
Setelah menelpon bundanya, Dyra merasa tenang .Wajahnya pun kembali ceria.
Karena sudah sore ia mandi, sholat ashar, lalu nonton tv, sambil bernyanyi,seolah-olah
ia mendapat undian berhadiah.
Tanpa di sadari,adeknya yang melihat kakaknya kembali ceria,merasa senang.
Dika menanyakan kenapa kakaknya senang sekali, dia senang karena orang tuanya akan segera pulang. "Kalau cuma itu aku juga sudah tahu, "kata Dika.
Mereka berdebat,karena Dyra pikir Dika gak sayang sama ayah dan bundanya.
Sementara menurutnya,kita tidak perlu khawatir akan hal itu, lagi pula kedua orang tuanya baik-baik saja. Selesai sholat maghrib
Dyra membaca Alquran, hari ini dia benar-benar tenang sekali. Adzan isya pun berkumandang,karena masih beli batal wudhu, jadi dia melanjutkan isya.
Ning,ning,ning,....ning,ning,ning...
Tukang bakso lewat, Dyra membeli 3 porsi.
Satu untuk Dika, 2 porsi dimakan Dyra,bener-bener mood nya,sangat bagus hari ini.
" Assalamualaikum, kok ada bakso, buat aku ya kak?"tanya Dika (duduk disamping kakaknya) karena melihat bakso di meja dekat tv."Emang buat siapa lagi ?"sahut Dyra.
Tanpa pikir panjang Dika langsung menikmati bakso, yang memang sudah ada sendoknya ."Ehm...Alhamdulillah, makasih ya kak? "kata Dika setelah menghabiskan bakso di mangkok.Mereka lalu tidur setelah belajar, dan mengerjakan PR.
Pagi ini, mereka berdua bersih-bersih rumahnya, setelah sholat shubuh ,karena nanti malam mungkin ayah dan bundanya akan segera datang,mereka tidak mau disebut anak malas.Selesai mandi mereka sarapan mie instan,lalu berangkat ke sekolah. Saat sampai di pintu gerbang, mereka bertemu Zaky, tapi Dika langsung lari,
__ADS_1
ke toilet karena sudah dari tadi di perjalanan merasa sakit perut.Tinggallah Zaky dan Dyra berjalan ke kelas, walaupun mereka jalan bersama, tapi tidak ada obrolan sama sekali.
Wita menegur mereka" Apa kalian berangkat bersama? "(mengerutkan dahi).
" Haaah,gak mungkin lah,!"jawab Dyra.
Zaky hanya tersenyum, lalu berjalan ke bangku dimana dia duduk.
"Kamu ini apa-apaan sich, Wita?"tanya Dyra (merasa malu).
" Loh kamu kok sewot ya,aku kan cuma nanya!"ucap Wita.
Setelah bel,belajar mengajar pun dimulai karena, akan menghadapi ujian. Anak-anak semangat sekali belajar,pelajaran hari ini terasa begitu cepat, tiba-tiba saja sudah waktu istirahat .Dyra langsung ke kantin, karena tadi pagi cuma makan mie,jadi mudah lapar .Memang perut orang Indonesia ,kalau belum makan nasi, masih belum kenyang,
meskipun tidak semuanya begitu.
Zaky yang dari tadi menunggu Dyra, tidak muncul-muncul,karena biasanya ia akan ke perpustakaan. Tapi tebakannya ternyata salah,sampai bel kedua tanda masuk pun berbunyi.Zaky merasa kecewa dengan dirinya sendiri. Zaky sudah di dalam kelas, tapi Dyra belum juga kelihatan.Ia mulai kesal, dan terus memandang ke arah pintu. Guru yang mengajar jam ke 3 sudah datang, entah kemana,anak itu,pikirnya,sahabatnya pun gak ada.
Tok,tok,tok,,,suara pintu di ketuk.
Dyra dan Wita masuk lalu duduk di bangku masing-masing. Zaky merasa aneh,kenapa gurunya tidak menanyakan apa-apa kepada mereka. Zaky tidak tahu,padahal tadi sebenarnya mereka sudah minta ijin ke toilet dulu sebelum masuk ke kelas.Jam sekolah pun usai, anak-anak berhamburan keluar dari kelas. Mereka terlihat sangat senang, karena besok hari libur.
Dyra berjalan dg Wita, lalu Dika menyusul dari belakang.Dika minta ijin pada kakaknya, kalau hari ini ia akan ke rumah temannya.
Dyra mengijinkanya ,karena besok hari libur, tapi dia berpesan agar pulang sebelum maghrib.
Wita sudah berjalan dulu, karena menunggu taxi.Akhirnya Dyra pulang sendiri, dari kejauhan,Zaky melihat nya.Setelah mengambil sepeda motornya,dia mengejar Dyra.
"Dyra ayo aku antar kamu pulang!" kata Zaky ."Gak usah dah,rumahku deket kok. "jawab Dyra ragu
" Ayolah dari pada jalan, sekalian aku mau ke rumahmu, boleh kan? " Kata Zaky.
"Tapi di rumahku, gak ada sapa-sapa?" ucap Dyra bingung.
Zaky terus memaksa Dyra agar mau diantar pulang. Akhirnya Dyra menyerah,mereka pulang berdua.Sebenarnya dari tadi Dyra seneng banget, dan akan langsung menerima ajakan Zaky, tapi karena merasa jaim,yah terpaksa pura-pura gak mau,syukurlah Zaky memaksa, jadi mau deh.
__ADS_1
Sampai di depan rumah, Dyra mempersilah
kan masuk, tanpa ragu,ia masuk ke rumah Dyra.
"Ehm, kamu mau minum apa?" tanya Dyra.
" Apa aja yang penting gak ada racunnya."
canda Zaky"Huh nih anak nyebelin banget,! "batin Dyra.
"Ya udah deh, tunggu sebentar,aku ambilin.'jawab Dyra ketus.
" Oh ya, aku mau ke kamar kecil dong,dimana ya? "ucap Zaky.(sambil senyum-senyum)
" Ayo, sekalian aku anter,"sahut Dyra
Mereka menuju ke dapur, dan Zaky ke kamar mandi.Sekarang mereka berada di ruang tamu ,suasana seketika hening.Dyra menyuruh Zaky meminum minuman yg dibuat olehnya.Zaky pun meminumnya tanpa
ragu,kemudian menanyakan tentang orang tuanya, Dyra menjelaskannya.
"Kamu gak mau pulang?" tanya Dyra."Ih nih cewek jutek amat!"batin Zaky
"Ceritanya, aku diusir nih!" timpal Zaky.
"Ya terus sampai kapan kamu disini,lagian mau ngapain,aku gak sukak ada temen cowok,main dengan tujuan gak jelas!" kata Dyra menjelaskan."Aku mau pulang tapi ada syaratnya,gmn? "kata Zaky
"Ih nih anak bener-bener nyebelin banget deh!" kata Dyra (dalam hati)
"Apaan?" jawab Dyra dg nada tinggi.
"Aku minta nomer Hpmu!" jawab Zaky santai.
"Kalau aku gak mau ngasik,gmn?" kata Dyra (membuang muka)."Ya udah aku mau nginap disini! "Jawab Zaky menggoda.
"Gila kamu ya, emang kamu gak punya rumah apa?" jawab Dyra dg kesal.(lalu berdiri membuka pintu depan) "Terserah!" (masih duduk santai) "Sana pulang!" (sambil menulis sesuatu di kertas ,lalu memberikan pada Zaky).
__ADS_1
"Aku pulang dulu ya Nona manis,?goda Zaky (melambaikan tangan)