CLBK

CLBK
Galau


__ADS_3

Pagi ini Zaky berangkat lebih awal,sebelumnya ia melipat jaket yang dipinjami Dyra lalu memasukkan ke dalam tasnya.Zaky naik motornya lalu berhenti di sebuah warung dekat rumahnya Dyra. Kemudian ia memesan kopi cappucino,da duduk di dekat jendela agar bisa melihat Dyra saat berangkat ke sekolah. Karena sudah menunggu terlalu lama, ia memutuskan untuk menelponnya.Ternyata tidak ada jawaban, sebenarnya Dyra sudah mau siap-siap ke sekolah.Setelah beberapa menit kemudian Dyra pun sampai di pertigaan ,Zaky melihat Dyra sedang diantaar ayahnya. Zaky pun beranjak dari warung tersebut setelah membayar minumannya.


Sampai di sekolah Zaky menyusul Dyra yang sedang berjalan menuju kelas.


"Hai Cantik, sendiri aja nih?" katanya


"Eh kamu ngagetin aja!"


"Oh ya nih jaket yang kemarin!" katanya sambil mengeluarkan jaket dari dalam tasnya.


"Oh ya makasih ya, jaketmu besok aku bawa, tadi masih belum kering." jawab Dyra


"Ok gak masalah."


Mereka masuk ke dalam kelas dan duduk di tempat duduknya masing-masing.


"Apaan tuh Dy?" tanya Wita


"Oh,jaket yang aku pinjemin ke Zaky kemarin."


"Makin mesra aja kamu sama dia ya?" katanya


"Ah kamu, bisa aja!"


"Semoga kalian berjodoh ya?"

__ADS_1


"Makasih ya doanya?" jawab Dyra


"Eh minggu depan ujian praktek,setelah itu ujian tulis,terus UN,apa kamu sudah siap?"


tanya Wita


"Siaplah,pastinya dong?"jawab Dyra santai


" Siap berpisah dengan pujaan hati? "


"Maksudnya?"


"Ya kalau udah lulus,otomatis pisah kan,kecuali kalian nikah."


"Sorry, ya deh lulus dulu baru ngomong itu,gak usah dipikirin!" jawab Wita sambil menepuk pundak Dyra


Dyra merasa galau memikirkan kata-kata sahabatnya itu. Ayahnya sudah memperingatkan tentang hal itu, jauh sebelumnya, agar dia fokus belajar terlebih dulu. Dyra menarik nafas panjang ia harus bisa mengambil keputusan yang terbaik.


Setelah selesai dua mata pelajaran, mereka istirahat. Dyra berpikir lebih baik ia nikmati


saja kebersamaannya dengan Zaky dan juga dengan teman-temannya yang mungkin tidak akan terulang lagi.


"Kok cemberut,kenapa?" tanya Zaky


"Ah gak, lagi mikirin sesuatu."

__ADS_1


"Apaan coba?"


"Ayo ke kantin dulu!" ajak Dyra (menarik tangannya Zaky)


Mereka pun menuju kantin, lalu membeli beberapa makanan juga minuman. Dyra mengajak Zaky duduk di taman, Zaky hanya menuruti kemauan Dyra.


"Ohya kamu lagi mikirin apaan sih?"


"Gak ada, lupakan!"


"Hem gitu kan?"


"Ya habisin dulu makanannya,ntar aku ceritain!"


Mereka pun menikmati makanan dan minuman sambil bercanda.Tiba-tiba saja jam istirahat pun berakhir.Dyra merasa senang tidak jadi menceritakan tentang masalahnya pada Zaky. Mereka pun menuju ke dalam kelas, dan melanjutkan pelajaran seperti biasanya. Hingga sampailah waktu pulang sekolah,lalu Zaky mengajak Dyra pergi ke warung langganan mereka, untuk membeli cilok.Dyra pun merasa dag dig dug ,ia tidak tenang,entah bagaimana cara menceritakan unek-unek yang ada di pikirannya sekarang.


Sambil menikmati cilok tiba-tiba saja Zaky bertanya pada Dyra, karena ia sendiri masih penasaran dengan apa yang sedang dipikirkan kekasihnya itu.Kemudian Dyra menceritakan tentang masalahnya tersebut, Zaky menjadi pendengar setia.


Setelah mendengar semuanya, Zaky tiba-tiba memegang tangan Dyra.


"Kenapa kamu harus memikirkan sesuatu yang belum terjadi,itu bukan kuasa kita,lebih baik kita jalani semuanya, tetap berdoa,pasti ada jalan keluarnya,ok?" katanya


"Ya aku juga berpikir seperti itu." katanya sambil menghembuskan nafasnya.


Mereka lalu pulang bersama, dalam perjalanan pulang tidak ada percakapan diantara mereka.

__ADS_1


__ADS_2