
"Pagi Bun?" sapa Dika yg baru pulang dari joging .
Joging merupakan kebiasaan Dika dari kecil bersama ayahnya.Tapi sejak dia sudah lulus SD, Dika lebih banyak bermain dengan temannya.Apalagi sang ayah sibuk bekerja setelah diterapkan shift malam.Mereka jarang joging bersama lagi kecuali hari libur .
"Pagi ...sendirian aja mana temanmu?"
"Langsung pulang kan mau sekolah ."
"Oh..iya bunda lupa, bunda pikir sekarang minggu."
"Ah bunda ,,belum jadi nenek sudah pikun aja."
"Ih... kamu ya ...,sana panggil kakakmu suruh sarapan ,ganti baju kok lama amat." Perintah bundanya
"Ok bunda." ucap Dika dan langsung ke kamar mandi setelah mengambil handuk dari jemuran.
Dika tidak segera memanggil kakaknya ,karena dia tau kalau kakaknya itu lama banget kalau sedang ganti baju.Padahal cuma seragam ,dandanan juga tipis aja,paling cuma bedak,pikir dika sambil mengguyurkan air ke badannya.
Tok,tok,tok,tok...
Tidak ada sahutan dari kamar tersebut.Akhirnya Dika berteriak memanggil kakaknya.
"Kak...dipanggil bùnda cepetan jangan lama-lama kalau dandan katanya." ucapnya sambil mengibas-ngibaskan rambutnya yang masih basah setelah mandi.
"Iya...tunggu masih cari kaos kaki." ucap Dyra dari dalam kamarnya.
Lima menit kemudian, Dika keluar dari kamarnya dengan menggunakan seragam lengkap kecuali sepatu.
"Sudah selesai kak,emang dari tadi belum ketemu juga kaos kakinya?" tanya adiknya
"Sudah kok, ini masih nyisir rambut."
"Alah...alasan aja kak, padahal lagi ngechat pacarnya."
"Ih...sok tau kamu ya."
"Buktinya senyam-senyum sendiri."
"Yaudah sana keluar dulu,ntar bunda marah."
"Ya kakak itu yang harus keluar duluan, aku kan baru selesai mandi."
"Iyayah kamu kok cepet banget pake baju."
"Hem...makanya kalau ganti baju ,jangan sambil pacaran."
"Ah... kamu ayo kakak udah selesai ."
"Kalian baru turun, ayo sarapan dulu!"
"Bun,ayah kok belum pulang sih,kan biasanya jam segini sudah nyampai rumah."
"Mungkin masih di jalan,kamu ikut adikmu aja Dy."
"Oh..gak perlu biar aku jalan aja lagian masih cukup kok waktunya."
"Terserah,bunda gak mau kalau kamu sampai terlambat ya,kamu sudah kelas 3."
"Gak kira bun."
"Bun,aku berangkat dulu ya?"
"Baik hati-hati."
__ADS_1
"Assalamualaikum..."
"Waalaikumussalam."
Dika sudah berangkat,sementara Dyra masih mencuci piring .
"Sudah Dy taruh aja,biar bunda yang bersihkan."
"Nanggung bun sudah selesai kok."
"Ayo cepet sayang ini sudah siang loh?"
"Iya bunda."
Dyra segera berangkat ke sekolah setelah bersalaman dengan bundanya .Ia mengambil tas slempang yang ditaruh diatas rak sepatu.Sambil memainkan hpnya ia berjalan tiba-tiba sampai di pertigaan jalan ia bertemu sang pujaan hatinya.
"Zaky???"
"Aku sebenarnya mau jemput kamu Dy, eh kok ketemu disini,ayo naik!" ucap Zaky sambil menstater motornya kembali.
"Ayok!" Ucap Dyra semangat
Mereka pun sampai di sekolah,Zaky menaruh motornya diparkiran.Sementara Dyra sudah jalan dulu ke kelasnya tanpa menunggu Zaky.
Zaky yang baru keluar dari parkiran bingung mencari gadis cantik yang tadi diboncengnya.
"Hem..pasti dia jalan duluan!" omelnya sedikit kesal
Sampai dikelasnya Zaky melihat Dyra sibuk membersihkan kelas.
"Oh ternyata dia piket."ucapnya sedikit lega ,kemarahannya pun mereda.
Zaky sengaja membuang bungkus permen sembarangan.
"Zak, apa-apaan sih kan ada tempat sampah!" ucap Dyra dengan nada tinggi
jawabnya santai
"Awas aja ya kalu bikin kotor lagi!"
"Uh...serem deh."
"Zak ayo keluar jangan ganggu deh,ntar kamu batuk-batuk karena alergi debu."
Timpal Wita
"Iya nih,mending keluar sana ntar aja kencannya."
sahut Mely
"Iya-iya kalian bawel banget sih,sudah mirip ibu-ibu kompleks aja." gerutu Zaky
"Syukurin." ucap Dyra saat Zaky melewatinya
"Awas kam...Haccih..."
Belum sempat meneruskan omongannya tiba-tiba dia bersin,karena hidungnya gatal.
Zaky pun segera keluar sementara Dyra dan teman lainnya menertawakan cowok ganteng itu.
Beberapa menit pun berlalu Zaky masuk kelas ,saat itu suasananya nyaman sekali, aroma pewangi yang segar,tidak ada debu seperti tadi waktu pertama kali dia masuk kelas.
Sekarang mereka fokus mendengarkan penjelasan gurunya. Dua jam berlalu begitu saja ,hingga saat bel istirahat berbunyi,semua anak terburu-buru keluar.
__ADS_1
"Zak kamu gak makan?"
"Udah tadi!"
"Kamu kenapa sih,kok gitu."
"Gak males aja,, .tiba-tiba Wita memanggil Dyra. "Dy ayo ke kantin cepetan!"
"Zak ,aku duluan ya,aku minta maaf deh kalau ada salah,Zak ,,jangan diem dong." rayu Dyra sebelum keluar meninggalkan kekasihnya yang terlihat merajuk gak jelas.Zaky senang menggoda gadis cantik itu,tapi entah kenapa sejak pembicaraan dengan orang tuanya sikapnya mulai berubah.
***
"Dy kenapa sih kayak males makan gitu."
"Tau ah."
"Pasti karena pacar loe yang sedang bucin ya kan,kata Si Bimo dia itu agak sensitif akhir-akhir ini."
"Aku juga gak ngerti,tiba-tiba dia jadi pendiam gak jelas tau."
"Udah makan aja,ntar lagi dipikirin."
"Ya deh."
"Nah gitu dong,senyum."
***
"Bro loe kenapa muka kusut gitu,jangan bilang karena cewek." tanya Bimo yang tidak suka dengan sikap sahabatnya .
"Aku jadi kepikiran Dydy,dia tidak seperti biasanya,selalu menghindar,tapi kalau di telpon atau kita saling chat,malah semangat."
"Bro,seharusnya kalian selesaikan masalah kalian berdua,bicara baik-baik."
"Ok deh,terserah nanti."
"Gue lebih suka waktu loe datang pertama kali ke sekolah ini,loe cuek banget,tapi perhatian dengan hal kecil yang memang itu perlu diperhatikan,apalagi saat loe jatuh cinta sama Dyra ,loe semangat banget ke sekolah,bahkan loe jarang tidur di kelas,karena pesona Dydy.
Tapi saat kalian sudah lama jadian,bahkan tinggal beberapa bulan lagi kelulusan tingkah loe semakin aneh saja,yang mudah sakit ,kayak anak kecil,putus asa,ada apa sih sebenarnya?"
"Gue belum siap berjauhan dengannya Bim."
"Mending loe nikah aja gimana,beres kan?"
"Gak semudah itu Bim,,,."
"Baiklah gue ngerti,jalani aja dulu,jika sudah sampai waktunya nanti, loe bisa kok mengambil keputusan."
***
Setelah istirahat beberapa menit,mereka masuk kembali .Sampai akhirnya jam pulang pun tiba.
Dyra sengaja menunggu sang kekasih keluar dari parkiran.Begitupun sebaliknya cowok berkulit putih itu berniat mengajak pujaan hatinya untuk pulang bersama.
"Nungguin ya?"goda Zaky sambil senyum-senyum karena ternyata yang diharapkan terkabul.
"Enggak kok,kebetulan aja aku dari tadi nungguin Wita, tapi aku lupa kalaudia sudah punya gandengan,jadi ya terpaksa kok ada cowok ganteng nebeng ah gitu."
"Oh ...jadi terpaksa nih,ok gak apa-apa,berarti aku yang beruntung dong ada gadis cantik nebeng motorku."
"Yeh... GR." ucap Dyra sambil tersenyum malu menampilkan rona dipipinya yang berseri.
"Ayo naik Tuan putri."
__ADS_1
"Siap Pangeran."
Mereka pun pergi ke taman tempat biasanya anak-anak nongkrong.