Kamu kan baru datang, lanjutkan aja. "
"Gak ah, udah pada sepi juga. "
"Ayo Beb, kita pulang! " ajak Bimo
"Beb, Beb, uhuy.." goda Zaky
"Iri Bro,,, bilang dong! "
"Cih apaan. "
Sampai diparkiran Zaky dan Bimo terus main sindir-sindiran. Mereka tidak ada bosannya saling sahut-sahutan . Sementara kedua kekasihnya itu hanya geleng kepala melihat dua cowok ganteng itu saling menyerang melempar kata-kata candaan. Hingga mereka terpisah di depan rumah Bimo, karena Bimo harus turun dari motornya Wita. Kini Wita harus menyetir sendirian sebab sang kekasih sudah sampai di rumahnya. Wita segera pamit untuk pulang terlebih dahulu pada kedua pasangan yang terlihat mesra itu. Zaky mengantarkan Dyra ke rumahnya.
"Hati-hati Zaky, makasih ya,,assalamualaikum."
"Waalaikumussalam ...cantik. "jawab Zaky sambil menampilkan senyuman manisnya.
Dyra pun segera masuk ke rumahnya setelah sang pujaan hatinya pulang. Dyra masih teringat senyuman sang kekasih yang begitu menggoda iman. "Zaky, Zaky." ucapnya
Zaky pun masih saja membayangkan senyuman kekasihnya yang terlihat lebih cantik . Ia tidak tahu apakah setelah ini bisa hidup lebih tenang, karena kedua orang tuanya sudah merencanakan sesuatu buat Zaky.
Dia harus kuliah di luar negeri bersama dengan sepupunya. Disana Zaky akan mengasah kemampuan untuk menjadi pemimpin perusahaan yang telah di persiapkan oleh ayahnya. Zaky benar-benar tidak sanggup jika harus berpisah dari gadis cantik yang baru dikenalnya saat dia memasuki kelas tiga.
"Ky, kok melamun ?"
"Eh Umi, pulang sama siapa? "
"Minta antar sama Pak satpam. "
"Mi,, "
"Ada apa Ky ?"
"Ehm... aku kuliah di universitas yang ada di Indonesia saja ya,, kan sama aja Mi. "
"Ky, itu sudah menjadi keputusan Abi, gak bisa di bantah."
__ADS_1
"Baiklah, Umi, Zaky mau ke kamar dulu. "