
Sore hari setelah menjemput ibunya, Zaky segera mandi dan sholat ashar. Mulai masuk ke kamar mandi, ia bersiul-siul sambil menggosok rambutnya. Wajahnya terlihat bahagia sejak kesalahpahaman antara ia dengan kekasihnya sudah teratasi. Kecemburuan yang dimiliki Zaky sungguh menyiksa batinnya sendiri.
Sejak saat itu ia tidak mau lagi mengambil keputusan tanpa bertanya terlebih dahulu.
"Mi, mulai besok aku pulang sore ya, karena ada les tambahan."
"Iya, tapi kamu gak mau bawa bekal?"
"Ehm... boleh deh, menghemat uang jajan. "
"Kalo gitu uang jajannya dikurangi aja ya? "
kata uminya sambil tersenyum.
"Ah gak bisa gitu dong mi, tambahin dong. "
"Iya... Umi tau ."
***
"Dy ,kamu gak belajar kelompok? "
"Oh, itu sudah selesai Bun, tapi mulai besok senin ada les tambahan. "
"Ya sudah. "
"Tapi aku mau bawa bekal Bun, buatin ya. "
"Bangun pagi dong, bantuin Bunda masak. "
"Siap. "
"Ah, mana mungkin Kak Dydy bangun pagi ,palingan juga molor. "sahut Dika yang baru pulang dari main bola.
"Yey....,kamu sana mandi bauk!"
"Hem ya kan,, tunggu dulu aku masih berkeringat. "
****
Minggu pagi Dyra membantu ibunya mencuci baju. Setelah itu mereka membuat sarapan.
Setelah semuanya selesai sarapan, Dydy segera mandi.
"Uhg....segernya. ucap Dyra ia lalu menyisir rambutnya. Tiba saja ponselnya berdering.
(Halo)
(Waalaikumussalam)
(Ada apa Zak)
(Gak apa-apa, cuma pengen denger suara kamu saja)
(Oh..)
(Lagi ngapain ?)
(Lagi bedakan)
(Baru mandi ya)
(Iya)
(Nanti aku kesana ya)
(Boleh)
(Kalau gak ada acara)
(Emang ada acara apaan?)
(Bantuin Umi, barang yang di butiknya akan datang.)
(Ya udah gak usah kesini, besok kan ketemu)
__ADS_1
(Ya deh, aku dipanggil Umi, assalamualaikum)
(Waalaikumussalam)
***
Selesai menelpon Dyra, ia lalu bergegas naik motor ke tempat butik ibunya. Sedang Abi dan Uminya sudah berangkat naik mobil. Satu keluarga itu sangat sibuk sekali hari ini. Zaky dan Abinya membantu mengangkat barang untuk dibawa ke gudang. Zara dan Uminya mendisplay baju dan beberapa gaun pengantin dengan model terbaru.
Ditempat lain Dyra pun sibuk membersihkan rumahnya. Kebetulan cuaca hari ini begitu mendukung untuk menjemur kasur.
"Dy coba kamu liat pakaian yang dijemur tadi, kalau ada yang kering, pindah saja, terus hangernya ganti ke baju yang lain!"
"Ya ntar lagi dah Bun, sekalian. "
"Ah kamu ini, ya sudah sepatumu saja pindah ke atas genteng!"
"Iya. " Dyra pun berjalan dengan pelan, ia sebenarnya merasa malas, karena sedang asyiknya menonton tv.
"Loh kok diganti sih, mana remotnya! "
ucap Dyra setelah melihat acara tvnya berubah, karena diganti oleh sang adik.
"Ugh...ntar lagi, nunggu sponsor. "
"Hah... dari tadi kan kamu main kok tiba-tiba nonton tv sih? "
"Kenapa, emang gak boleh? "
"Hei kalo rebutan, matiin aja tvnya! "ucap bundanya
"Ini Bun, Kak Dydy gak mau gantian. "
"Iya, ya, itu sudah sponsor, sini aku ganti! Tuh kan udah mulai? "
"Sana dah liat sendiri, aku mau tidur! "
"Eh jangan tidur dulu, nanti bantuin ngangkat kasur. "
"Gak kira hujan. "
***
"Akhirnya, selesai juga, aku mandi dulu ya Bun."
"Iya sana. "
****
Pagi ini mulai masuk sekolah lagi setelah libur di hari minggu. Zaky tampak sangat bergembira
ia sudah tidak sabar untuk bertemu gadis cantik itu. Sampai disana ia tidak langsung masuk ke kelas, melainkan duduk di kursi taman. Sudah hampir lima belas menit ia menunggu kekasihnya itu. Ia benar-benar bosan, akhirnya ia masuk ke dalam kelasnya.
Ternyata disana ia menemukan Dyra sedang bergurau dengan semua temannya. Sepertinya Dyra terlihat asyik bermain dengan mereka. Entah apa yang dimainkan, ada empat anak disana termasuk Dyra, dan satunya Bimo.
Zaky pun menghampiri mereka.
"Lagi main apaan sih? "tanyanya
"Eh, Bro mau ikutan sini, kita main domino. " ajak Bimo
"Enggak, aku gak tertarik, tapi aku mau Dydy ikut aku sebentar. "
"Ada apa sih Zak? "
"Hem.... kamu nih ya, tau gak dari tadi aku nungguin kamu di taman. "
"O em ji..., Sorry aku gak liat, kamu juga kok bisa gak tau aku lewat. "
"Ya sudah, ayo temani aku ke kantin. " kata Zaky lalu menggandeng tangan Dyra.
"Wah... udah bel masuk tuh. "
"Ya ntar aja dah, ayo masuk! " ucap Zaky kesal.
***
__ADS_1
Pelajaran pun berlangsung begitu hikmad selama dua jam setengah. Sekarang tiba waktunya istirahat. Zaky dan Dyra sudah ada di kantin mereka tidak memakan bekalnya, karena masih kenyang. Mereka hanya membeli beberapa camilan, kemudian pergi ke taman.
Zaky tidak mau membahas kejadian tadi pagi.
Ia merasa itu juga kesalahannya sendiri, sebab ia tidak tahu kalau kekasihnya itu sedang berjalan menuju ke kelas.
"Zak, kamu bawa bekal gak? "
"Bawa, kenapa? "
"Gak apa-apa, aku juga, kok gak dimakan? "
"Nantilah, masih kenyang juga, kamu sendiri? "
"Sama aja sih. "
Mereka masih menikmati jam istirahat berduaan, mereka tidak mempedulikan teman yang lainnya.
"Eh Bro, dari tadi aku nyariin kamu. " kata Bimo yang baru muncul dengan wajah berseri.
"Ada apa nih, jangan bilang kamu lagi bahagia?"
Tanya Dyra
Sementara Zaky masih asyik mengunyah permen karet, dan tangan satunya diletakkan di belakang kursi, jadi terlihat seolah-olah merangkul Dyra.
"Ehm gue baru jadian. "
"Hah... sama siapa? " tanya Dyra penasaran karena selama ini yang ia tahu Si gendut Bimo itu tidak pernah mendekati cewek. Menurutnya dia sangat cuek kalau masalah pacaran.
"Sama sahabat loe. "
"Wita, maksudmu?"
"Yap betul. "
"Kok bisa, aku pikir dia dekat sama Andre. "
"Yah, sejak kamu pacaran sama Zaky, kan kalian jarang sekali bersama. "
"Iya juga sih, tapi kok mau ya dia sama kamu, bukannya anak itu matre."
"Semua juga tau, tapi inilah yang namanya jodoh. "ucap Bimo dengan Punya.
"Sudah sana masuk, ganggu orang lagi berduaan aja!" ucap Zaky
"Iya, iya, kamu nih gak seru!" Bimo lalu pergi meninggalkan mereka yang sedang dimabuk asmara.
"Zak, gak usah gitu kali! "
"Aku sudah bosan dia cerita tentang itu terus."
"Jadi kamu sudah tau kalau mereka berdua lagi dekat, dan sekarang dah jadian? "
"Iya. "
"Kok aku gak dikasih tau? "
"Gak penting, ntar tau sendiri. "
"Ah.. kamu itu benar kata Bimo, kamu gak asyik." Ucap Dyra lalu meninggalkan Zaky.
"Hah... apa salahku?" ucap Zaky bingung.
***
Jam sekolah pun berakhir, mereka yang tidak ada les tambahan langsung pulang. Sementara semua anak kelas tiga masih ada di sekolah untuk mengikuti les tambahan. Sekarang mereka diberi waktu untuk istirahat sejenak. Mereka memanfaatkan waktunya untuk makan, sholat, ada yang tidur-tiduran.
Zaky mengajak Dyra untuk makan siang bersama. Tapi gadis cantik itu menolaknya.
Zaky terus berusaha membujuk dan minta maaf, karena ia sendiri tidak merasa bersalah dengan tidak menceritakan kedekatan sahabatnya itu. Menurut Zaky itu bukan hal penting yang harus dibicarakan, karena dia bukan seperti anak perempuan yang suka bergosip.
"Baiklah, ayo maksa banget. "
"Nah gitu dong. "
__ADS_1
Mereka pun makan bersama di kantin, dengan bekalnya masing-masing. Disana juga ada beberapa anak dari kelas lain. Mereka terlihat iri dengan Dyra yang punya pacar begitu tampan.