CLBK

CLBK
Semangat 45


__ADS_3

"Ayo anak-anak, siap-siap latihan." Panggil Pak Wimbo.


Anak-anak segera berbaris mengelilingi Pak Wimbo.Satu persatu mendribel bola ,lalu memasukkan ke dalam kranjang basket.


Setiap anak mendapat kesempatan 5 kali,


jadi mereka sangat berhati-hati sekali.


Mereka yang sedang menunggu giliran,ikut


berteriak memberi semangat .


Ayo, ayo,ayo,woow keren.


Ayo,ayo,ayo,wah...gagal,seterusnya seperti itu.Memang seru kalau sedang menonton ,tapi giliran mereka sendiri, pasti grogi.Tak terasa, bel istirahat pun berbunyi, mereka menyudahi permainannya,kembali ke kelas.Dyra memang terlihat cuek,dg kehadiran Zaky, saat melewatinya tapi hatinya dagdigdug tidak karuan.


Akhirnya Zaky tahu siapa nama teman yang


mencuri perhatiannya itu,pada saat guru sedang mengabsent.


"Andyra Permatasari,manis seperti wajahnya." batin Zaky(senyum-senyum sendiri).


Dyra yang duduk sendirian di kelas,sambil makan camilan,yang sudah ia beli dari kantin


sedang termenung.


"Door," Wita memukul pundak Dyra(tertawa).


"Apaan sich, ngagetin aja, hem sebel deh." (marah)


"Ayolah,nona manis,mikirin apaan sih?" goda


Wita. Dyra hanya diam saja."Oh ya,buku novelnya dibawa kan?ucap Wita, karena gak ada ekspresi apa pun dari sahabatnya itu.


"Ambil sendiri di tas!" jawab Dyra sambil mengunyah makanan. Setelah istirahat mereka melanjutkan pelajaran seperti biasa.

__ADS_1


Anak-anak fokus mendengarkan penjelasan guru. Zaky yang mencari cara untuk berbicara dg Dyra saat itu mendapat kesempatan.


"Andyra, boleh pinjem penggarisnya!" tanya Zaky(menatap mata Dyra)


"Silakan,ambil sendiri!" perintah Dyra (menoleh ke samping belakang)


Zaky mengambil penggarisnya ,"Aku bawa dulu ya,"(memasang senyum manisnya)


"Iya,gak papa," jawab Dyra santai tanpa memandang Zaky.


Pelajaran berlangsung ke sesi pertanyaan ,


Anak-anak semangat, karena ini akan menambah nilai raport.Guru membacakan pertanyaan,yang bisa langsung tunjuk tangan. Mulai soal pertama, tanpa berpikir panjang, Dyra mengangkat tanganya,lalu menjawab dg lancar,dan ternyata jawabannya benar.Soal nomer 2,Wita berhasil menjawab dg benar,soal ketiga,sampai ke tujuh berhasil dijawab oleh Dyra, sementara lainnya dijawab,oleh Andre,Zaky ,Fitria dan Alex,jadi seakan semua pertanyaan dikuasai oleh Dyra.


Entah kenapa ia jadi begitu semangat, hari ini,karena biasanya ia akan menargetkan maximal 3 saja, cukup.Bahkan hari ini ia juga mampu menyelesaikan tugasnya dg cepat.


Teeet....bel panjang berbunyi tandanya pelajaran berakhir.


"Dyra, tunggu!" Panggil Zaky(jalan cepat).


"Ehm,ini penggarisnya,makasih,oy km hebat juga, yah!"kata Zaky (sambil garuk-garuk kepala)langsung meninggalkan Dyra." Hebat?maksudnya?"tanya Dyra bingung.


Tapi Zaky sudah jauh,menuju parkiran karena


segera pulang. Sementara Wita menunggu Dyra diluar,yang sengaja ia tinggal,karena ada Zaky bersama dg Dyra.


Wita menggoda Dyra, yang begitu ceria,hari ini. Dyra kesal,sejak dari tadi mendengarkan


bualan Wita. Dyra mengajak Dika untuk ke rumahnya Wita, tapi dia menolak. Mungkin nanti sore, dia yang akan menjemput kakaknya itu."Baiklah,jangan kemana-mana ya,kakak tinggal dulu. "ucap Dyra.


Wita dan Dyra menunggu taxi,sedangkan Dika langsung pulang. Sampai di rumah Wita,


Dyra minta ijin sholat dulu. Setelah selesai mereka makan siang, dg berbagai macam menu,mulai dari soto ,sate,rawon,juga lalapan ada disana .Dyra bener-bener


menikmati makanan yang tersedia.

__ADS_1


Kemudian,mereka membantu pekerjaan


Bu.Hesti,mamanya Wita. Mereka terlihat sangat sibuk dg tugasnya masing-masing.


Wita yang tidak pernah bekerja seperti itu sebelumnya,merasa kecapekan,sedangkan Dyra terlihat asyik-asyik saja.


Bu.Hesti,menyuruh Dyra istirahat, karena dari tadi belum istirahat sama sekali,tapi Dyra menolak, lagi pula sudah hampir selesai.


Bu.Hesti kagum dg semangat Dyra, selain cantik,anak ini rajin.Bu.Hesti membayangkan


andaisaja,ia punya anak laki-laki pasti akan menjadikan Dyra menantunya.


" Mama,kenapa kok melamun? "Tanya Wita." Eh gak apa-apa sayang!"sahut Bu.Hesti


"Assalamualaikum,"


"Waalaikumsalam," sahut mereka bertiga,


"Siapa ya, Mam?" tanya Wita.


"Biar dah mama yang buka sayang," kata Bu.Hesti.


"Oh nak Dika,silakan masuk, itu Dyra di dalam." Apa kabar tante?sambil mencium tangan Bu.Hesti."tanya Dika.


"Kabar baik nak," jawab Bu.Hesti.


Akhirnya mereka menuju ke dapur, bertemu Wita. "Mau jemput nak Dyra ya!"


tanya Bu.Hesti.


"Iya Tante, sudah sore,gak apa-apa kan?"


ucap Dika.


"Kenapa gak nginap di sini saja kalian?Lagi pula orang tua kalian belum pulang kan? kata Bu.Hesti

__ADS_1


Dyra dan Dika menolak, karena mereka gak bawa seragam sekolah. Mereka bilang mungkin lain kali aja. Mereka pamit pada Bu.Hesti dan Wita.


__ADS_2