
Pagi ini Zaky menunggu Dyra di dekat pintu gerbang sekolah, sambil memainkan ponselnya.Dia sengaja menunggunya,agar bisa berjalan bersama, sebenarnya Zaky mau menjemputnya tapi Dyra menolak, dengan alasan ia ingin jalan kaki saja, lebih santai sekalian olahraga. Dyra sebenarnya mau saja dijemput tiap hari, hanya saja memang dari dulu anak itu tidak mau bergantung dg orang lain.Tidak seperti biasanya Zaky berangkat pagi, entah kenapa sejak pacaran dg Dyra anak itu menjadi lebih rajin. Perubahan itu pun dirasakan oleh keluarga nya. Terlihat Dyra berjalan kaki dari jauh, Zaky pun tersenyum lalu menghampirinya
sambil menggandeng tanganya.
"Eh ngapain sih pakek gandeng tangan segala!" kata Dyra lalu menepis tangan Zaky
"Kenapa? ya sudah aku rangkul aja kalok gitu"kata Zaky sambil merangkul leher Dyra
" Ih tau tempat kali Zak? masak main rangkul-rangkul aja, kita kan mau sekolah bukan pacaran!"jawab Dyra
Akhirnya Zaky menuruti kemauan Dyra, ia berjalan biasa, tiba-tiba Dyra melihat Wita di depan kelas, lalu ia pun menarik tangan Zaky.
"Apaan sih kok main tarik-tarikan?katanya gak boleh gandengan tangan?tanya Zaky
" Ya, sorry-sorry,gini gimana kalok kita duduk-duduk di taman dulu sebentar, ok!"ajak Dyra
"Ayo, baiklah!kata Zaky
Mereka menuju ke taman.
" Oh ya Zak, punya makanan gak? "tanya Dyra tiba-tiba.
" Kamu laper yah? "kata Zaky
" Gak juga sih, cuma pengen ngemil aja! "kata Dyra
__ADS_1
" Nih! "katanya sambil memberikan makanan yang sudah dibelinya tadi dekat pom bensin.
" Makasih ya."ucap Dyra
Zaky hanya melihat ke arah Dyra yang sedang menikmati makanan tanpa menawarinya .Melihat tingkah Dyra, Zaky senyum-senyum sendiri, tiba-tiba dia berniat menggodanya.
"Awas gendut lho!" katanya
"Ih biarin,Kamu mau?" jawabnya
"Gak ah males!" kata Zaky
"Tapi kenapa kamu beli?apa jangan-jangan ini buat nanti jam istirahat ya! "kata Dyra merasa bersalah karena sudah menghabiskan makanan yang diberikan Zaky.
" Hahaha, enggak kok itu buat kamu."sahutnya
Mereka pun ke kelas, dan ternyata bel berbunyi. Wita yang sedang melihat mereka jalan bersama merasa ada yang aneh dg sahabatnya itu. Karena guru sudah datang, akhirnya Wita tidak jadi menanyakan sesuatu pada Dyra.
Pelajaran sudah selesai mereka ada di kantin, Wita, Zaky dan Dyra duduk di bangku yang sama. Setelah membeli makanan mereka ngobrol.
"Hari ini kalian berangkat bersama, emang sudah jadian?" tanya Wita
"Iya dong?" kata Zaky sambil merangkul leher Dyra.
Dyra merasa kaget dg perlakuan Zaky, ia juga merasa malu pada Wita.
__ADS_1
"Ehm iya baru aja kok!" kata Dyra gugup lalu melepaskan tangan Zaky dari pundaknya.
"Wah traktiran nih!" kata Wita tanpa malu-malu
"Baiklah,aku yang traktir." kata Zaky.
"Makasih ya?" jawab Wita
Dyra merasa salah tingkah, ia hanya diam saja.Wita mengerti dg tingkah laku sahabatnya itu.
"Ayolah jangan diam saja, Dy?"
"Iya, mau nambah lagi gak ,aku pesenin ya?" tanya Zaky pada Dyra yang merasa malu.
Dyra tidak menjawab dia hanya menggeleng gelengkan kepalanya saja. Entah kenapa hari ini ia diam seribu bahasa,seperti tidak ada bahan untuk percakapan.
Zaky terus saja memandangi gadis pujaan hatinya itu, seolah-olah terlihat lucu,kadang ia galak,kadang cuek,tiba-tiba hari ini menjadi pendiam.
Setelah selesai istirahat, mereka kembali ke kelas, lalu belajar seperti biasa. Jam sekolah pun berakhir, mereka pulang bertiga.
"Oh ya aku pulang dulu ya?" kata Wita,setelah sampai di depan pintu gerbang sekolah, lalu melambaikan tanganya.
"Aku anter pulang ya?" pinta Zaky
"Boleh deh,tapi sebenarnya aku mau mampir ke toko dulu,beli titipan bunda."kata Dyra
__ADS_1
Mereka pun pergi ke toko setelah itu pulang bersama.