
Pagi ini Dyra berangkat ke sekolah dari rumah tantenya. Dia naik angkot karena rumahnya dekat jalan raya, jadi mudah untuk menunggu tanpa harus berjalan kaki. Saat dia sedang menunggu angkot di pinggir jalan, tiba-tiba ada mobilnya Zaky.
"Stop Pak, ada temanku aku mau ajak dia sekalian. "
"Baik Mas. "
Zaky segera turun dari mobilnya dan menghampiri Dyra.
"Ayo naik! "
"Loh kamu,,, "
"Sudah ayo cepetan,,,! "
Dyra segera masuk ke mobilnya Zaky, mereka duduk bersama.
"Zaky,, kamu gak apa-apa? "
"Kenapa? "
"Bukannya kamu sakit? "
"Kata siapa? "
"Wita. "
"Itu semua gara-gara kamu. "
"Kok aku? "
"Sudahlah, aku terlalu egois, seolah-olah aku sudah memilikimu, padahal kamu juga punya orang tua. "
"Aku gak ngerti apa maksudnya? "
"Aku pikir kita bisa jalan, setelah pulang sekolah, tapi ternyata kamu ada janji dengan ibumu. "
"Oh.. "
"Bimo bilang, aku egois, seharusnya aku bersyukur, karena kamu bisa jujur dan masih menganggap aku sebagai kekasihmu. "
"Kenapa begitu? "
"Ya buktinya, kamu masih ijin sama aku kalau kemarin gak bisa ikut les, bahkan kamu juga mengijinkan aku. "
"Ya sudahlah, kamu beruntung punya sahabat seperti Bimo. "
"Iya kamu benar, karena keegoisanku, aku jadi sakit, maafkan aku ya. "
ucap Zaky lalu memegang tangan Dyra.
"Minggu besok ke rumahku ya, kita main disana. "
"Ehm,, tapi kalo bisa ya. "
"Ayolah pliss... " ucap Zaky sambil membelai rambutnya Dyra.
"Zak, jangan gitu ah, ada Pak sopir. " ucap Dyra lalu menepis tangan Zaky, walaupun sebenarnya ia senang dengan sentuhan lembut dari kekasihnya itu.
"Oh.. jadi kalau cuma kita berdua, kamu mau gitu? "
"Ya gak juga,,, sudahlah hampir sampai. " ucap Dyra kesal
"Oh iya, kamu nginep di rumah tantemu ya? "
"Iya. "
"Terus nanti.. pulangnya? "
"Masih kesana lagi, besok pagi baru pulang sekalian sama bunda. "
"Oke deh, nanti bareng aku lagi aja. "
__ADS_1
ucap Zaky dengan senyuman gembira.
"Iya, tapi aku mau ke rumah dulu, sebentar ambil baju. "
"Siap,, ayo turun! "
"Makasih ya Pak, assalamualaikum... "ucap Dyra
"Waalaikumussalam, Neng... "
***
"Loh kok Bimo bawa motormu? "
Tanya Dyra karena terkejut melihat Bimo membawa motornya Zaky.
"Iya kemarin dia nginep di rumahku!"
"Oh... iya aku lupa, kalau kemarin dia yang ngantar kamu pulang kan? "
"Tau dari Wita ya? "
"Siapa lagi. Tapi kenapa kalian gak bareng aja? "
"Sebenarnya aku gak dibolehkan masuk sama umi, tapi ya aku maksa. "
Dyra hanya mencibir mendengar jawaban Zaky, ya memang kekasihnya itu suka memaksakan kehendak sih.
"Ya aku senang ternyata bisa berangkat sekolah bareng sama cewek cantik. " sindir Zaky sambil melirik ke arah Dyra.
"Ya kamu benar-benar beruntung. "
"Bukannya kamu juga ya? "
"Iya sih,, beruntung banget malah,, karena aku pikir sekarang kamu ijin. "
"Aku juga mikir gitu. "
"Ya kebetulan, sudah ada suaminya Tanteku datang, jadi cukup bunda aja yang menemani, aku bisa sekolah sekarang, dan senangnya bisa ketemu kamu, hehehe."
"Ih... tau ah nyebelin!"
ucap Dyra sambil melempar tasnya pada Zaky, sontak membuat Zaky terkejut, lalu menangkap tas milik kekasihnya itu, sambil tersenyum kemenangan karena berhasil membuat sang kekasih malu.
***
Zaky sengaja tidak menaruh tasnya Dyra di bangkunya. Ia menaruh di kursinya sendiri.
"Zak mana tasku? "
"Mana aku tau? " tanpa menunggu lama Dyra segera mengambil tas miliknya di tempat duduk Zaky.
"Loh ini siapa yang lempar tadi? " ucap Zaky lagi, sambil menahan tangan Dyra agar tidak segera pergi dari tempat duduknya.
"Zaky,,, lepasin... ada Buguru!"
"Biarin! "
"Ya sudah terserah kamu! " ucap Dyra kesal, lalu meninggalkan Zaky, tapi sebelum Dyra pergi, Zaky menarik tangannya, dan tersenyum nakal.
"Ini... makasih ya cantik, i miss you. "
"Heh..... dasar nyebelin! "
****
Pelajaran pun berlangsung seperti biasa. Semua anak begitu antusias mengerjakan tugas dari guru pengajar. Hingga jam istirahat pun tiba membuyarkan konsentrasi mereka.
Zaky segera mengajak Dyra keluar kelas.
Kali ini mereka tidak pergi ke kantin, tapi mereka hanya duduk di taman sekolah.
__ADS_1
"Tumben gak jajan? "sapa Wita pada Dyra
"Iya nih, masih kenyang."
"Kenyang karena makan cinta?"
"Heh kamu sana, mana cowokmu? " usir Zaky
"Huh nyebelin, siapa yang nanya kamu, ikut campur aja! "
"Udah,, biarin Zaky,, lagian kasian dia gak ada yang nemeni. "
"Emang si Bimo kemana? "
"Dia kan ikut latihan PMR."
"Loh bukannya anak kelas tiga sudah gak boleh ikut kegiatan ya? "
"Yeyy,,, itu mah kamu,,, kata siapa???" Wita dan Dyra menegur Zaky bersamaan.
"Boleh ikut, tapi anak kelas tiga tidak diikutkan kegiatan kalau ke luar kota, kecuali memang dia anak berprestasi. "
"Tapi kenapa semua anggota Paskibra yang ikut anak kelas satu dan dua. "
"Karena mereka punya waktu yang banyak, sedang anak kelas tiga tidak sampai setahun mereka harus menyiapkan mental dan fisik buat menghadapi ujian nasional, juga buat persiapan masuk universitas. "
"Oh.. "
"Ngerti mas bro? " tanya Wita
"Ya,, tau dah, kalau aku sih akan aku gunakan untuk pacaran sepuas-puasnya. "
"Kamu mana ada puasnya Zak,, baru nyampek rumah aja langsung telpon Dydy, katanya rindu, padahal baru ketemu. "
"Dasar sok tau..! "
"Iya kan? Eh aku kesana dulu ya,, dah... " ucap Wita saat melihat Bimo sudah kembali dan tersenyum ke arahnya.
"Iya,,, hem kalau sudah ketemu sama doinya langsung kabur. "
"Biarin aja, Zaky.. resek amat dari tadi. "
"Ayo kita masuk! "
***
Mereka mengikuti pelajaran lagi, tiba saatnya akan pulang, mereka mendapatkan pengumuman kalau les tambahan ditiadakan untuk hari ini saja. Karena semua guru akan ada acara makan bersama di rumah kepala sekolah dari sekolah sebelah. Semua guru dan para staf lainnya mendapat undangan itu tanpa terkecuali. Anak-anak begitu antusias mendengar berita itu, mereka langsung bersorak, seolah mendapatkan hadiah emas.
"Alhamdulillah,,, huuuu...yes... bisa pulang pagi."
Itulah ucapan dari masing-masing anak.
Pulang pagi, bukannya siang ya, tapi gimana lagi mereka terlalu bersemangat hari ini. Selesai berdoa dan mengucapkan salam barulah mereka berhamburan keluar dari kelasnya. Seperti sedang memperebutkan barang diskonan. Tak terkecuali Zaky, ia tersenyum lebar, sehingga memperlihatkan deretan giginya yang putih. Begitu juga Dyra, ia sangat bahagia mendapatkan kesempatan berharga. Siang itu anak-anak tetap menikmati makan siang bareng bersama temannya. Mereka tidak terburu-buru untuk pulang. Karena sayang juga kalau bekal mereka dibawa pulang lagi.
"Hai kalian semua tidak mau pulang? "ucap seorang satpam yang ditugaskan untuk mengunci semua pintu kelas, dan juga pintu gerbang.
"Tunggu Pak, ntar lagi. " ucap salah satu dari mereka sambil mengunyah makanan. Sementara gengnya Zaky dan Bimo ada di kantin.
"Eh bapak juga mau makan-makan nih. "
"Oh... iya, kasian eh Pak satpam loh, emang jam berapa sih Pak undangannya? "
"Jam dua. "
"Wah itu sih lama Pak, itu liat guru yang lain juga masih ada yang sholat dhuhur, terus masih ada yang di kantor. "
"Baiklah, karena kalian tidak ada les, sebaiknya, keluar jangan makan di kelas, makan di taman saja gabung sama yang lain, kalau gak di kantin."
"Siap Pak,, pak toiletnya jangan di tutup dulu ya,,
Iya Pak, mushola juga jangan di kunci dulu, gak sampai jam dua kita sudah selesai kok. "
__ADS_1
sahut anak-anak bergantian.
Tidak sampai jam dua mereka semua sudah pulang termasuk guru yang lain. Tinggal satpam yang akan mengunci pintu gerbang dan juga siap berangkat ke tempat undangan.