
Saat lampu tiba-tiba menyala.
barulah disini terlihat jelas bahwa sesuatu yang bergerak itu adalah janin yang tak lagi utuh.
jantung Salman tiba-tiba berdetak lebih cepat seakan jantungnya hendak meloncat dari tempatnya.
keringat dingin mengucur membasahi kaos yang dia pakai.
tiba-tiba janin itu meloncat tepat dimuka lelaki tampan itu.
"Aaaaaakkhhhh.... pergi kamu jangan ganggu saya,, PERGI..." teriak lelaki itu dengan histeris.
Asyifa yang mendengar teriakan suaminya pun seketika terbangun dari tidurnya dan berlari menuju sumber suara.
alangkah terkejutnya dia saat mendapati suaminya tengah meringkuk dan berteriak seakan dia melihat sesuatu yang sangat mengerikan.
"Mas sadar, kamu kenapa teriak-teriak gak jelas seperti ini.?"
"Pergi kamu pergi jangan ganggu saya."
Salman masih saja berteriak ketakutan karena apa yang ada dalam pandangannya bukanlah sang istri, melainkan janin yang terus melayang-layang mencoba mendekatinya.
tak ada cara lain Asyifa pun menampar suaminya dengan keras berharap Salman segera sadar dari halusinasinya.
tapi sayang bukannya sadar Salman malah semakin menjadi, dia menendang sang istri dan pergi berlari kembali kekamar.
Asyifa yang terkena tendangan dari sang suami mengerang kesakitan karena bukan hanya perutnya yang merasa sakit tapi juga kepala bagian belakangnya juga teramat sakit.
Seketika penglihatan Asyifa tiba-tiba memudar dan dia pun ambruk begitu saja dilantai dapur.
sekitar pukul 03:27 WIB, Salman terbangun dari tidurnya dia berpikir apakah yang semalam terjadi nyata atau hanya mimpi.
saat Salman melihat kesamping dia kaget karena istrinya tak ada disampingnya,
Salman segera pergi ke kamar mandi untuk mencari sang istri, saat Salman membuka pintu kamar mandi ternyata kosong sang istri tak ada di dalam kamar mandi.
__ADS_1
Salman segera berlari keluar kamar dan mencari Asyifa, dia merasa khawatir karena tak biasanya istrinya bangun sepagi ini kalaupun bangun pasti ada di kamar mandi.
Saat Salman menginjakan kakinya didapur dia begitu kaget melihat sang istri tergeletak tak berdaya.
"Dek bangun, apa yang terjadi kenapa kamu bisa seperti ini.?" Salman begitu tegang mendapati tubuh sang istri yang begitu dingin.
dia segera membopong tubuh Asyifa kekamar.
setibanya dikamar dia segera mengoleskan minyak kayuputih di telapak kaki dan tangan Asyifa juga kebagian perut sang istri lalu menyelimutinya berharap dengan cara itu istrinya akan segera sadar.
Benar saja setelah beberapa waktu akhirnya Asyifa sadar.
"mas..." lirih Asyifa dengan begitu lemah
"sayang kamu kenapa, apa yang terjadi dan kenapa kamu bisa pingsan di dapur.?"
"Kamu yang kenapa mas, teriak-teriak gak jelas udah gitu malah nendang aku." Asyifa berucap disela isak tangisnya.
Salman begitu terkejut dengan penuturan istrinya, pasalnya dia tidak mernah menendang Asyifa dan Salman juga tidak tau jika Asyifa ada disana.
"mas... kenapa bengong sih, apa yang sebenarnya terjadi.?" tanya Asyifa dengan penuh selidik meski dia merasakan perut dan kepalanya masih nyeri.
Salman tau sang istri Takan marah lagi jika sudah berada dalam dekapannya, karena memang Asyifa sosok wanita manja dan gampang untuk di bodohi dan itu memberikan celah untuk Salman selingkuh.
Akhirnya merekapun kembali tidur setelah terjadi drama yang mengganggu tidur mereka.
Pagi harinya aktifitas kembali seperti biasanya
tak ada lagi drama dan teror yang terjadi.
sang istri masih tidur pulas, Salman segera turun dari ranjang dan berlalu masuk kedalam kamar mandi.
setelah membersihkan diri Salman segera memakai baju dan pergi keluar kamar,
istrinya masih tetap betah barada di alam mimpi, ini dijadikan kesempatan oleh Salman untuk bertemu dengan Mak Dasih, karena biasanya pembantu itu sudah datang ke rumahnya kebetulan beliau mempunyai kunci cadangan rumah ini jadi bisa masuk tanpa mengganggu sang tuan rumah.
__ADS_1
"Mak... Mak Dasih... Mak... sial kemana wanita tua, itu biasanya sudah datang jam segini tapi kenapa ini masih sepi, apa jangan-jangan dia juga di teror oleh janin sialan itu aku harus pergi keruman Mak Dasih untuk memastikan semuanya baik-baik saja."
segera lelaki itu pergi dari rumah dan melajukan mobilnya menuju kediaman Mak Dasih.
selang beberapa saat Salman pun sampai dikediaman Mak Dasih.
Dia heran karena dirumah itu ada beberapa orang
"Permisi pak... itu ada acara apa ya kok rumah Mak Dasih banyak orang." tanya Salman kepada salasatu warga yang lewat didepannya.
karena Salman tau Mak Dasih sebatangkara dan dia tinggal sendiri
"Aden siapanya Mak Dasih... apa Aden kerabatnya."
bukannya menjawab orang itu malah nanya balik yang membuat Salman kesal dibuatnya.
"Bukan pak, saya majikannya.. saya datang kesini karna ada perlu dengan beliau."
"Oh begitu.. itu Den Mak Dasih meninggal dunia.. Dia gantung diri."
"Apa.. kapan kejadiannya pak.?"
"sepertinya semalam Den.. soalnya tubuhnya juga udah kaku.. dia di temukan oleh tetangganya yang kebetulan begitu dekat dengan beliau." jelas bapak tersebut dan pamit pulang.
Salman pun masuk kerumah Mak Dasih untuk memastika, sialnya ternya tubuh Mak Dasih belum dievakuasi oleh warga.
bulu kuduk Salman seketika meremang menyaksikan keadaan Mak Dasih.
matanya melotot lidah menjulur tapi mimik mukanya terlihat sangat ketakutan..
wargapun semakin banyak yang berdatangan dan segera mengevakuasi mayat Mak Dasih.
saat hendak pulang sekilas Salman melihat seseorang yang mirip dengan Marni berada dalam kerumunan warga.
Salman menajamkan penglihatannya untuk memastikan itu hantu Marni atau bukan.
__ADS_1
sialnya saat sedang fokus menatap wanita tersebut, wanita itupun balik menatap Salman dengan tajam dan seringai yang begitu mengerikan.
"Aaaaaakkhhhh SETAAAAN...."