CLBK

CLBK
Serius


__ADS_3

"Dy aku minta maaf ya udah buat kamu bingung beberapa hari ini." ucap Zaky sambil menatap mata gadis cantik itu.


"Iya aku ngerti kok mungkin kamu lagi ada masalah dengan keluargamu."


"Aku sebenarnya gak ada masalah dengan siapapun,aku hanya memikirkan kelanjutan hubungan kita."


"Maksud kamu?"


"Apa kita sebaiknya menikah saja?"


"Kamu serius dengan apa yang barusan kamu katakan?"


"Iya Dy."


"Ini sudah pernah kita bicarakan sebelumnya kan, kalau kita gak bisa seenaknya mengambil keputusan sendiri, lagi pula aku juga pernah menjelaskan kalau aku masih mau membantu perekonomian keluargaku."


"Tapi masalahnya aku gak mau jauh dari kamu Dy."


"Emang kamu mau kemana,kuliah kan?"


"Ya,tapi di luar negeri,bersama sepupuku."


"Oh...iya aku lupa kalau kamu adalah calon direktur di perusahaan orang tuamu,makanya kamu harus belajar sebelum menjadi pemimpin disana."


"Nah itulah kenapa aku bingung harus bagaimana?"


"Tenang saja, ikuti saja perintah orang tuamu."


"Abi memperbolehkan aku menikah kok."


"Tapi itu tidaklah mudah bagiku,masa iya kita tergantung sama ortu gak mungkin kan?"


"Baiklah ,tunggu aku selesai kuliah ya,aku akan datang ke rumah orang tuamu untuk melamarmu."


"InsyaAllah." jawab Dyra singkat


"Sekarang kita nikmati saja seperti semula gak usah berpikir macam-macam,ok?" ucap gadis itu lagi sambil memegang kedua tangan Zaky


"Baiklah,terimakasih ya."


Kedua sejoli itu pun diam merenungkan keputusan yang telah mereka buat.


"Zak pulang yok!"


"Heem."


Seperti biasanya Zaky mengantarkan Dyra sampi depan rumahnya.Kali ini tidak ada percakapan diantara mereka.Setelah memastikan sang gadisnya pulang dan masuk kedalam rumahnya,barulah Zaky pergi meninggalkan rumah itu.Dyra pun begitu tidak mengucapkan salam perpisahan, hanya ada senyuman yang tersungging dibibir manisnya dan juga pejaman mata yang menandakan kalau ia baik-baik saja.


Sampai di kamarnya Dyra merebahkan tubuhnya,rasa lapar dirasakannya pun hilang.


Setelah menghilangkan rasa penatnya,Dyra pun membersikan diri untuk melaksanakan kewajibannya.


Tak jauh beda dengan Dyra ,Zaky pun melakukan hal yang sama .Setelah melaksanakan sholat dhuhur, ia segera tidur.


Tak terasa hari semakin senja,Zaky terbangun dari tidurnya setelah mencium aroma harum margarin.


Ternyata uminya sedàng membuat kue brownies kesukaannya.


"Ada acara apa Mi,kok buat kue?"


"Memang harus ada acara penting ya kalau mau buat kue?"


"Ya gak juga sih,tapi gak biasanya umi buat kue."


"Oh ...umi lagi iseng aja kebetulan lagi mood pengen buat kue."


"O..."

__ADS_1


"Ky, ambilkan tempat buat kue yang sudah matang dong?"


"Emang ada yang sudah matang Mi?"


"Ini baru mau dikeluarkan cepat sana ambilkan tempat!"


"Ini Mi."


"Wah pasti enak nih , boleh dicobain gak Mi?"


"Ya tunggu dingin dulu sayang,sana mandi baru bangun kan?"


"Eh..iya ,aku mandi dulu ya Mi."


"Heem."


***


Selesai mandi dan sholat ashar, Zaky segera pergi ke dapur ,ia ingin cepat mencicipi kue yang terlihat sangat lezat menurutnya.


"Wah ,harum Mi,mana tadi kuenya?"


"Itu Umi taruh di meja sekalian bawain kopi buat Abimu."


"Oh,ya tapi Abi kemana Mi?"


"Seperti keluar katanya sih mau beli rokok."


"Ehm...enak banget Mi, sisain aku buat besok ya, buat bekal ke sekolah."


"Boleh,tapi kayaknya temannya Kak Zahra mau kesini loh."


"Yah biarin,yang penting aku sidah pesen duluan."


"Iya ntar Umi sisain buat kamu,sana cepetan bawa kedepan kopinya Abi."


"Abi...ngagetin aja." ucap Zaky saat hampir bertabrakan dengan ayahnya.


"Oh ya Kyk, beliin Abi rokok dong,karena toko sebelah gak ada."


"Yah Abi, ada aja."


"Sana cepat Kyk, Abi tunggu !"


"Iya mana uangnya."


"Ini."


"Yah Bi uangnya kok ngepas sih?"


"Memang kenapa?"


"Upahnya Bi."


"Bilang aja kamu mau minta uang."


"Iya Bi sekalian aku mau beli bensin."


"Uang sakumu habis?"


"Yah ini kan lain,bonus."


"Ya sudah ini mana uang yang tadi!" ucap Abinya sambil menyerahkan uang warna pink itu


"Makasih ya Bi."


***

__ADS_1


"Mi mana kopinya ?" tanya suaminya


"Loh Abi gimana sih, kan sudah ada di meja depan?"


"Oh masak sih,kok Abi gak tau ya ,ini pasti gara-gara anakmu yang bungsu itu."


"Loh emangnya kenapa?"


"Ya biasa disuruh beli rokok malah minta upah,sekalian beli bensin katanya."


"O..."


"Kok cuma o...?"


"Abi, abi, kayak gak ngerti aja anaknya kan memang tidak mau rugi, pasti selalu ngambil kesempatan, coba aja kalau kakaknya datang pasti dibaik-baikin karena ada maunya?"


"Yah mirip siapa lagi kalau bukan uminya."


"Kok jadi nyalahin umi sih?"


"Lah iya coba aja kalau belanja bareng Abi pasti Abi yang suruh bayarin,padahal baru aja dikasih jatah bulanan."


"O...jadi Abi gak ikhlas nih ceritanya?"


"Loh,loh kok jadi ngambek gitu, bukan gitu sayang, abi kan cuma ngomong,kalau Zaky itu mirip banget sama Uminya."


"Terus Abi gak suka gitu kalau Umi seperti itu."


"Ya gak lah malah makin gemes aja, ternyata istri Abi ini juga gak mau rugi."


"Abi mah pelit!"


"Loh kok jadi makin ngambek, anak udah pada besar masih aja manjanya gak ketulungan." ucap Pak Umar sambil menggelengkan kepala


Pak Umar pun mulai merayu istrinya , dengan berbagai macam cara,agar sang istri mau memaafkannya.Tiba-tiba saat mereka berpelukan mesra ada Zaky masuk ke dalam rumah. Seperti biasa dia langsung muncul ide jahilnya.Yaitu menegur Abinya.


"Abi...nanti aja kencannya dikamar, nih rokoknya Zaky taruh dimeja."


"Iya, sudah kamu mandi sana ganggu aja!"


"Siapa yang ganggu,,aku dah mandi Bi, palingan Abi nih yang belum mandi,makanya umi males dekat Abi." goda Zaky


"Ih Abi apaan sih, kan malu ada Zaky." sahut istrinya


"Biarin memang kenapa, tuh anak memang keterlaluan,seharusnya kan dia ngerti ."


"Udah ah Umi mau ke kamar."


"Ya sudah maafin Abi ya." ucap Pak Umar lalu mengecup kening istrinya. Setelah itu Pak Umar pergi ke teras untuk menikmati kopi buatan istri kesayangannya.


***


"Abi,Abi, ada-ada saja ,semoga mereka tetap terus bahagia sampai akhir hayat." gumam Zaky sambil tersenyum bahagia mengingat kemesraan kedua orang tuanya.


Zaky pun pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu karena mendengar adzan maghrib.


Seperti biasa mereka sekeluarga sholat berjamaah di mushola kecil yang ada di dalam rumah.


***


Dyra tidak ambil pusing dengan kata-kata Zaky waktu itu. Lagipula ia masih ingin menikmati masa mudanya bersama teman-temannya.


Karena kalau ia sudah menikah pasti keadaannya akan berubah,waktu bermain bersama temannya akan berkurang, dan tidak sebebas sekarang.


"Meskipun sebentar lagi kita akan berjauhan, aku akan tetap sabar menunggu kedatanganmu untuk melamarku." ucapnya sambil menatap foto kekasihnya di layar hp.


"Lagi ngapain dia ya, kenapa akhir-akhir ini rasa rinduku tak bisa ditahan ya,aneh deh,hemm..."

__ADS_1


ucap Dyra lagi sambil menghembuskan nafasnya.


__ADS_2