DENDAM ARWAH SANGKEKASIH

DENDAM ARWAH SANGKEKASIH
BAB 23


__ADS_3

🍂🍂🍂


malam pun kembali tiba..


didalam mimpi, Arjuna melihat dirinya tengah menyeret seorang wanita dan membunuh wanita yang sangat dia kenal


Ya... Arjuna melihat dirinya membunuh Mirna


lalu sosok yang menyerupainya kini melangkah mendekati Arjuna, sosok itu kini berubah menjadi sosok iblis yang terkurung di ruangan rahasia itu.


"apa kamu melihatnya Arjuna ? itu yang akan terjadi jika kamu tidak segera memberikan tumbal kepada tuan Mahesa, sang raja kegelapan."


"tidak, jangan bunuh wanita ku, baiklah saya akan segera mencari tumbal untuk mahesa."


tiba-tiba tubuh Arjuna terpelanting kebelakang, seakan ada kekuatan dahsyat yang menghempaskan tubuhnya.


"jangan pernah anda memanggil tuan Mahesa hanya dengan menyebut namanya Arjuna, panggil dia dengan sebutan tuan Mahesa."


"*baiklah saya mengerti bahubali, saya akan segera kembali ke kota untuk mencari anak-anak yang masih suci untuk dijadikan tumbal tuan Mahesa."


"bagus segera lakukan, jika tidak ingin wanita mu terbunuh, hahahaha*."


seketika **bahubali menghilang dari pandangan Arjuna, lalu Arjunapun terbangun dari tidurnya.


Arjuna merasakan tubuhnya begitu sakit, apalagi dibagian dadanya.


saat Arjuna melihat dadanya, matanya melotot tak percaya, di dadanya terdapat luka lebam yang sangat besar.


kini dia yakin bahwa iblis yang di puja oleh kekenya tak pernah main-main.


malam itu juga Arjuna segera bergegas kembali ke kota.


disisi lain, Asyifa yang melihat Arjuna pergi terburu-buru dibuat heran karenanya.


dengan ragu Asyifa berlari mengejar Juna**.


"Juna tunggu, kamu mau kemana malam-malam begini."


"bukan urusan kamu, lebih baik sekarang kamu kembali ke kamar sebelum aku berbuat kasar."


"kamu kenapa Juna, sekarang kamu berubah Juna, kamu tidak seperti Arjuna yang aku kenal dulu, sekarang kamu kasar."


"Ya, kamu benar Asyifa, aku telah berubah, aku bukan lagi Arjuna yang dulu, jadi sekarang lebih baik kamu kembali kekamar kamu sebelum aku berbuat kasar Syifa."


"tapi Juna..."


prraaaang....


seketika Arjuna melempar vas bunga di sisinya yang membuat serbihan kaca berserakan dimana-mana.


lalu Arjuna pergi begitu saja meninggalkan Asyifa.

__ADS_1


***Asyifa tertegun melihat kemarahan Arjuna.


baru kali ini Arjuna berbuat sekadar itu, Asyifa hanya menangis sambil membersihkan serpihan vas bunga yang hancur itu,


setelah selesai Syifapun bergegas kembali ke kamarnya.


didalam kamar Asyifa hanya menangis dan tak lama setelah itu Asyifapun tertidur.


waktu menunjukkan pukul 23:00 WIB..


Asyifa terbangun kan oleh suara ketukan di pintu kamarnya.


dengan malas Asyifa melangkahkan kakinya menuju pintu kamar***.


"Juna, kamu sudah kembali, ada apa tengah malam begini kamu ke kamarku?."


"maafkan aku Syifa, maafkan atas sikap kasar aku sama kamu selama kamu berada dirumah ini.


"tak apa Juna, lebih baik sekarang kamu istirahat saja, kamu pasti lelah."


"aku ingin beristirahat disini sama kamu Asyifa." ucap Arjuna semakin melangkah mendekati Asyifa.


"*maksud kamu apa Juna?."


"jangan pura-pura bodoh Asyifa, kamu pasti tahu apa maksud saya menemui kamu disini."


"jangan gila kamu Juna*."


Asyifa mencoba menutup pintu kamarnya, tapi sayang kekuatannya tak sebanding dengan Juna.


"jangan macam-macam kamu Juna, sadarlah ini tidak benar."


tanpa menghiraukan ucapan Asyifa Arjuna langsung menarik Asyifa keatas tempat tidur.


dan merobek baju tidur yang Asyifa kenakan.


Asyifa mencoba berontak tapi semakin dia berontak semakin brutal juga perlakuan Arjuna terhadapnya.


akhirnya hal yang tak diinginkanpun terjadi.


setelah berjam-jam permainan itupun akhirnya selesai juga, Asyifa hanya menangis meratapi nasibnya, sedangkan Arjuna telah tertidur pulas.


"ya Tuhan, kenap ini terjadi padaku, apa salahku, kenapa penderitaan ini tak pernah berakhir."


Asyifa hanya bisa menangis di pinggir tempat tidur, dengan langkah gontai dan rasa nyeri di bagian kewanitaannya Asyifa berjalan menuju kamar mandi.


seakan jiji dengan dirinya sendiri Asyifa menggosok tubuhnya dengan kasar hingga menimbulkan ruam merah di tubuhnya.


setelah selesai Asyifapun kembali kedalam kamar.


"lihatlah laki-laki bajingan itu, setelah dia puas memperkosa ku, dia pergi begitu saja, BERENGSEK kamu Juna, aku membenci kamu."

__ADS_1


...----------------...


pagipun menjelang, Asyifa terbangun dari tidurnya, dia melihat sekeliling kamarnya yang masih berantakan.


dengan malas Syifa melangkah menuju kamar mandi.


setelah selesai dia langsung membereskan kamarnya yang berantakan dan pergi menuju dapur.


baru saja kakinya melangkah meninggalkan kamar, suara berat khas laki-laki mengagetkannya.


"baru bangun tuan putri, aku kira kamu tak akan bangun.


***tiba-tiba...


plllaaak..


tamparan keras mendarat mulus tepat di pipi Arjuna***.


"dasar wanita gila, apa yang kamu lakukan hah." Arjuna berteriak sambil mencekik leher Asyifa.


"*lepaskan aku Juna, aku tak bisa nafas."


"ini hukuman buat kamu karena kamu berani menampar aku."


"ju-juna lepaskan a-aku*..."


arjunapun melepaskan cengkraman tangannya di leher Asyifa.


Asyifapun terbatuk karena menghirup udara dengan tergesa-gesa.


terlihat leher Asyifa memerah bekas cengkraman Arjuna.


"*kamu jahat Juna, apa yang sebenarnya kamu inginkan dariku Juna?."


"aku ingin melihat kamu menderita Asyifa."


"apa salah aku sama kamu Juna?."


"tanyakan kepada suamimu Salman, apa yang dia lakukan sehingga aku jadi seperti ini."


"apa maksud kamu Juna, aku tidak mengerti."


"hahahaha jangan pura-pura bodoh kamu Asyifa."


"aku tahu kamu mengetahuinya*."


***plllaaak...


Salman menampar pipi Asyifa dengan keras.


lalu pergi meninggalkan wanita itu begitu saja.

__ADS_1


🍂🍂🍂


Bersambung***...


__ADS_2