DENDAM ARWAH SANGKEKASIH

DENDAM ARWAH SANGKEKASIH
BAB 9


__ADS_3

🍂🍂🍂


"Flashback on"


seorang wanita melahirkan dua bayi kembar identik yang diberi nama Marni dan Mirna.


meski hidup dalam keluarga sederhana tapi mereka penuh dengan kasih sayang dalam merawat buah hatinya.


dia adalah Sulastri dan Arseno.


mereka menikah sudah lima tahun dan baru dikaruniai anak, mereka sangat bahagia saat mengetahui bahwa mereka akan memiliki anak kembar.


suatu hari saat usia anak-anak mereka satu tahun, seseorang menculik salasatu bayi mereka didalam kamar, saat itu Sulastri sedang berada didapur dan suaminya Arseno sedang bekerja..


Sulastri sangat syok mengetahui anaknya tak berada di tempat tidur.


"toloooong, tolong saya, anak saya di hilang, Marniku hilang." teriakan histeris Lastri terdengar oleh beberapa warga yang melintas.


mereka langsung menemui Lastri yang terus berteriak memanggil nama Marni.


"tenang Lastri tenang, mungkin anak kamu masih ada dirumah, kamu tau sendirikan anak usia segitu emang lagi aktif-aktifnya." seorang warga mencoba menenangkan Lastri.


"tidak Bu, saya sudah mencarinya, tapi saya tidak menemukan Marni."


beberapa warga berinisiatif mencari Marni, tapi nihil, mereka tak menemukan Marni.


mereka juga heran bagaimana bisa anak seusia itu bisa pergi jauh jika bukan diculik.


"cepat kalian temui seno diladang, kasih tau dia jika anaknya Marni hilang, saya takut Marni diculik." perintah salasatu warga.


seorang laki-laki muda berlari sekuat yang dia bisa, dia berusaha mencari keberadaan seno.


"mas, mas Seno, cepat pulang mas.." ucap laki-laki itu dengan nafas yang memburu dan keringat bercucuran, maklum dari rumah Seno sampai ladang lumayan jauh.


"tenang Hasan tenang, pelan-pelan, ada apa? ceritakan sama saya.."


"anu mas, Marni..."


"ada apa dengan Marni Hasan? apa anak-anak ku baik-baik saja Hasan.?


"Marni mas, Marni nggak ada dirumah,


kami sudah mencarinya tapi tidak ketemu, sepertinya Marni diculik mas."

__ADS_1


"APA.."


Dengan tenaga yang tersisa Seno berlari kencang menuju rumahnya, tak ia hiraukan nyeri dikakinya karena terkena kerikil-kerikil tajam yang melukai telapak kakinya.


saat sampai dirumah dia begitu lemas mendapati istrinya tengah terbaring lemas.


salasatu warga menceritakan kejadian yang terjadi.


hal itu berhasil membuat Seno juga histeris.


setelah kehilangan satu anaknya, kesehatan Sulastri semakin menurun sudah lima tahun terakhir ini dia sering sakit-sakitan apalagi setelah Arseno meninggal dalam sebuah kecelakaan.


saat usia Mirna tujuh tahun Sulastri menghembuskan nafas terakhirnya.


dan Mirna diasuh oleh kakak tertua dari Arseno yang tak lain adalah Mbah Sadi.


***


"flashback off"


Mirna yang mendengar cerita dari Mbah Sadi, seketika membuat dia menangis.


dia tak kuasa menahan kesedihannya jika membayangkan apa yang dirasakan sang ibu saat masalah datang silih berganti.


mbok Ratmi heran karena suami dan keponakannya tengah diliputi kesedihan.


"pak ada apa? kenapa kalian terlihat sedih?." tanya mbok Ratmi heran.


"ngak apa-apa Bu, bapak hanya menceritakan apa yang selama ini kita sembunyikan dari Mirna."


"maafkan simbo sama mabh ya nak, kami tidak bermaksud membohongi kamu, kami hanya menjalankan wasiat ibu kamu nak." tangis mbok Ratmipun pecah.


Mirna merasa bersalah dia langsung memeluk wanita yang sudah merawatnya sejak dari dia kecil.


"tak apa mbok, Mirna tau ini demi kebaikan Mirna juga, terimakasih karena mbok sama Mbah mau merawat Mirna seperti anak sendiri."


sari yang melihatpun langsung ikut menangis dan memeluk dua wanita yang berarti dalam hidupnya.


Mirna semakin terisak saat dia sadar bahwa sodara kembarnya telah tiada dengan cara tragis.


Mirna tidak menceritakan apa yang beberapa waktu ini dia alami, Mirna hanya tidak ingin orang yang dia sayang kembali bersedih, tapi jika sudah waktunya Mirna akan menceritakan apa yang selalu dia impikan tentang Marni.


***

__ADS_1


kini tiba saatnya Mirna untuk kembali ke kota, saat ini tujuannya bukan hanya untuk bekerja tapi juga untuk menguak misteri Kematian sodara kembarnya.


singkat waktu.


kini Mirna telah kembali kerumah majikannya, dia bekerja seperti biasa, meski hanya seorang pembantu tapi dia tidak boleh mengecewakan orang yang telah berbaik hati memberikan pekerjaan kepadanya.


andai saja Mirna tahu jika yang membuat sodara kembarnya meregang nyawa adalah majikan laki-lakinya dia pasti akan sangat murka.


tapi Takan lama lagi semuanya akan terbongkar.


"tenang saja kak, aku pasti akan menemukan pembunuh kamu, aku akan membalas semua sakit ini, dan ini adalah janjiku kak." Mirna bermonolong dalam sepinya malam..


kehidupan Salman kembali normal.


tak ada lagi gangguan dari arwah Marni, sebab dia sudah meminta Jiman perlindung dari salasatu dukun ternama di daerahnya.


kebahagiaan Salman bertambah saat dia mengetahui bahwa istrinya Asyifa tengan hamil.


"sayang sebentar lagi kita akan punya anak." ucap Salman sambil memeluk tubuh sang istri.


"iya mas, aku bahagia sekali."


merekapun berpelukan hingga terlelap didalam kamar pribadinya.


lain halnya dengan Azam, dia sekarang sangat tersiksa bukan hanya pukulan yang selalu Salman layangkan kepadanya jika Salman mendatangi gubuk itu, tapi juga rasa haus dan lapar membuatnya semakin lemah.


ya, selama di sekap disana Salman hanya memberikan makan sedikit dan itupun harus berhari-hari baru Salman akan memberi makan lagi.


kini Azam tengah putus asa.


tubuhnya semakin melemah, tiba-tiba dia melihat Marni mendatanginya dengan seorang bayi digendongannya.


"maafkan Marni kak, Marni sudah membuat kakak seperti ini, harusnya Marni tidak pergi." Isak Marni penuh sesal


"tak apa dek, mungkin ini sudah takdir, kakak pasti bebas dari sini dan kita akan hidup seperti dulu lagi apa lagi kini ada anak kamu."


akhirnya Azam menghembuskan nafas terakhirnya ditempat yang sama dengan Marni. meski Azam hanya kakak angkat tapi dia sangat menyayangi Marni seperti adiknya sendiri, dulu Azam menemukan Marni tergeletak diantara sampah, Azam hanyalah anak sebatangkara, dia sangat bahagia saat menemukan bayi mungil itu, dia merawatnya dengan penuh kasih sayang hingga dewasa.


dan kini takdir kembali menyatuka mereka dengan nyawa tak lagi dikandung badan.


🍂🍂🍂


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2