
***
Di rumah sakit.
"Kamu sudah sadar?"
"Makasih ya Zak." (sesegukan menahan tangis)
"Sudahlah sebenarnya ada apa?"
"Ehm,, aku...(menelan ludahnya)
" Kenapa? Sudah jangan menangis lagi! "
"Aku,,, ha..mil Zak."
"Apa?"
Mikaila terus saja menangis tersedu-sedu,Zaky mencoba menghiburnya,tiba-tiba saja tangan kanannya mengusap-usap p Mika,kemudian merapikan rambutnya yang menutupi wajahnya.
Dibalik pintu Dyra melihat sikap Zaky terhadap gadis itu, bahkan mendengar percakapannya,lebih jelasnya mengetahui kalau dia sedang hamil.Dyra merasa sakit hatinya seperti ditusuk-tusuk jarum.Tanpa ia sadariair matanya menetes,berat rasanya harus menerima kenyataan itu. Walaupun sebenarnya Dyra tidak percaya sama sekali dengan semuanya yang terjadi.Ia segera berlari ke toilet.
"Apa mungkin Zaky menghamili gadis itu?
Tidak, tidak, itu bukan perbuatan Zaky!"
dalam benaknya.
Setelah dari toilet Dyra langsung ke tempat parkiran, menunggu kekasihnya itu.
"Mikaila ,aku pulang dulu ya, mungkin besok aku kesini lagi, tadi suster sudah menghubungi keluargamu."
"Makasih ya Zaky."
"Ok, gak masalah!"
Zaky melihat ke sekeliling ruang tunggu, untuk memastikan kalau Dyra masih bersamanya,kemudian ia pergi ke tempat parkiran, dan menemukan Dyra bersandar di mobilnya.
"Sudah selesai Zak?" sapanya
"Iya, ayo kita pulang!"
Zaky membukakan pintu untuk Dyra.
"Terimakasih" jawabnya
Didalam mobil, mereka asyik dengan pikirannya masing-masing.
__ADS_1
"Sudah sampai, oya ini makanannya,maaf lain kali kita bisa makan bersama."
"Iya gak papa, Kamu hati-hati ya, Assalamualaikum?"
"Waalaikumsalam?"
Tidak seperti biasanya Zaky langsung melajukan mobilnya, tanpa melambaikan tangan, bahkan senyum pun tidak.
Sampai di rumahnya Zaky langsung ke kamarnya, hari ini ia merasa kesal sendiri.
Begitu pun Dyra ia merasa hatinya tersayat-sayat sembilu.Setelah meletakkan makanan, Dyra ke kamarnya. Tiba-tiba saja tangisnya memecah keheningan malam itu, ia menutupi wajahnya dengan bantal.
***
Pagi ini Zaky duduk sendiri dikelas,sambil membaca buku,padahal pikirannya sedang kacau.Setelah menutupi wajahnya dengan bedak,Dyra berangkat ke sekolah dengan mata seperti panda,ia langsung menemui sahabatnya dengan senyum yang dibuat seceria mungkin.Wita sudah mengerti dengan keadaan Dyra saat ini pasti ada masalah. Kemudian tanpa ditanya Dyra menceritakan kejadian semalam.Wita menasehatinya agar tidak suudzon dulu.
Sebaiknya ia tunggu Zaky menceritakan yang sebenarnya. Dyra menganggukkan kepala tanda setuju, dan sekarang hatinya merasa lebih baik. Karena kejadian tersebut Dyra berusaha menjauh dari pujaan hatinya.
***
"Abi, memanggil Zaky?"
"Ya silakan duduk!"
"Dari mana Kamu semalam?"
"Ada apa dengan Mikaila?"
"Oh,jadi Abi sudah tau?"
"Abi minta Kamu jawab jujur!"
Kemudian Zaky menceritakan kejadian yang sebenarnya pada abinya.
"Lalu bagaimana kabar kekasihmu itu?"
"Baik-baik saja Bi!"
"Apa Kamu yakin?"
"Iya!"
"Apa hubungan kalian tetap romantis,seperti sebelumnya?"
"Memang sih akhir-akhir ini kami jarang bersama."
"Ya itu masalahnya Kamu tidak peka ,apa Kamu pikir wanita mau diduakan?"
__ADS_1
"Maksud Abi?"
"Tentu saja dia cemburu Sayang?"
"Apa yang aku lakukan?"
"Zaky, Zaky, sini dengarkan Abi ya?"
Pak Umar pun memberitahukan pada putranya itu bahwa selama ini ia telah mengabaikan orang yang dicintainya ,demi peduli pada orang lain yang belum tentu peduli pada dirinya.
"Oh ...,jadi aku,,, baiklah aku akan minta maaf padanya,makasih Abi!"
Zaky pun memeluk abinya,begitu juga Pak Umar membalas pelukan tersebut, memberikan kekuatan pada anaknya yang masih labil.
***
Sudah tiga hari ini kedua pasangan sejoli itu,tidak ada komunikasi sama sekali.
Tepat minggu pagi Zaky pergi ke rumah Dyra.
Sampai di pertigaan jalan, Zaky menghentikan motornya, karena melihat Dyra sedang joging bersama anak-anak di dekat rumahnya.
"Pagi Cantik?"
"Eh...Kamu ngapain?" (gugup)
"Ayo ikut aku!" (menarik tangan Dyra)
Mereka pun duduk di bawah pohon,mereka saling pandang seperti anak baru kenal saja.
Kemudian Zaky mengungkapkan permintaan maafnya ,sedangkan Dyra balik tanya untuk apa dia minta maaf. Zaky menceritakan kejadian yang sebenarnya, bahkan sampai acara minta maaf pun Abinya yang menyarankan.
"Oh begitu rupanya, jadi Kamu kesini karena Abimu?"
"Ya sebenarnya aku juga bingung harus bagaimana memulainya."
"Ternyata Abimu orangnya romantis,andai Kamu sepertinya?"
"Oh jadi sekarang Kamu tertarik dengan Abi, ketemu aja belum, gimana kalau sudah kenal, Kamu mau jadi saingannya Umi,yang benar saja!" kata Zaky kesal
"Boleh, kenalin dong?" (tersenyum)
"Ah sudahlah, mendingan aku pulang saja!"
"Zak, Zaky, tunggu kenapa sih,,,!"
Saat tangan Dyra menarik pakaian Zaky tiba-tiba kakinya tersandung batu,Zaky pun refleks menangkapnya,dan sekarang mereka seperti berpelukan. Wajah mereka tersipu malu,jantung mereka pun berdetak kencang,seperti habis lari marathon.
__ADS_1