
"Wah enaknya,bisa bangun pagi, pas adzan shubuh lagi." gumam Dyra sambil menggeliat
Dyra bergegas ke kamar mandi, membersihkan muka,sekaligus bersuci,lalu sholat shubuh.Setelah itu Dyra ke kamar bundanya, ternyata bundanya sudah bangun.
"Sudah sholat Dy?" tanya bundanya
"Sudah barusan Bun!" jawabnya
"Ya sudah Kamu cuci beras seperti biasa ya sayang, bunda mau belanja sayur dulu!"
"Baik Bun." jawab Dyra
Dyra mengambil panci yang ada di magic com lalu mengisi beras dengan beberapa takaran.Selesai mencuci beras ,dan memencet tombol warna merah barulah ia merebus air .
"Sudah selesai sayang?" tanya bundanya yang baru pulang dari belanja.
"Sudah Bun, oya bunda mau buat susu atau teh?" tanya Dyra
"Teh saja, adikmu saja buatkan susu coklat!"
kata bundanya
"Pagi Bunda, mana kopinya ayah?"
"Tunggu dulu masih merebus air!" jawab Bu Risa
"Ini kopinya Yah!" kata Dyra memberikan secangkir kopi pada ayahnya yang sedang merokok.
"Makasih ya sayang,apa hari ini kamu masuk sekolah?"
"Ya Yah!" Jawab Dyra
Karena sudah hampir jam 6,Dyra bergegas mandi. Dika langsung meminum susu buatan kakaknya, setelah selesai menguras akuarium dan membersihkannya.
Selesai sarapan mereka berangkat ke sekolah, Dika berangkat sendiri, dan Dyra diantarkan ayahnya.
"Pagi Dy, kok sendiri, mana Zaky?" tanya Wita
"Pagi juga, emang aku mamanya?" jawab Dyra
"Ya biasanya kalian kan selalu lengket kayak perangko!"
"Hem,gak juga kali?"
"Tuh dia,panjang juga lehernya tuh anak diomongin langsung muncul." kata Wita
"Hai,loh kamu beneran masuk?" tanya Zaky
__ADS_1
"Ih..gimana sih ,udah nyampek sekolah juga!"
jawab Dyra kesal
"Sorry-sorry,jangan ngambek gitu dong?" rayu Zaky
"Habisnya kamu Zak, sudah tau masih nanya!kata Wita sinis
" Iya-iya,nona-nona,jangan marah ntar cepet tua!"kata Zaky meledek
"Ya sudah ayo masuk ngapain masih di luar! ajak Wita
" Udah sehat Dy?"tanya Andre
"Alhamdulillah, seperti yang kamu lihat!"
"Oh iya dong Dre cepet sembuh, kan di jenguk terus tiap hari?" goda Bimo melirik ke arah Zaky
Dyra hanya tersenyum menanggapi kata-kata Bimo, begitu pun dg Zaky.
Tanpa mereka sadari jam pelajaran pun dimulai.
•••Istirahat.
Zaky mengajak Dyra ke kantin tanpa menghiraukan Wita yang berjalan disampingnya.Wita pun mengusir mereka.
Mereka berdua lalu berlari kecil meninggalkan Wita yang masih berjalan dg santai.
"Mau pesen apa Tuan Putri?" tanya Zaky
"Terserah Tuan Raja deh!" jawab Dyra
Mereka duduk paling pojok,sambil menikmati makanan yang baru saja dibelinya.
"Wah gak ketemu seharian rasanya separuh jiwaku hilang Sayang?" kata Zaky
"Mulai deh!" kata Dyra
"Sungguh ,aku gak bohong,padahal banyak teman dikelas tapi aku merasa kesepian,jiwaku hampa." katanya lagi
"Lebay,dasar Raja Gombal!" sahut Dyra
"Mau makan apa lagi?" tanya Zaky
"Kembali ke kelas aja yok!" ajak Dyra
Mereka pun kembali ke kelas, tapi tiba-tiba saja Dyra merasa sakit perut.
__ADS_1
"Eh tunggu dulu ya aku mau ke toilet sebentar, jangan ditinggal lho!" katanya
Zaky hanya menganggukkan kepala.
"Zaaak,sini! panggil Dyra kebingungan.
Zaky lalu menghampiri Dyra yang ada di belakang pintu, ia juga merasa panik.
" Ada apa? "
"Zak, aku tembus?"(sedih)
" Tembus apaan? "(bingung)
" Aku lagi dapet Zaky?"katanya
"Dapet apaan sih?" kata Zaky tidak mengerti
"Datang bulan maksudnya?" jawab Dyra
"Oow,ya sudah, terus kenapa?"
"Minta tolong, belikan aku pembalut?" pinta Dyra
"Kenapa harus aku Sayang?"tanyanya
" Lihat nih!"memutar badannya.
"Oh,sebaiknya bajumu dikeluarkan,beres kan?"
"Tapi masih kelihatan,aku malu?"jawab Dyra
"Gimana ya, kalau pakek tas,tapi tasnya bukan tas slempang?" kata Zaky berpikir
"Ah,pakek jaket,kamu bawa jaket kan, pinjam dong?" kata Dyra senang
"Hah..,dasar cewek ribet!" gumam Zaky
"Apah!" kata Dyra
"Ya sudah kamu tunggu sini!"
Dyra masih bersandar pada tembok,sambil menggigit bibirnya.Setelah beberapa menit Zaky datang membawa jaket miliknya lalu diberikan pada kekasihnya itu.Dyra lalu mengikatkan lengan jaket pada pinggangnya.Kemudian mereka pergi ke kantin untuk membeli pembalut.
"Ya sudah aku tinggal ke kelas ya?" kata Zaky
"Ok,makasih Zak!" jawab Dyra
__ADS_1
Zaky hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya,lalu meninggalkan Dyra yang sedang pergi ke toilet untuk memakai pembalut.