CLBK

CLBK
Sakit perut


__ADS_3

"Kamu sepertinya sangat mencintai gadis itu? "


"Iya Bi. "


"Perkenalkan kepada umimu! "


"Baik, kalau ada waktu. "


"Abi yakin Umi akan setuju? "


"Umimu tidak akan pernah membedakan status, tapi yang terpenting akhlaknya, Abi tau dia anak baik. "


"Aku sangat menyayanginya. "


"Bawalah ke rumah minggu ini! "


"Baiklah, tapi kalau dia mau. "


"Kamu yang paling mengerti dia. "


"Akan aku usahakan."


***


"Assalamualaikum Umi... " ucap mereka bersama


"Waalaikumussalam,,, tumben kalian senang banget hari ini. "


"Biasa Mi,, Abi barusaja mengantarkan anak kita kencan. "


"Ken..can ...?"


"Iya, coba tanyakan sendiri! "


"Emang benar Ky? "


"Cuma nganterin pulang aja kok Mi. "


"Pantesan maksa banget untuk naik motor sendiri. "


"Boleh kan besok aku bawa motor sendiri? "


"Boleh kok. "


"Yes....makasih ya Umi, aku ganti baju dulu... "


***


Hari ini Zaky sudah sehat, ia langsung merencanakan sesuatu agar bisa bersama dengan kekasihnya. Tiba di sekolah ia langsung menemui Dyra yang sudah ada di bangkunya sambil membaca buku.


"Pagi Nona manis...? "


"Eh kamu kok tumben banget sudah nyampek?"


"Biasanya kan juga begitu, aku memang rajin. "


"PD amat sih. "


"Iya dong... "


"Iya Zak, nanti aku ijin gak ikut les tambahan. "


"Kenapa? "


"Aku mau ikut Bunda ke rumah Tante, biasanya sih sama ayahku, tapi karena ayah masih kerja, ya bunda ngajak aku. "


"Ada acara apa? "


"Ehm itu Tanteku baru lahiran, jadi bunda mau jenguk gitu. "


"Apa gak bisa hari minggu, atau malam hari gitu setelah ayahmu pulang. "


"Maunya sih, tapi ini nenekku yang minta untuk menemani Tante sampai suaminya sampai. "


"Emang gak ada orang lain? "

__ADS_1


"Gak ada Zak, Tanteku itu baru pindah rumah, dan gak ada yang kenal, saudara kandungnya juga jauh. "


"Jadi itu bukan adik kandung ibumu? "


"Bukan, sepupu tapi mereka sangat dekat. "


"Ya sudah kalau gitu aku juga gak mau ikut les."


"Eh gak boleh gitu dong? "


"Lagian ngapain coba gak ada kamu juga, males. "


"Huh... payah kamu, terserah deh, pasti teman-teman mengira kita bolos bareng. "


"Gak peduli!" ucap Zaky lalu meninggalkan Dyra dan pergi ke tempat duduknya sendiri. Zaky merasa kecewa karena rencananya gagal untuk mengajak kekasihnya jalan-jalan.


Waktu istirahat pun tiba, tapi Zaky masih tidak keluar dari kelas, bahkan ia tidak beranjak dari kursinya. Dyra juga lupa mengajak Zaky ke kantin. Dyra malah asyik bermain dengan teman gengnya sambil menikmati makanan yang baru dibelinya di kantin. Zaky pun merasa badmood setelah mendengar kalau kekasihnya itu akan pulang lebih awal. Selera makannya pun hilang, sehingga bekal yang ia bawa dari rumahnya tidak tersentuh sama sekali. Setelah mendengar bel tanda masuk, Dyra dan sekawanan temannya kembali ke kelas.


Dyra juga tidak menoleh ke arah Zaky, bahkan ia berpikir kalau kekasihnya itu sudah istirahat bersama teman yang lainnya. Tiba saja Wita mengatakan sesuatu padanya, kalau Zaky dari tadi tidak keluar dari kelasnya, dan ia juga lebih banyak diam.


"Kata siapa kamu? "


"Bimo yang bilang tadi, dia juga kan gak istirahat tapi titip ke Alex, untuk dibelikan makanan. "


"Ok aku ngerti sekarang, biarin aja, ntar aku bicara padanya. "


Mereka berdua pun kembali fokus mendengar penjelasan gurunya. Dyra juga tidak menyia-nyiakan waktu untuk menoleh ke arah Zaky. Sementara Wita memberikan kode pada Bimo kalau dia sudah memberitahu Dyra tentang kekhawatirannya pada Zaky. Bimo pun merasa tenang, sejak awal Bimo mengenal Zaky anak itu sudah suka sama cowok cuek yang ganteng itu. Bahkan dia sudah menganggap seperti saudara sendiri.


Dyra pun mengerti kekhawatiran Bimo, ketika sang guru sudah selesai menjelaskan materi pelajaran, Dyra pergi ke bangku Zaky untuk meminjam penggaris. Pada waktu itu gurunya sedang keluar dari kelasnya, kesempatan itu digunakan untuk berbicara pada Zaky.


"Zak, kamu kenapa tadi tidak istirahat? "


"Siapa bilang? "


"Bimo. "


"Emang kenapa ?"


"Kamu bawa bekal kan, kenapa tidak dimakan?"


"Baiklah, jangan sampai telat makan! " lalu Dyra kembali ke tempat duduknya.


***


Pulang sekolah, Zaky langsung pulang, tidak ada gunanya juga dia makan, lebih baik makan di rumahnya saja karena dia kan tidak ikut les.


Zaky juga tidak mau ijin ke wali kelasnya. Dyra yang melihat Zaky langsung pergi meninggalkan kelas langsung mengikutinya dari belakang.


"Zak, kamu gak ijin? "


"Sudah. " jawabnya singkat


"Baiklah, aku mau pulang mungkin besok aku tidak masuk, kalau kamu juga tidak mau masuk juga tidak apa-apa. " ucapnya kesal lalu mengambil tasnya yang ketinggalan di kelas, lalu pergi ke ruang guru untuk minta ijin tidak ikut les, ia juga mengijinkan Zaky.


"Loh Dyra jangan bilang kalau kalian mau bolos, dan jalan-jalan? "


"Beneran tidak Bu, Zaky lagi tidak enak badan dan langsung pulang, terus aku sendiri ada janji sama bunda mau jenguk Tanteku yang baru lahiran dan tidak ada yang menemani. "


"Baiklah, ibu percaya padamu, tapi kamu harus mengejar ketertinggalanmu! "


"Baik bu, aku sudah minta Wita untuk memfotokopikan tugas les buat aku, permisi bu assalamualaikum. "


"Waalaikumussalam. "


Dyra segera keluar dari ruang guru, setelah dia pulang lewat jalan menuju parkiran, tapi disana ia melihat Zaky seperti sedang menunggu seseorang.


Oleh karena itu Dyra tidak memperlihatkan dirinya, ia pergi menyelinap bersama anak lainnya. Dyra sudah kesal dengan sikap Zaky hari ini.


Zaky yang sudah agak lama menunggu Dyra keluar dari ruang guru pun merasa bosan. Akhirnya ia pulang sampai di perjalanan ia melihat kekasihnya itu sudah bersama dengan seorang wanita yang tak lain adalah ibunya.


Dyra juga sudah berganti pakaian. Itu artinya Zaky tidak tau kalau Dyra pulang lebih cepat darinya. Saat Zaky sudah mau menghampirinya, tiba-tiba angkot yang mereka tunggu sudah datang.


"Aduh,,, kenapa perutku sakit banget? "


gumam Zaky.

__ADS_1


"Hei Bro loe kenapa? "


"Bim, anterin aku pulang ya? "


"Tapi ini sudah mulai jamnya les. "


"Baiklah aku tunggu di UKS saja. "


"Ayo aku antar, itu karena loe tidak makan kan?"


"Iya,, aku mau makan bekalku dulu! "


"Loe makan aja, biar gue yang naruh motor loe di parkiran. "


"Terima kasih. "


"Nanti gue anter loe pulang! "


"Hem.... "


***


Dyra sudah nyampek di rumah sakit, tempat tantenya dirawat. Sedang Zaky tidur-tiduran di ruang kesehatan, setelah meminum obatnya.


Ia selalu membawa obat, jika sewaktu-waktu maagnya kambuh, seperti hari ini.


Jam les pun berakhir, Bimo mengantarkan sahabatnya itu pulang. Ia sudah bilang terlebih dahulu pada Wita agar tidak menunggu.


***


(Halo Wit, gimana udah selesai fotokopiannya?)


(Bukan masalah itu, kalian sebenarnya ada apa sih? )


(Maksudnya gimana?)


(Kamu sama Zaky?)


(Gak apa-apa kok)


(Ya sudah, tapi tadi dia sakit dan pulangnya dianter sama Bimo)


(Oh,, terus Bimo pulangnya gimana?)


(Katanya sih dia mau nginep disana)


(Apa mereka sampai seakrab itu?)


(Aku aja baru tau)


(Baik kalau gitu besok aku tanya aja ke Bimo)


(Bukankah besok kamu gak masuk?)


(Enggak jadi, aku masuk kok)


(Ya sudah gitu aja ya, assalamualaikum)


(Waalaikumussalam)


***


"Ada apa Dy, siapa yang telpon? "


"Wita Bun, tanya besok aku masuk apa enggak?"


"Terus kamu bilang apa? "


"Ya masuk Bun, lagian tante sudah ada yang nemeni. "


"Ya gak apa-apa, tapi nanti pulangnya bareng Bunda ya. "


"Jadi aku kesini dulu? "


"Iya,,, sekalian bawain baju bunda dari rumah, kita nginep semalam lagi. "

__ADS_1


"Baik. "


__ADS_2