CLBK

CLBK
Manja


__ADS_3

"Sudah, habisnya kamu ganggu terus dari tadi, Dydy kan kesal. " ucap Wita lalu menyikut kekasihnya itu.


"Eh gimana kalau kita kepoin mereka yuk..! "


"Ke kantin aja dulu, aku lapar. "


***


Dyra masuk ke ruang kesehatan, ia menyapa Mely terlebih dahulu.


"Hai Mel, kamu yang jaga? "


"Iya, mau jenguk Zaky ya, tuh lagi tidur, sepertinya dia pucat sekali."


"Iya, aku sudah menyuruhnya pulang, tapi tidak mau. "


"Kok tumben, aku pikir dia baru aja sakit. "


"Enggak, sudah dari kemarin katanya, padahal orang tuanya sudah mengijinkan dia pada wali kelas, tapi dia maksa masuk, katanya Bimo sih gitu. "


"Oh.. aku tinggal sebentar ya, istirahat dulu lagian kan enak gak ada yang ganggu kalian. "


"Sana cepat, tapi petugas yang lainnya suruh masuk! "


"Tenang, ntar lagi ada suster Weni, kamu bisa minta obat buat Zaky. "


"Baiklah. "


Mely bergegas ke kantin karena sudah sangat haus banget. Seperti biasa dia membeli es jus apokat. Sedang Dyra menghampiri Zaky, yang tertidur pulas, lalu ia membangunkan cowok ganteng itu.


"Zak, aku disini ada apa? "


"Eh kamu kapan datang? "


"Baru aja, kamu gak makan? "


"Sudah tadi, minum obat juga. "


"Aku gak ke kantin jadi gak ada makanan sama sekali. "


"Itu ada di meja ,coba buka tadi Mely nyuruh Andre beliin makanan buat aku. "


"Kok gak dimakan? "


"Gak selera. "


"Ini kesukaan kamu loh? "


"Kalo kamu yang nyuapin aku mau. "


"Dasar manja! "


"Kamu gak mau aku sembuh ya? "


"Ehm iya deh. "


Dyra pun membuka biskuit rasa keju, kemudian menyuapkan pada cowok yang lemah didepannya. Kemudian ia menyuapi dirinya sendiri.


"Enak kan? "


"Iya karena ada kamu. "


"Halah.... banyak alasan !"


"Nanti siang, aku mau minum obat, tolong ambilkan di tasku ya. "


"Iya, sudah, ini minumnya!" menyodorkan air mineral gelasan pada Zaky.


"Zak ,,sudah hampir masuk aku ke kelas dulu ya! "


"Aku ikut, sekalian ikut ulangan fisika. "


"Apa kamu kuat? "


"Apa aku selemah itu, oya aku mau susu coklatnya dong? "


"Nih, habiskan ya, biar ada tenaga. "


"Siap suster. " goda Zaky

__ADS_1


"Loh kalian sudah mau ke kelas? "


"Iya sus, makasih ya. "ucap Dyra


"Zaky kenapa tidak disini saja kalau masih pusing, biar saya temani " kata suster Weni


"Aku sudah lebih baik, untung ada kekasihku yang menemani tadi. "Jawabnya sambil merangkul Dyra, seolah-olah menunjukkan bahwa dia sudah ada yang punya.


"Permisi sus. "Ucap Dyra


"Ya silakan, Zaky... kalau mau minum obat, kesini ya, saya tunggu. "


"Terima kasih, tidak perlu!! ucap Zaky tegas lalu keluar meninggalkan suster Weni yang kecentilan.


***


"Zak, udah deh lepas, jalan sendiri kan bisa? "


"Iya, kalau nanti aku pingsan gimana? "


"Itu mah lebay ,kalau kamu sampai pingsan biar suster Weni aja yang ngangkat. "


"Ogah, kamu keterlaluan ya sama pacar sendiri."


"Kamu kenapa sih kesel banget sama dia? "


"Dari tadi dia itu nungguin aku, udah gitu gak mau pindah dari dekatku, yang mau di kompreslah, yang mau dipijitin, aku kan sebel. "


"Oh... jadi ada servis gratis gitu? Aku pikir setelah dia punya tunangan tidak akan centil seperti dulu lagi, tapi tetap aja ya dak berubah. "


"Ya untung aja Andre cepat datang dan menemaniku sampai aku tertidur. "


"Maaf ya aku baru kesana jam istirahat. "


"Ya aku juga gak mau ganggu belajarmu. "


***


Pelajaran kali ini membuat Dyra tidak fokus. Ia benar-benar khawatir pada kekasihnya itu. Setelah menyelesaikan soal ulangan fisika, Zaky minta ijin ke ruang kesehatan. Dia memberi kode pada Dyra dengan mengedipkan satu matanya. Dyra membalas dengan anggukan sambil tersenyum. Tinggal dua soal lagi, setelah itu dia akan menemui kekasihnya.


"Pak saya sudah selesai, saya minta ijin ke UKS ya?"


"Ehm... boleh ya Pak? "


"Awas jangan macem-macem! "


"Baik Pak, ada cctvnya kok."


"Loh kamu ngapain bawa bekal, mau makan, itu kan bukan tasmu? "


"Aku mau ngasih ini sama Zaky, sekalian obatnya. "


"Ya sudah sana cepat! "


Dyra sudah meninggalkan kelasnya, dan berjalan dengan cepat untuk menemui kekasihnya yang sedang sakit.


Sampai disana ia segera membuka kotak bekal milik Zaky. Awalnya dia menyuruh Zaky makan sendiri, tapi ia menolaknya.


"Kalau disuapin kamu rasanya lain loh? "


"Iya, iya, ayo cepat, dasar manja. "


"Masak gak boleh? "


"Dyra kalau kamu mau ke kelas silakan biar saya saja yang nyuapi Zaky, ya kan Zak? " ucap suster Weni yang mendengar percakapan mereka.


"Aku sudah minta ijin kok sus, makasih. "


Dyra terus menyuapi Zaky sampai semua isi dalam kotak makan itu habis. Lalu mengambil obat yang sudah di siapkan oleh ibunya Zaky tadi pagi. Zaky menerima suapan demi suapan dengan senang hati, seolah-olah sedang mengalami sakit parah.


"Aku mau begini terus. "ucapnya


"Ah kamu nyebelin. "


"Nanti pulang bareng aku ya? "


"Aku masih mau les, kamu mau pulang jam berapa? "


"Nanti setelah les. "

__ADS_1


"Sana pulang duluan, cepat istirahat di rumah. "


"Aku mau nungguin kamu."


"Jadi gak mau ikut les?"


"Ikut, tapi aku duduk sama kamu. "


***


"Apa??? Zaky dijemput pakai mobil? Aku lupa kalau dia lagi sakit mana bisa nyetir, lagian sama orang tuanya gak mungkin diijinin." ucap Dyra yang sedang jalan bersama Wita.


"Ada apa, kok kamu kaget? "


"Masalahnya tadi Zaky ngajak aku pulang bareng, tapi kamu tau sendiri kan, dia di jemput orang tuanya? "


"Ya kenapa ,biar lebih kenal sama camer? "


"Ah kamu, ayo pulang! "


"Dy... tunggu...! "panggil Zaky


"Ada apa? "


"Aku anterin kamu ya?"


"Gak ah, aku pulang sendiri! "


"Itu cuma sopir, bukan orang tuaku."


"Lagian dekat kok, mobilmu juga gak bisa lewat gang kecil. "


"Muter gak apa-apa kok, ayo cepetan! " ajak Zaky memaksa


"Baiklah. "


Mereka pun naik mobil di belakang. Satpam yang ditugaskan menjemput anak dari Tuannya itu pun ikut tersenyum.


"Kemana kita Mas? "


"Terus aja Pak, nanti sebelum pintu gerbang perumahan, belok kiri, berhenti di toko kelontong sebelum lapangan. "


"Siap Mas. "


Beberapa menit kemudian.


"Berhenti di toko itu Mas! "


"Masih tiga rumah lagi Pak. "


"Sini mas? "


"Makasih ya Zak, Pak, aku turun dulu, assalamualaikum. "


"Waalaikumussalam. "


"Mau kemana lagi mas?"


"Langsung ke butik Umi aja Pak. "


"Tadi itu pacarnya ya Mas? "


"Iya, cantik kan? "


"Iya, tapi kan gak berhijab mas, apa boleh sama Nyonya, apa lagi Neng Zahra. "


"Masih belum Pak, yang penting akhlaknya baik, kalau dia jadi istriku pasti dia mengerti. "


"Apa sudah sampai seserius itu mas? "


"Buat apa main-main Pak? "


"Iya juga sih, kalau dilihat dari sikapnya Mas Zaky sih, gak meragukan. "


"Aku serius Pak, doain ya? "


"Pasti. "


Mereka pun berhenti di butik ZAZA.

__ADS_1


__ADS_2