
Pagi hari Dyra berangkat ke sekolah, ia diantar ayahnya. Sampai di sekolah ia langsung menuju ke kelasnya ,setelah itu ia mengeluarkan tugas makalah Bahasa Indonesia .Sambil duduk di bangku, ia memeriksa kembali catatan tersebut meskipun tadi malam sudah di koreksi.
"Ah syukurlah, tidak ada yang keliru."
gumamnya sambil tersenyum puas.
Tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya.
"Hai, serius amat? "tanya Wita
"Oh, kamu nih, dateng-dateng ngagetin aja. "
"Habisnya kamu serius banget, oke senyum-senyum lagi. "
"Oh, ini tugasnya sudah selesai, jadi bisa di kumpulkan sekarang. "
"Oh... ya sudah, ayo ke ruang guru! "
"Ok. "
***Istirahat di kantin
"Zak, kenapa sih dari tadi cuekin aku? "tanya Dyra
"Aku gak ngerasa gitu kok. "jawab Zaky sambil meneruskan makannya
"Ya sudah kalau gitu mungkin perasaan aku aja ."
Mereka pun kembali ke kelasnya.
***
Pulang sekolah Zaky langsung ke tempat parkiran tanpa mengajak Dyra.
Dyra yang bingung mencari kekasihnya itu lalu bertanya pada Wita.
"Sepertinya dia sudah pulang dulu deh, coba aja kamu ke parkiran. "
"Gak usah deh, kalau ketemu ntar tanya, mungkin dia ada urusan lain. "
"Kalian lagi berantem ya? "
"Enggak kok, tapi dari tadi pagi aku merasa dicuekin sama dia. "
"Ya biarin dah, aku anter kamu ya? "
"Ayo! "
Wita mengantarkan Dyra ke rumahnya, ternyata selama perjalanan ia tidak bertemu dengan cowok ganteng itu.
"Makasih ya "
"Ya, aku pulang dulu assalamualaikum. "
"Waalaikumussalam. "
***
"Ah sialan, kenapa aku gak minta penjelasan darinya! "ucap Zaky
__ADS_1
"Hai bro,kenapa loe? "tanya Bimo
"Ini semua gara-gara gosip murahan itu. "
"Gosip apaan sih? "
"Kemarin siang aku dengar Nisa dan temannya bertemu Dyra bersama teman sekelasnya yang bernama Aldo. "
"Terus, loe percaya gitu aja, apa gak sebaiknya loe tanyakan sendiri sama Dyra, dan kalaupun itu benar mungkin dia ada urusan lain. "
"Iya juga sih, sebenarnya tadi dia sudah merasa gak nyaman dengan sikap gue tapi gue males aja yang mau bahas. "
"Sudahlah, gak usah dipikirkan, yang penting dia tetap kekasih loe bro. "
"Ayo pulang, masih mau nambah gak? "
"Cukup, ayo cabut! "
***
Tut...tut... tut...
"Halo, tumben kamu telpon jam segini? "
"Aku tadi ninggalin kamu maaf ya, aku jalan sama Bimo. "
"Santai aja Zaky."
"Kamu marah sama aku ya? "
"Ngapain? "
"Kamu itu benar-benar ya, memata-matai aku, aku gak ngapa-ngapain, cuma kebetulan aja dia itu teman adikku, dan rumah kita searah, gitu. "
"Oh, jadi gitu ya kalau gak ada aku, kamu deketin cowok lain ."
"Apaan sih gak jelas tau, udah aku mau makan. "
"Baik, besok kamu harus jelasin. "
"Ya sudah, assalamualaikum. "
"Waalaikumussalam ."
***
Zaky masih penasaran dengan kekasihnya itu. Dia benar-benar tidak bisa menunggu besok untuk bertemu dengan gadis cantik itu. Jadi malam ini ia merencanakan pergi ke rumahnya Dyra. Entahlah ini yang disebut dengan cinta atau sikap yang berlebihan.
***
Usai sholat magrib Zaky menghubungi kekasihnya itu untuk mengajaknya jalan.
Dyra merasa senang, karena tidak biasanya mereka keluar kalau bukan malam minggu, atau hari libur panjang. Tapi Dyra sudah tau apa maksud dari ajakannya itu.
"Dasar kamu Zaky, gak sabaran banget."gumam Dyra
Gadis cantik itu lalu membuka lemarinya. Ia mencari baju yang cocok untuk dipakai malam ini. Setelah sekian menit berkutat di depan lemari, ia lalu menghias wajah cantiknya itu. Setelah selesai ia pergi ke kamar bundanya untuk minta izin.
"Sayang, jangan sampai lewat jam sembilan ya. "
__ADS_1
"Baik bunda, bilang ayah ya gak perlu khawatir. "
"Ya sudah hati-hati. "
***
Saat keluar dari kamar bundanya, tiba-tiba ponselnya berdering. Ia pun segera mengambil tas kecil dikamarnya ,dan berlari kecil ke depan rumah. Terlihat disana sudah ada pangerannya berdiri di depan pagar rumahnya. Tanpa basa-basi ia membuka pintu dan segera menutupnya kembali, sambil tersenyum manis di bibirnya.
"Aku gak disuruh masuk nih? "
"Ga perlu, kelamaan! "
"Kita mau kemana Tuan putri? "
"Gimana kalo kita ke pasar malam?"
"Emang ada? "
"Ada, ayo jalan dah. "
Didalam mobil, tiba-tiba Zaky mendekat ke arah Dyra, hingga membuat gadis cantik itu gugup.
"Pasang dulu sabuk pengamannya, kok kamu gerogi sih, apa ada yang salah? "
"Enggak, kenapa kamu ga ngomong aja, aku bisa lakukan sendiri. "
"Sepertinya kamu berharap sesuatu terjadi ya kan? "
"Sesuatu apaan? "
"Hemm.... sudah kita makan dulu, nanti kalau ada waktu kita ke pasar malam, Ok. "
Zaky lalu fokus menyetir, sementara gadis cantik disampingnya merasa merah padam mukanya.
Sampailah mereka di tempat tujuan yaitu sebuah cafe. Selesai memesan makanan dan minuman, Zaky mulai menginterogasi gadis cantik di depannya.
"Sudah kuduga."ucap Dyra dalam hati
"Ehm... eh.. itu makanannya sudah datang sebaiknya kita makan dulu ya. "
"Baik tapi sambil bicara kan bisa. "
"Gak baik loh, makan sambil bicara, udah ah, aku masih lapar. "
"Dasar doyan makan, untung cantik. "gumam Zaky
"Apa kamu bilang? "
"Enggak, aku gak bilang apa-apa. "
"Jangan lupa aku pesenin es krim rasa tiramisu. "
"Ok, sayang. "
Kemudian Dyra menceritakan kejadian bersama Aldo, pada Zaky. Tentu saja Zaky merasa cemburu.
"Sudah puas sekarang? "
"Baiklah aku percaya padamu, apa kita masih mau jalan-jalan? "
__ADS_1
"Pulang aja ya, Bunda sudah nunggu. "