DENDAM ARWAH SANGKEKASIH

DENDAM ARWAH SANGKEKASIH
BAB 7


__ADS_3

🍂🍂🍂


sontak penjelasan Mirna membuat Salman terkejut, karena semalam dia benar-benar bertemu dengan Mirna..


"yasudah kita bahas ini nanti saja, sekarang siapkan makan siang, biar istri saya segera minum obatnya." titah Salman.


"baik tuan."


Mirna begitu cekatan dalam melakukan tugasnya.


setelah semuanya selesai, Mirna langsung menghidangkan makanan diatas meja makan dan memanggil sang majikan.


tok...tok...tok


"permisi, tuan, nyonya, itu makan siangnya sudah siap."


"iya Mir, terima kasih, saya akan bangunkan istri saya dulu." teriak Salman dari dalam kamar.


setelah sampai dimeja makan, Salman begitu terkejut dengan hidangan yang disajikan oleh Mirna.


"apa-apaan pembantu itu, masa membuat makanan seperti ini."


"loh emang kenapa dengan makanannya mas? sepertinya enak kok."


"enak gimana sih dek, kamu gak liat makanan itu begitu menjijikan." ucap Salman dan langsung berlari menuju westafel.


Salman langsung muntah-muntah karena begitu jijik melihat makanan yang tersaji.


"menjijikan gimana sih mas maksud kamu? orang makanan itu sangat menggugah selera kok."


"loh nyonya, tuan kenapa? apa tuan sakit?." Mirna yang baru datang langsung kaget karena melihat majikannya muntah-muntah.


"maksud kamu apa Mirna masak makanan seperti itu hah." bentak Salman


"maaf tuan, apa ada masalah dengan masakan saya."


"jelas salah, untuk apa kamu masak ulat, cacing, serangga, dan daging yang dipenuhi belatung." Salman kembali muntah membayangkan masakan itu.


"hah, maksud tuan apa? masakan saya normal kok tuan, tuan bisa lihat sendiri, saya gak mungkin masak masakan yang tuan sebutkan." jawab Mirna dengan kebingungan.


"tau nih, kamu kenapa sih mas? aneh-aneh aja kalau ngomong, bodo ahh aku mau makan aja, laper banget soalnya." Asyifa langsung meninggalkan Salman yang masih mematung di tempatnya.


Salman yang penasaran langsung berjalan kearah meja makan.


mata Salman terbelalak tak percaya dengan apa yang dia lihat.


sekarang masakan yang tersaja sungguh terlihat sangat lezat, sangat beda dengan apa yang dia lihat sebelumnya.


***


malam semakin larut terlihat seorang gadis tengah tidur dengan gelisah, keringat membasahi tubuhnya.


ya dia adalah Mirna, dia kembali bermimpi bertemu dengan Marni.

__ADS_1


"Mirna, tolong aku Mirna." pinta Marni dengan Isak tangisnya.


"aku harus nolong apa? bahkan aku tidak mengenal kamu."


"nanti kamu akan tau siapa aku, tapi tolong balaskan dendam ku kepada pembunuh itu, dia sudah membunuh ku dan juga anak aku Mirna."


"kembalilah ke kampung, tanyakan tentang Marni kepada Mbah Sadi, dia akan menceritakan tentang aku, dan berjanjilah setelah kembali dari kampung segera balaskan dendam ku."


arwah Marnipun menghilang kembali, disaat yang sama Mirna kembali terbangun dari tidurnya.


"yaampun, sebenarnya siapa wanita itu, kenapa dia selalu menerorku." ucap Mirna kebingungan.


***


suatu hari...


dilain tempat terlihat seorang laki-laki tengah mencari adiknya,


pasalnya sudah hampir satu bulan adiknya itu tidak pulang ke rumah.


laki-laki itu sudah mencari kesemua teman-teman adiknya itu tapi tak seorangpun yang tau.


saat di jalan tak sengaja dia berpapasan dengan seorang wanita yang familiar baginya.


"dek, tunggu dek." cegat laki-laki tersebut.


"iya ada apa ya mas, ehh loh ini bukanya mas Azam ya?."


"iya saya Azam, kalau gak salah kamu Ranti iya kan, sahabatnya Marni?."


"syukurlah, Ranti apa kamu pernah bertemu dengan adik saya itu, baru-baru ini." tanya Azam tanpa basa-basi.


"iya mas, aku sempat ketemu sama Marni sekitar satu bulan lebih kalau gak salah, ada apa emangnya mas?."


"dengar Ranti, Marni pergi sekitar satu bulan lalu, saya sudah mencari informasi tentang dia kepada semua temannya, tapi seorangpun tak ada yang tahu keberadaan Marni, jadi aku minta sama kamu tolong ceritakan apa saja yang kamu tahu tentang Marni, mudah-mudahan ada petunjuk tentang keberadaan Marni."


Ranti adalah salasatu sahabat terbaik bagi Marni.


Marni sering bercerita tentang hubungannya dengan Salman, tentu saja tanpa mengatakan jika Salman sudah mempunyai istri, dan juga tentang dia yang memiliki kembaran.


Azam adalah kakak angkat Marni.


Azam sudah menganggap Marni seperti adik kandungnya sendiri, begitu juga sebaliknya.


akhirnya dari cerita Ranti, Azam bisa tau alamat lengkap tempat tinggal Salman.


"jadi Marni memiliki kekasih dan juga kembaran? astaga kenapa dia tidak pernah cerita kepadaku."


"iya mas, tapi maaf hanya itu yang Ranti tau tentang Marni."


"tak apa, terima kasih Ranti atas informasinya ya."


"iya mas, sama-sama."

__ADS_1


setelah mendapatkan informasi dari Ranti, Azam bergegas pamit dan segera pergi ketempat dimana Salman tinggal dia berharap adiknya ada disana.


hampir memakan waktu sepuluh jam, barulah Azam sampai dikediama Salman.


segera dia memarkirkan mobilnya tepat didepan rumah Salman.


Tok...tok... tok..


setelah menunggu beberapa waktu barulah pintu terbuka.


terlihat seorang wanita cantik yang membukakan pintu.


"permisi mbak, apa benar ini rumahnya Salman?."


"iya betul, mas ini siapa ya? apa mas teman lama suami saya?." tanya Asyifa bingung karena baru pertama kali melihat laki-laki ini.


"sebenarnya adik saya teman suami anda, dan saya datang kemari untuk mencari informasi tentang hilangnya adik saya, saya sangat berharap suami anda tau sesuatu tentang adik saya."


"ohh iya silahkan masuk mas, silahkan duduk, tunggu sebentar ya saya telpon suami saya dulu soalnya dia lagi diluar."


"iya makasih."


meski ada rasa marah dalam diri Azam, dia tetap menahanya karena dia yakin adiknyatelah dibohongi oleh laki-laki yang bernama Salman.


sekitar setengah jam akhirnya orang yang ditunggu pun datang juga.


"maaf anda siapa ya, sepertinya saya tidak pernah mengenal anda." ucap Salman heran karena dia tidak mengingat laki-laki yang ada di hadapannya, Salman sudah berusaha mengingat-ingat laki-laki tersebut tapi hasilnya tetap sama dia tidak merasa berteman dengannya.


"maaf Salman sepertinya kita harus bicara diluar."


"maaf, jika mau bicara disini saja, kenapa harus diluar."


"ini soal yang sangat penti jadi tidak bisa di bicarakan disini."


setelah berpikir cukup lama akhirnya Salman mengiyakan keinginan laki-laki asing tersebut, diapun pamit kepada sang istri untuk pergi keluar sebentar dan Asyifa pun mengizinkannya.


selang satu jam perjalanan akhirnya sampailah mobil mereka ditempat yang agak sepi.


merekapun keluar dari mobil masing-masing,


Salman sebenarnya sudah merasakan sesuatu yang tidak beres, tapi dia menepisnya, toh sedikit banyak dia bisa bela diri.


"kenapa anda membawa saya ke tempat seperti ini, siapa Anda sebenarnya?."


"Salman apa kamu mengenal wanita yang ada di foto ini." ucap Azam seraya menyerahkan selembar foto kepada Salman.


mata Salman terbelalak lebar melihat foto tersebut..


"sa–saya ti–tidak me–mengenalnya."


"DASAR PEMBOHONG."


Buuugggh....

__ADS_1


🍂🍂🍂


BERSAMBUNG


__ADS_2