
Dyra dan Zaky menikmati makan siangnya.
Sesekali Zaky menyuapi Dyra, tapi Dyra menolaknya, baru mau setelah dipaksa oleh Zaky. Dyra tidak mau terlihat romantis diluar. Ia menganggap hubungannya dengan Zaky sekarang ini seperti cinta monyet. Yang sewaktu-waktu bisa hilang, karena merasa bosan. Sementara dalam pikiran Zaky, menganggap kelak suatu saat nanti gadis cantik yang ada di depannya itu menjadi istrinya.
Selesai makan, Zaky dan Dyra menuju mushola yang ada di sekolah. Mereka akan mendirikan sholat dhuhur. Mereka sholat sendiri-sendiri dan hanya dipisahkan oleh tirai berwarna hijau.
Selesai sholat mereka memakai kaos kaki dan sepatunya, lalu menuju ke kelas untuk mengikuti les tambahan.
Pulang dari sekolah seperti biasa Zaky mengantar Dyra ke rumahnya. Dia tidak pernah mampir dulu, walau hanya sekedar minum air.
Karena baginya tidak pantas mengganggu orang yang sedang istirahat. Pertemuan disekolahnya dengan Dyra memang tidak pernah membuatnya bosan. Tapi ia juga harus menyesuaikan waktu untuk bertemu dengan kekasihnya. Setelah mengucapkan salam, Zaky meninggalkan Dyra yang sudah masuk ke dalam rumahnya. Ia langsung pergi ke butik ZAZA tempat ibunya bekerja.
"Assalamualaikum. "
"Waalaikumussalam, baru pulang Kyk? " jawab ibunya yang sedang menulis sesuatu di meja kasir.
"Iya, Mi. " Ucapnya sambil mencium tangan ibunya
"Kok kamu kelihatan pucat sekali Kyk? "
"Entahlah, aku juga merasa pusing. "
"Ya udah sana istirahat dulu! "
Zaky lalu pergi ke ruangan ibunya, ia langsung merebahkan tubuhnya dan tidur di sofa tanpa membuka sepatunya terlebih dahulu. Tidak sampai satu menit ia pun sudah tertidur.
Ibunya sangat khawatir, ia segera menelpon suaminya untuk menjemputnya. Sekitar jam empat sore, Pak Umar keluar dari kantornya.
Kemudian ia menjemput istrinya. Sampai disana ia melihat motor anaknya, ada di depan toko itu. Setelah mengucap salam, ia pergi ke tempat istrinya duduk, lalu mencium keningnya, istrinya pun menyalaminya.
"Loh itu kok ada motornya Zaky, kemana dia? "
"Dia istirahat didalam. "
"Tumben, biasanya juga langsung pulang. "
"Lagi pusing katanya. "
"Ya sudah ayo banguni, kita pulang sekarang! "
Bu Hanifah segera ke ruangannya. Ia membangunkan anaknya. Saat memegang badannya, ternyata hangat , ia lalu memegang dahinya untuk memastikan bahwa Zaky benar-benar demam. Kemudian ia sangat panik dan memanggil suaminya. Suaminya pun terkejut, karena tidak biasanya istrinya itu memanggilnya dari jauh. Pak Umar segera menyusul istrinya.
"Ada apa Umi? "
"Bi, Zaky demam. "
__ADS_1
"Loh kok bisa? " Pak Umar pun menyentuh dahi anaknya, untuk memastikan kalau yang dibilang istrinya itu benar.
"Ya sudah banguni aja Mi, dia kan harus segera diobati!"
Bu Hanifah pun membangunkan Zaky dan mengajaknya pulang. Pak Umar sedang menyuruh satpam untuk memasukkan sepeda motornya Zaky. Kemudian ia menelpon dokter pribadinya untuk datang ke rumahnya. Zaky pun berjalan sambil ditemani ibunya. Mereka segera pulang, setelah mengunci tokonya.
Sampai di rumahnya, ternyata sang dokter baru saja turun dari mobilnya. Zaky yang masih kuat berjalan pun segera masuk ke kamarnya. Dokter memeriksanya, ibunya membantu Zaky membukakan sepatunya.
"Ini resep obatnya, cuma demam karena flu, mungkin besok sudah baikan. "
"Makasih ya, Jef, ayo ngopi dulu!"
"Tidak usah, lain kali aja Bos, aku kebetulan ada sift malam, aku berangkat dulu ya, Assalamualaikum. "
"Waalaikumussalam."
Uminya mengambilkan makanan buat Zaky. Walau terasa pahit Zaky memakannya, setelah itu dia meminum obatnya. Kemudian ia tidur lagi.
***
Pagi hari Zaky tetap bersikeras untuk pergi ke sekolah. Padahal kedua orang tuanya sudah melarang, bahkan sudah mengijinkan lewat HP.
Tapi Zaky tetap memaksa untuk masuk karena sudah hampir ujian. Akhirnya orang tuanya mengikuti keinginan Zaky dengan syarat dia tidak boleh membawa motor. Zaky setuju, sebenarnya bukan karena ia takut ketinggalan pelajaran, melainkan karena takut tidak bertemu dengan pujaan hatinya. Zaky tidak bisa membayangkan jika sendirian di rumah, tanpa bertemu dengan gadis cantik itu. Uminya sudah menyiapkan bekal dan obat buat Zaky.
Ia juga berpesan kalau nanti mau pulang tinggal telpon saja.
Semua temannya yang baru datang pun menganggap kalau Zaky tidak tidur semalaman. Karena biasanya anak itu tidak pernah tidur di kelas, sejak ia mengenal Dyra
Dyra yang baru datang pun hanya menyunggingkan bibirnya. Karena melihat kekasihnya itu tidur di kelas seperti orang yang sedang malas belajar. Dyra segera mendekatinya dan menyuruh untuk segera bangun, karena sudah hampir jam tujuh.
"Hem... " sahutnya lalu segera duduk tegak .
"Kamu sakit Zak? "tanya Dyra karena melihat wajah Zaky yang begitu pucat. Dia menjawab dengan mengedipkan kedua matanya.
"Kenapa masih sekolah? "
"Nanti aku ijin ke UKS. "
"Baiklah. " Jawab Dyra lalu kembali ke tempat duduknya.
Selama pelajaran berlangsung, Zaky hanya diam saja. Semua anak di kelas itu antusias mendengarkan penjelasan gurunya. Untung tidak ada sesi tanya jawab, jadi Zaky tetap dengan posisinya diam seribu bahasa. Zaky mencatat pelajaran dibuku tulisnya sambil meletakkan pipinya ke meja. Dyra merasa tidak tega melihat cowok ganteng itu.
"Zak kamu ijin pulang aja ya? "
"Tunggu dulu, aku mau menyelesaikan tugasnya, setelah itu aku ijin ke UKS."
__ADS_1
"Terserah kamulah! "
Zaky menitipkan buku tugasnya pada Andre, kemudian ia ijin ke UKS.
"Wah... KO Bro, kenapa gak masuk aja sih! "
Goda Bimo
"Ayo aku temeni, sekalian aku mau ke toilet. " kata Alex lalu merangkul Zaky.
"Hei kamu panas Zak, apa mau aku anter ke klinik? "
"Gak usah nanti juga sembuh. "
"Tumben kamu masuk biasanya juga ijin, apalagi kalau sakit. "
"Tolong nanti jam istirahat suruh Dyra kesini. "
"Oh.. jadi kamu kangen sama Dyra. Ok, ok, aku sampaikan. "
Disana ada Mely teman sekelasnya dan Septy adik kelasnya yang sedang mendapat giliran jaga.
"Kenapa Zak, kok pucat banget? " tanya Mely
"Aku mau tidur! "
"Ya sudah sana! "
Jam istirahat pun tiba, Alex sudah menyampaikan pesannya pada Dyra.
Dyra yang masih mau ke kantin akhirnya gak jadi. Dia langsung menemui cowok ganteng yang sedang berbaring di ruang kesehatan.
Sebelum sampai kesana, Dyra dipanggil Wita
"Loh Dy, mau kemana, katanya mau ke kantin? "
"Gak jadi deh, aku mau ke UKS. "
"Zaky sakit apa sih, gak biasanya dia rajin banget ke sekolah, apalagi sedang sakit. "
"Biasa disini kan ada obatnya? "sahut Bimo sambil melirik ke arah Dyra lalu menggandeng tangan Wita yang sudah menjadi kekasihnya selama tiga hari ini.
"Wah... sampai segitunya. "ucap Wita
"Huh kalian menghambat aku, sudahlah dia sedang menunggu. " kata Dyra kesal lalu meninggalkan pasangan dua sejoli itu.
__ADS_1
"Yah... mereka berdua sama persis sifatnya, gak mau diganggu sebentar aja, kita kan perhatian. "ucap Bimo