DENDAM ARWAH SANGKEKASIH

DENDAM ARWAH SANGKEKASIH
BAB 21


__ADS_3

🍂🍂🍂


Arjuna semakin dibuat heran melihat mahluk itu ternyata bisa berbicara.


yang membuat Juna lebih heran adalah kenapa darahnya bisa membuat pintu rahasia itu terbuka dan kenapa mahluk mengerikan itu memanggilnya tuan.


"hahahaha anda pasti heran tuan, karena tuan yang bernama Broto telah bersekutu dengan iblis, tapi sayang Broto terbunuh begitu juga dengan Sasongko ayah kandung anda tuan."


"jadi maksud kamu, kakek dan ayah saya bersekutu dengan iblis mengerikan seperti kamu?."


"iya tuan, darah anda telah membangkitkan saya kembali, anda keturunan terakhir Broto dan anda harus menjalankan pesugihan ini."


"tidak, saya tidak Sudi bersekutu dengan iblis seperti kamu."


"hahahaha anda tidak bisa menolak tuan, darah anda telah menyatu dengan tubuh saya tuan, dan satu lagi jika saya mati tuan juga akan mati, tapi jika ada yang berniat mencelakai tuan, tuan tidak akan pernah terluka sedikitpun."


"tapi tetap saja saya tidak mau."


tiba-tiba..


"aaaaaakkhhhh."


Arjuna merasakan tangannya terasa sakit dan perih, saat Arjuna melihat kearah tangannya mata Juna terbelalak karena tangannya terluka dan mengeluarkan banyak darah.


"apa yang kamu lakuin IBLIS."


"saya hanya memperingatkan anda tuan, bahwa kini anda telah terikat dengan saya."


tiba-tiba mahluk itu menjilat tangannya yang terluka dan seketika itu juga tangan Arjuna juga sembuh.


Arjuna semakin heran dengan apa yang terjadi.


"gila, ini benar-benar gila, ini pasti halusinasi ku saja, ini adalah tipu daya iblis, ya aku yakin ini adalah tipu daya iblis."


arjunapun berlari meninggalkan tempat misterius itu.


saat sampai di kamarnya Salman kembali melihat tangannya.


"ini benar-benar gila, tanganku sembuh, bahkan telapak tanganku pun yang tergores juga sembuh."


ntah karena capek atau beratnya beban pikiran yang kini iya rasakan, arjunapun terlelap dalam tidurnya.


didalam mimpi..


Arjuna bertemu dengan mendiang ibu menggandeng seorang laki-laki.


"ibu siapa laki-laki itu?."


"dia adalah ayahmu nak."


sang ayah menceritakan kenapa dia tak pernah datang menemui istri dan anaknya.

__ADS_1


sang ayah juga menceritakan tentang persekutuan nya dengan iblis.


"tidak bu, Juna tidak mau memuja iblis."


"kamu tidak bisa menolak nak, dulu ayah juga menolaknya tapi iblis mengetahui kelemahan ayah, mau tidak mau ayah harus meneruskan ilmu hitam leluhur kita."


"tidak yah, aku tidak mau."


"tak ada pilihan Juna, jika kamu tidak mau orang yang kamu sayang tiada ditangan iblis itu."


"maksud ayah apa, saya tidak mungkin membunuh wanita yang saya cintai."


"tapi darah kamu telah menyatu dengan iblis itu, kamu tidak bisa menolak nak."


tidaaaaak...


"Juna bangun Juna, kamu kenapa?."


Juna yang terbangun langsung mendorong tubuh Asyifa.


"apa yang kamu lakukan disini Syifa, berani kamu memasuki kamarku."


"maaf Juna, tapi tadi kamu teriak-teriak aku jadi khawatir."


"sudahlah, pergi kamu dari kamar saya."


"tapi..."


Asyifa kaget mendengar bentakan dari Juna.


Arjuna yang dulu sangat berbeda dengan Arjuna yang sekarang.


dengan berat hati Asyifa pergi meninggalkan kamar Arjuna.


setelah kepergian Syifa, Salman merenungi arti dari mimpinya itu.


jika benar iblis itu akan membunuh wanitanya, mau tidak mau Juna harus kembali melanjutkan perjanjian dengan iblis itu, dia harus melakukannya agar Mirna tetap selamat.


———


Salman terbangun dari pingsannya.


dia keget karena lehernya telah dipasang rantai oleh Juna.


terdapat beberapa bungkus makanan dalam pelastik, pintu kamar mandipun kini terbuka.


Salman hanya bisa meratapi nasibnya kini.


salaman kembali teringat kepada Azam.


dulu dia menyiksa Azam tanpa belas kasih.

__ADS_1


dan dia memukuli Azam dengan sangat brutal, bahkan tak sedikitpun Salman memberikan makanan kepada Azam, Salman hanya memberikan air minum.


hingga akhirnya Azam meninggal dunia.


Salman menangisi kekejamannya kepada Azam.


bahkan Arjunapun tak Setega itu pada Salman..


Arjuna masih memberikan makanan yang cukup buat Salman.


dilain tempat nek Mar begitu ketakutan mencari keberadaan Mirna.


"nak, nak Mirna kamu dimana nak."


"Mirna di belakang nek."


"syukurlah nak kamu masih ada disini."


"kenapa memangnya nek?."


"nak ternyata ketakutan nenek selama ini benar, kata warga, kemarin ada laki-laki yang mencari kamu, dia mengaku pemilik rumah itu."


"nek bukannya nenek juga sudah tahu, jika memang Juna pemilik rumah itu."


"nenek tau nak, tapi para warga tahu jika dia adalah keturunan dari Broto."


"astaghfirullah nek, aku takut jika dia benar-benar keturunan Broto."


"kamu harus tetap waspada nak, jangan pernah keluar rumah, kamu tenang saja para warga Takan memberitahukan keberadaan kamu kepada laki-laki itu."


"iya nek."


———


Asyifa menangis di kamarnya.


dia heran dengan perubahan sikap Juna.


dulu Juna begitu lemah lembut, apa ini balasan dari sikapnya yang dulu mengabaikannya.


"Juna setelah kita bertemu kembali, aku merasakan kenyamanan lagi seperti dulu, maaf dulu aku malah memilih Salman, yang ternyata hanya menorehkan luka padaku."


tiba-tiba suasana berubah dingin.


suara tangisan bayi membuat tubuh Asyifa menegang.


bau anyir darah dan bangkai menyeruak indra penciuman Asyifa.


tiba-tiba....


🍂🍂🍂

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2