
Zaky masih terlihat panik,tapi ia mencoba untuk tetap tenang.Dalam perjalanan menuju ke rumahnya Dyra, sesekali ia melihat ke kaca spion,untuk memastikan kalau gadis yang diboncengnya itu baik-baik saja.
Dyra menahan rasa sakitnya,tangan kanannya memegang perut sang kekasih agar tidak terjatuh sedang tangan kirinya memegangi perutnya sendiri.
"Dy kamu baik-baik saja kan?"
"Heem!" sahutnya pelan.
Tak lama mereka berdua sampai juga di rumahnya Dyra.Zaky segera menuntun Dyra,
sampai di pintu Dyra langsung berlari ke kamar mandi.
"Maaf Zak, perutku mules banget!" katanya
"Ya sudah hati-hati!" kata Zaky
Bundanya yang sedang berada di kamarnya, segera keluar karena mendengar ada seseorang yang masuk ke dalam rumahnya.
Zaky masih menunggu Dyra di ruang tamu.
"Oh Nak Zaky, ada apa ya?" tanya bundanya
"Begini Tan,Dydy tiba-tiba sakit,jadi saya mengantarnya pulang?"jawabnya
" Sakit, dimana anak itu sekarang? "
"Dia ke kamar mandi Tan,sepertinya Dydy sakit diare ." jawab Zaky
Tanpa pikir panjang bundanya langsung ke kamar mandi, lalu mengetuk pintu tersebut.
"Sayang kamu kenapa Nak?"
"Perut Dydy mules banget Bun."
"Ya sudah bunda ambil obat dulu."
Bu Risa lalu mengambil obat di kotak P3K.
Zaky menuntun Dyra yang baru saja keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
"Kamu istirahat dulu, apa tidak sebaiknya kita ke klinik saja?" tanya Zaky khawatir
Dyra hanya menggelengkan kepala.
"Sayang minum dulu obatnya!" kata bundanya.
Zaky memperhatikan bundanya yang sedang merawat Dyra,setelah memberi obat, dan mengoleskan minyak kayu putih di bagian perut juga kakinya, bundanya keluar untuk mengambil nasi untuk Dyra.
"Zak, sebaiknya kamu kembali ke sekolah!" pinta Dyra
"Ya aku akan kembali, tapi kamu makan ya, apa aku suapin?" katanya sungguh-sungguh
"Gak usah, kan sudah ada Bunda!" jawabnya
"Ini makan dulu sayang, biar cepet sembuh!"
kata bundanya.
"Baiklah, biar Dydy makan sendiri!" jawab Dyra
Zaky masih belum mau beranjak dari tempat duduknya, ia melihat gadis pujaan hatinya itu seperti tidak ada selera untuk makan, ia terlihat memaksakan untuk mengunyah makanan yang ada di piring agar masuk ke dalam perutnya yang sudah kosong.
Selesai makan, Dyra merebahkan badannya untuk tidur.Zaky membantu mengambilkan selimut,lalu menyelimutinya.
katanya, sambil mengusap kepala Dyra.
Dyra hanya tersenyum tipis,menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Terimakasih?" jawabnya pelan.
Zaky menutup pintu kamar Dyra,lalu berpamitan pada bundanya.
"Makasih ya Nak maaf merepotkan?"
"Ya Tan,gak apa-apa, saya mau pamit ke sekolah." jawab Zaky
"Hati-hati?" Jawab Bu Risa.
Setelah menutup pintu rumahnya, Bu Risa melihat Dyra di kamarnya, ternyata sudah tidur.Bu Risa lalu ke dapur membuatkan makanan kesukaan Dyra.
__ADS_1
***Di sekolah.
"Gimana keadaan Dydy Zak?" tanya Wita
"Dia sudah tidur, setelah makan dan minum obat, semoga saja dia cepet sembuh." jawab Zaky.
"Ya semoga saja!" jawab Wita
Mereka kembali melanjutkan pelajaran terakhir.
***Pulang sekolah.
"Wit, ayo kita ke rumahnya Dydy?" ajak Zaky
"Iya sebenarnya aku mau kesana,karena aku tidak membawa motor, aku pikir jalan kaki saja, ternyata kamu yang ngajak,ya sudah kita bareng!" kata Wita menjelaskan.
"Kamu kenapa mau kesana lagi?" tanyanya
"Entahlah aku,kepikiran dia terus." jawabnya jujur.
"Apa kau benar-benar mencintainya?" goda Wita
"Jangan banyak bicara, ayo naik!" kata Zaky kesal
Selama di perjalanan, mereka hanya diam.
***Dirumah Dyra.
"Assalamualaikum?" ucap mereka berdua
"Waalaikumsalam?" bundanya membukakan pintu
"Wita, apa kabar sayang?" berpelukan
"Baik Tan,Dydy gimana?" tanya Wita
"Sudah baikan kok,tapi Dydy masih tidur sayang?" katanya
"Gak papa,biar dah,nanti sampaikan salamku ya Tan?" kata Dyra lalu memberikan sesuatu yang sudah ia beli bersama Zaky sebelumnya.
__ADS_1
"Ya sudah Tan,kami pamit dulu!" kata Zaky
"Baiklah makasih ya Nak?" jawab Bu Risa