
seorang perempuan terlihat tengah diikat didalam gubuk ditengah hutan.
Terlihat seorang lelaki tampan dan gagah tengah duduk ditepi ranjang tempat dimana perempuan itu diikat.
"maaf Marni, aku harus melakukan ini demi kebaikan kita bersama." ucap Salman sembari menunduk.
"mas, aku mohon jangan lakukan ini mas." lirih Marni disela isak tangisnya.
"Diam Marni, aku tidak mau istriku tau tentang perselingkuhan ini, setelah bayi itu berhasil digugurkan semuanya akan kembali seperti semula." bentak Salman kepada Marni.
"Kamu egois mas, bagaimanapun juga ini anak kamu mas." teriak Marni dengan lantang.
Plaak
Tamparan keras berhasil mendarat di pipi mulus perempuan tersebut.
tiba-tiba..
kreeet..
terlihat seorang wanita tua masuk ke dalam kamar itu seraya membawa cangkir berisi ramuan khusus.
"cepat minumkan ini kepada Marni." ucap wanita tua tersebut
Salman pun melakukan apa yang diperintahkan oleh wanita tua tersebut.
Dengan tenaga yang tersisa Marni mencoba berontak, namun sayang tenaganya tidaklah seberapa sialnya separuh minuman itu berhasil terminum olehnya.
Setelah beberapa saat berlalu Marni merasakan perutnya bekitu sakit.
dia mengerang kesakitan, dia merasakan sesuatu mengalir disela-sela kakinya.
sigap Salman menyumpal mulut Marni dengan kain dan berlalu pergi dari kamar itu.
wanita tua tersebut langsung melakukan aksinya, dia mengeluarkan janin dalam perut Marni dengan paksa.
__ADS_1
beberapa saat kemudian aksi abo*si ilegal itupun telah selesai.
Mak Dasih langsung membungkus janin tak berdosa itu lalu menyuruh Salman untuk menguburnya.
Naas Marni mengalami pendarahan yang hebat.
Dia terkulai lemas dengan wajah yang sangat pucat.
Mak Dasih terlihat sangat panik dia berusaha menghentikan pendarahan tersebut namun sayang usahanya sia-sia.
Disela nafas yang begitu berat, Marni bersumpah akan membalas dendam kepada mereka semua, Marni Takan membiarkan siapapun yang telah membuatnya tersiksa
hidup dengan tenang.
Akhirnya Marni menghembuskan nafas terakhirnya dengan penuh dendam.
"Mak, kenapa dengan Marni, ke_kenapa dia ti_tidak bergerak." ucap Salman dengan tubuh yang tiba-tiba menegang.
"Sial si Marni tewas Salman, ayo cepat kita kubur janin itu dulu, setelah itu kita urus si Marni." perintah Mak Dasih.
Salman sigap menggali tanah untuk mengubur janin tersebut.
setelah selesai menguburkan janin tersebut mereka bergegas kembali kedalam gubuk.
"bagaimana ini Mak.? harus kita apakan mayat si Marni, kita tidak mungkin menguburnya, karena sebentar lagi malam akan tiba." ucap Salman dengan panik.
"kita buang dia ke danau Salman, kamu segera kumpulkan batu dan masukan kedalam karung-karung ini." perintah Mak Dasih yang langsung dituruti oleh lelaki tersebut.
setelah selesai Salman langsung membawa mayat Marni ketepi danau.
"sekarang kamu satukan pemberat itu ketubuh Marni, bawa dia ketengah danau dan lempar mayatnya, dengan begitu mayat si Marni tidak akan mengapung dan Tak akan ada yang menemukannya." perintah Mak Dasih dan langsung di turuti oleh Salman.
setelah selesai, merekapun kembali ke gubuk itu dan membereskan kekacauan yang terjadi.
setelah semuanya beres mereka langsung pergi meninggalkan gubuk tersebut dan pulang kerumah masing-masing.
__ADS_1
🍂🍂🍂
"kamu darimana mas.? kok tumben pulang sampai hampir magrib begini." tanya Asyifa istri dari Salman.
"ehh.. anu.. itu ehh tadi mas ada urusan sebentar jadi pulang telat, maaf ya sayang." jawab Salma dengan perasaan terkejut.
"oh.. yaudah kalo gituh mas mau makan atau mendi dulu.?" tanya Asyifa
"mandi dulu deh mas gerah dek." jawabnya.
kini waktu telah menunjukan pukul 21:45 WIB.
Salmam sama sekali tidak bisa tidur, sedangkan istrinya begitu lelap disampingnya.
karena bosan Salman pun memutuskan untuk keluar kamar, dia menuju kedapur untuk menyeduh kopi.
samar-samar dia seperti mendengar suara tangisan bayi, saat ini dia masih berfikir positif mungkin tetangganya baru melahirkan karena kebetulan tetangganya tengah hamil besar.
tapi tiba-tiba..
Braaak..
suara benda jatuh yang berhasil membuat jantungnya berdetak kencang.
suara itu berasal dari ruang keluarga, saat dia hendak berbalik tiba-tiba lampu didapur mati.
suasana mendadak sunyi hawa dingin begitu mendominasi saat ini.
saat hendak melangkahkan kaki dia serasa menginjak sesuatu, dia tertegun di tempat tiba-tiba bau anyir darah menyeruak kedalam Indra penciuman lelaki tersebut.
saat dia berjongkok untuk memastikan apa yang dia injak, samar-samar dia seperti melihat sesuatu yang bergerak tergeletak didekat kakinya.
saat lampu menyala tiba-tiba..
"Aaaaaakkhhhh....
__ADS_1
Lampu tiba-tiba menyala