
🍂🍂🍂
semakin hari kelakuan Arjuna semakin menjadi-jadi.
dulu Arjuna adalah orang yang baik dan sopan.
tapi setelah kehilangan Marni dia menjadi laki-laki yang arogan dan jahat.
seperti saat ini..
Arjuna begitu menikmati pemandangan mengerikan dihadapannya.
Salman tergelatak tak berdaya dengan luka sayatan di seluruh tubuhnya.
tidak hanya itu Arjuna juga menyiram luka di tubuh Salman dengan alcohol, yang membuat Salman berteriak merasakan sakit dan perih di seluruh tubuhnya.
"bagaimana rasanya Salman? menakjubkan bukan?."
"tolong hentikan ini semua Arjuna, bunuh saja aku daripada kamu terus menyiksa ku seperti ini."
"hahahaha jangan harap aku akan melepaskan kamu Salman, aku akan terus menyiksa kamu dan aku tidak akan membiarkan kamu mati dengan mudah."
Arjuna berlalu begitu saja dari tempat penyiksaan itu.
dengan cepat dia melajukan mobilnya menuju tempat pemakaman umum.
Arjuna turun dari mobil dan melangkah menuju dua makam yang berdampingan.
laki-laki itu berjongkok di tengah-tengah makam itu.
"sayang, maafkan aku karena baru bisa berkunjung sekarang, maafkan aku sayang, jika saja dulu aku punya keberanian untuk melawan, mungkin kamu tidak akan berakhir seperti ini."
kemudian Arjuna mencium batu nisan yang bertuliskan nama Marni, laki-laki itu menangis menyesali perbuatannya yang dulu begitu penakut.
"kak Azam, Juna berjanji akan membuat Salman menderita di sisa hidupnya."
Arjuna tetap berada di tempat itu meski kini hujan lebat telah mengguyur bumi, tapi itu tidak membuat dia beranjak sedikitpun dari sana.
Arjuna terus saja duduk disamping makam Marni.
setelah puas meratapi kesedihannya, kini kakinya kembali melangkah menuju tempat pemakaman khusus untuk bayi.
"halo pangeran papah, apa kabar nak? maaf papah baru bisa berkunjung lagi kesini, bagaimana sayang apa kamu bisa melihat laki-laki bajingan itu menderita? papah janji akan terus membuat dia menderita secara perlahan, papah pulang dulu ya sayang, papah janji akan kembali lagi kesini, papah harus bisa mendapatkan Tante Mirna, dia adalah kembaran mamah kamu nak, doakan papah ya nak."
Arjuna pergi meninggalkan tempat pemakaman itu.
di perjalanan dia teringat bahwa sebentar lagi dia harus mempersembahkan korban untuk tuan Mahesa.
dengan kecepatan di atas rata-rata Arjuna segera melajukan mobilnya menuju rumah tempat tinggal dia kini."
setelah kejadian waktu itu dia berhenti menjadi seorang dokter, kini Arjuna telah melanjutkan perjanjian yang telah turun-temurun keluarganya anut.
setelah sampai dia langsung mendatangi kamar di belakang.
__ADS_1
di kamar itu terlihat seorang gadis tengah terikat di ranjang.
Arjuna melangkah mendekati ranjang, dia langsung membuka penutup mulut gadis itu
"apa kamu sudah siap?."
"tolong tuan lepaskan saya."
"kamu tidak akan saya lepaskan, karena besok malam kamu akan saya persembahkan untuk tuan Mahesa, persiapkan diri kamu."
"tolong tuan, jangan lakukan itu tuan, apa salah saya."
"diam, besok pagi akan ada orang yang akan membantu kamu mempersiapkan diri, jadi jangan menangis lagi mengerti."
Arjuna kembali membekap mulut gadis itu, dia langsung pergi dari kamar itu dan segera menemui Asyifa yang dia kurung di gudang.
Arjuna langsung menggusur Asyifa keluar kamar dan menyeretnya ke arah belakang rumah, dimana tempat pemujaan itu berada.
tak dia hiraukan teriakan Asyifa yang meminta untuk di lepaskan.
"lepaskan aku Arjuna, apa yang akan kamu lakukan kepadaku."
"kamu akan tahu sebentar lagi Syifa."
Arjuna terus saja menyerat tubuh Asyifa memasuki tempat pribadinya itu.
mata Asyifa terbelalak melihat benda-benda aneh dan altar tempat untuk melakukan ritual pemujaan.
"kamu akan aku jadikan sebagai pengikut tuan Mahesa, aku akan membuat kamu menuruti semua perintah ku."
"kamu gila Juna, kamu benar-benar sudah gila, sadarlah Juna ini semua salah."
"diam, mau atau tidak kamu harus menjadi pengikut tuan Mahesa."
"aku tidak mau, lebih baik aku mati dari pada menjadi sesat seperti kamu Juna."
plaak..
tamparan keras mendarat di pipi Asyifa.
kemudian Arjuna membuka penutup tempat dimana bahubali di berada
Asyifa kembali dibuat terkejut dengan apa yang kini dia lihat.
tubuhnya seakan membeku ditempat.
"kemarilah Asyifa jangan buat aku untuk memaksa kamu."
"tidak Juna, aku tidak mau, lebih baik kamu bunuh saja aku, aku tidak Sudi bersekutu dengan iblis seperti kalian."
"kamu sudah membuat kesabaran ku habis Asyifa."
dengan langkah lebar Arjuna mendekati Asyifa.
__ADS_1
Asyifa yang ketakutan mencoba untuk berlari namun sayang Arjuna lebih dulu menarik pergelangan tangan Asyifa dan menyeretnya masuk kedalam kurungan tempat bahubali berada.
"lakukan tugasmu bahubali."
"akan aku lakukan dengan baik."
arjunapun pergi meninggalkan Asyifa yang menangis ketakutan.
bahubali yang melihat Asyifa langsung mendekatinya.
"kenapa kamu masih takut padaku Syifa? bukankah kita pernah tidur bersama."
"apa maksud kamu iblis, aku tidak akan pernah Sudi tidur bersama dengan kamu, kamu adalah mahluk yang sangat menjijikan yang pernah aku temui."
"hahaha besar juga nyali kamu wahai manusia."
bruuuk...
tubuh Asyifa terlempar kebelakang akibat dorongan dari bahubali, kepala Asyifa terbentur yang membuat pandanganya menjadi sedikit kabur.
"bagaimana dengan wujudku yang sekarang Asyifa, apa kamu sudah tidak jijik lagi padaku hahaha."
"jadi malam itu kamu yang sudah...."
"ya aku yang sudah memperkosa kamu."
ntah apa yang terjadi karena Asyifa pingsan setelah mengetahui kenyataan yang begitu membuatnya syok
pagi harinya, Asyifa terbangun dalam keadaan linglung, dia hanya diam di pojokan dengan tatapan kosong.
"apa semuanya berjalan dengan lancar bahubali?."
"ya semuanya sesuai dengan rencana."
"bagus bahubali, dan kamu Asyifa segera ikut saya untuk mempersiapkan semuanya."
Asyifa hanya mengangguk dan mengikuti langkah Arjuna.
di sebuah kamar sudah terdapat berbagai macam benda yang akan di butuhkan untuk merias pengantin.
"Asyifa kamu ubah kamar ini menjadi kamar pengantin setelah selesai temui saya di kamar pribadi saya mengerti."
"baik tuan."
setelah kepergian Arjuna, Asyifa langsung melakukan pekerjaan yang telah ditugaskan oleh arjuan.
ntah apa yang dilakukan oleh bahubali sehingga membuat Asyifa tak sadar dengan apa yang dia lakukan..
🍂🍂🍂
...----------------...
bersambung...
__ADS_1