
Salman yang mengingat kejadia saat awal pertama mereka bertemu hingga akhirnya Marni harus meregang nyawa ditangannya.
penyesalan Salman kini sudah tak berarti lagi.
Marni dan anaknya telah tiada ditangannya sendiri.
"bodoh, harusnya aku tak melakukan itu, harusnya aku membiarkan Marni melahirkan dan membesarkan anakku, maafkan aku sayang, harusnya aku tak melakukan itu, mungkin sekarang kita sudah bahagia bersama anak kita."
Salman yang merasa frustasi dengan semua yang dia alami pergi menuju BAR.
disana dia melampiaskan kesedihan dan penyesalannya dengan mabuk-mabukan.
tanpa salaman sadari, sepasang mata tengah memperhatikannya sejak awal dia masuk kedalam BAR tersebut.
dirasa Salman telah mabuk berat orang itu mendekatinya, dia membopong tubuh Salman menuju mobilnya, dan segera melajukan kendaraannya menuju suatu tempat.
pagi harinya..
Salman terbangun dengan keadaan terikat disebuah ruangan yang asing baginya.
pintu tiba-tiba terbuka dari luar dan memperlihatkan seorang laki-laki tampan dan gagah berjalan mendekati Salman.
"ternyata kamu sudah sadar kawan."
"kamu... kenapa kamu membawa saya kesini BERENGSEK."
"apa aku harus memberi tahumu?."
"BERENGSEK, cepat lepaskan saya."
"tenang saja Salman aku akan melepaskan kamu setelah aku membalas penderitaan wanitaku."
"dengar BERENGSEK sampai kapanpun kamu Takan bisa memiliki Asyifa."
"hahahaha bodoh, apa kamu masih berfikir jika aku masih mencintai Asyifa?."
"memang siapa lagi jika bukan Asyifa hah?, bukannya dulu kamu begitu mencintainya Juna."
"ya memang benar dulu aku begitu mencintainya, tapi itu dulu sebelum aku tahu jika Asyifa lebih memilih menikahi peria BERENGSEK seperti kamu."
Buuugggh..
satu pukulan keras tepat mengenai rahang Salman.
Salman yang memang terikat tidak bisa menghindar apalagi melawan tersungkur begitu saja.
"itu untuk penghianatan mu dan ini....."
belum sempat Juna kembali memukul Salman, handphonenya bergetar menandakan ada yang menghubunginya.
"kita belum selesai Salman." Arjunapun berlalu pergi meninggalkan Salman dan kembali mengunci ruangan tersebut.
"ya kena Syifa?."
.........
"baiklah aku akan kembali kesana, kamu tunggu saja disitu."
Juna segera meninggalkan tempat tersebut dan pergi menuju tempat Diaman Asyifa berada.
sesampainya dirumah rahasianya, Juna segera mencari keberadaan Asyifa.
setelah sekian lama mencari, Juna menemukan Asyifa tengah ketakutan didalam lemari baju dikamar yang ditempati Mirna sebelum Mirna menghilang.
"hey Syifa kamu kenapa?."
"Juna tolong aku, ada hantu anak kecil disini, dia begitu menyeramkan aku takut."
"hantu?, Syifa kamu pasti hanya berhalusinasi saja, disini tak ada hantu."
"tapi Juna, aku benar-benar melihatnya, anak itu seperti ingin membunuhku."
"sudah tenanglah tak apa-apa, ayo keluar dari lemari, ada aku disini sekarang."
mereka berdua pun keluar dari kamar Mirna.
__ADS_1
setelah melihat Asyifa tenang Arjuna menanyakan apa yang sebenarnya terjadi kepada Asyifa..
"tadi sewaktu kamu pergi, aku berkeliling melihat-lihat rumah kamu, tapi saat aku keluar rumah lewat pintu belakang, aku melihat gadis kecil sedang berjongkok mengambil bunga di belakang rumah ini."
"lalu...?."
"ya aku penasaran dong, masa ada anak kecil di sini, sedangkan rumah ini jauh kemanapun."
Arjuna hanya diam dia memberikan kesempatan Syifa untuk terus bercerita.
"aku mencoba mendekatinya, saat sudah dekat anak itu membalikan badanya, mata anak itu bolong, gak ada bola matanya, dari mulutnya juga keluar darah kental yang mulai menghitam lalu anak setan itu berteriak dan mengejar ku, aku takut Juna."
"tak apa Syifa,mungkin itu efek dari kamu yang kesepian, apa kamu mau kembali ke kota?."
"tidak Juna, aku tidak sedang berhalusinasi dan aku belum mau kembali ke kota, aku masih ingin disini."
"baiklah, sekarang kamu istirahat saja dulu, aku akan kembali mencari Mirna, kamu tenag saja disini tak ada apa-apa."
"baiklah, terima kasih ya Juna, kamu sudah membantuku sampai sejauh ini."
"tak apa, bukankah kita sahabat, sudah seharusnya aku membantu kamu."
Asyifa hanya tersenyum menanggapi ucapan Juna, dalam hatinya Asyifa merasa menyesal telah mengabaikannya dahulu.
"hey, kenapa melamun, sudah Sana istirahat."
arjunapun berlalu pergi dari kamar Asyifa.
dilain tempat...
Mirna kini sedang membantu nek Marsih diladangnya.
warga disini memang mayoritasnya adalah bertani.
saat istirahat makan siang nek Dasih menceritakan kisah kelam dirumah megah itu.
"dahulu dirumah itu terdapat satu keluarga yang kami anggap sebagai orang yang sangat baik, tapi ternyata kebaikan mereka hanya kedok semata..."
flashback on...
anak buah juragan Broto menyeret tubuh wanita tersebut dan membawanya kedalam gudang milik juragan kaya raya itu.
Bruuuk..
tubuh wanita tersebut disorong dengan kuat oleh anak buah juragan Broto.
"berani kamu menguping pembicaraan ku hah, sejauh mana kamu mengetahui rahasiaku?."
"maaf juragan, saya tidak tau apa-apa, saya tidak mendengar pembicaraan juragan, saya hanya lewat ruangan juragan saja, maafkan saya tuan.
"bohong, kamu pasti mendengar semuanya, jika tidak kenapa kamu berlari ketakutan hah?."
juragan Broto menyuruh anak buahnya untuk keluar dari gudang tersebut.
mereka hanya mengangguk dan segera pergi dari sana.
tanpa disangka juragan Broto memperkosa wanita itu.
setelah puas menikmati tubuh wanita itu yang ternyata masih perawan, juragan Broto menyeret tubuh wanita itu hingga sampai disalasatu ruangan.
saat memasuki ruangan itu mata wanita itu terbelalak lebar pasalnya adik bungsunya tengah terbaring tak sadarkan diri.
diruangan itu terdapat banyak benda-benda aneh.
"juragan, tolong jangan korbankan adik saya juragan."
"hahahaha sudah saya duga jika kamu memang mengetahui tentang pesugihan ini."
"tolong juragan lepaskan adik saya, saya berjanji tidak akan mengatakan kepada siapapun tentang hal ini juragan."
"hahaha aku tidak bodoh Marsih, kamu akan melihat bagaimana saya menumbalkan anak itu."
rambut Marsih ditarik paksa oleh juragan Broto,
wanita itu meronta-ronta mencoba melawan, tapi sayang kekuatannya tak sebanding dengan laki-laki bejat tersebut.
__ADS_1
Marsih di ikat dia dibiarkan melihat proses pesugihan itu.
juragan Broto dengan begitu sadisnya menggorok leher adik dari Marsih, lalu menampung darahnya dan menyiramkannya di depan sebuah batu.
lalu mencongkel kedua mata anak itu dan memasukannya kedalam wadah juragan Broto juga membelah bagian dada gadis kecil itu, dan mengeluarkan jantung dan juga hati anak malang itu.
dan memberikannya kepada mahluk mengerikan yang ada didalam kurungan yang awalnya tertutup oleh tirai, entah apa namanya mahluk itu.
Marsih yang menyaksikan kejadian itu hanya bisa menangis dan berteriak kepada sang juragan yang dia anggap baik itu.
"sekarang giliran kamu Marsih, kamu akan saya bunuh, karena telah mengetahui kejahatan saya hahahaha."
sebelum kepala Marsih ditebas oleh juragan Broto, seseorang telah mendobrak pintu tersebut.
"hentikan Broto, kami semua sudah tahu kebusukan kamu, kamu Adalah dalang dibalik menghilangkannya anak-anak di desa ini."
"hahahaha lalu apa yang akan kamu lakukan, kamu tidak akan bisa membunuhku, bahkan seluruh warga desa pun Takan bisa melukaiku."
lelaki itupun berkelahi dengan juragan Broto, ntah bagaimana caranya juragan Broto seakan tak bisa mati, meski beberapa kali sabetan parang dilayangkan oleh laki-laki tersebut tetap tak bisa membuat juragan Broto tumbang, bahkan terlukapun tidak, seakan juragan Broto kebal akan senjata.
"hahahaha percuma saja kamu melawan saya, kamu Takan bisa membunuh saya."
tiba-tiba tubuh juragan Broto oleng, dari mulutnya mengeluarkan darah segar.
"tapi aku bisa membunuh kamu." seorang wanita misterius berucap sambil memegang pisau yang sangat tajam.
"siapa kamu, bagaimana kamu bisa masuk kedalam kurungan tersebut"
"kamu bertanya siapa aku? apa kamu masih ingat seorang janda yang memiliki anak satu-satunya, dan anak itu telah kamu korbankan, dan juga kamu menyuruh anak buahmu untuk membunuh ku. aku masih hidup Broto, dan aku akan membalas dendam atas kematian anak ku yang telah kamu tumbalkan, dan mudah saja bagiku untuk masuk kedalam sini."
"melati, jadi ka-kamu masih hi-hidup."
"ya Broto, aku masih hidup."
permpuan yang bernama melati itupun menancapkan pisau yang dia pegangnya berkali-kali kearah perut dan dada mahluk misterius itu.
anehnya juragan Brotopun merasakan sakit dan juga terluka parah diarea dada dan perutnya.
"setelah kematian akupun, warga desa tak akan hidup dengan tenang, anak dan cucuku akan meneruskan pesugihan ini dan membalas kematian ku terhadap warga desa ini."
hingga akhirnya juragan Broto tewas dengan luka tusukan yang membuat perut dan dadanya terluka parah, dan meninggalkan bekas tusukan yang menganga lebar.
ternyata wanita yang selama ini mereka anggap orang gila itu adalah wanita waras yang merencanakan aksi balas dendam terhadap juragan Broto.
laki-laki itu menyeret tubuh juragan Broto keluar dari gudang itu.
ternyata diluar sudah banyak warga yang menunggu.
"bapak-bapak ibu-ibu, tolong segera cari anak dan istri juragan Broto, bunuh mereka semua, jika tidak malapetaka akan terus mengintai desa kita."
para warga yang geram langsung mencari anggota keluarga yang tersisa.
sayang mereka kehilangan salasatu istri dari juragan Broto.
merasa semuanya akan baik-baik saja merekapun langsung membakar anggota keluarga juragan Broto secara hidup-hidup didalam gudang tempat pesugihan itu, tanpa terkecuali jasad juragan Broto.
setelah bertahun-tahun kehidupan mereka kembali normal, hingga suatu saat datang seorang pemuda yang katanya akan membeli dan merenovasi rumah peninggalan keluarga Broto itu.
tanpa mereka sadari pemuda itu adalah anak dari Broto dari istri yang berhasil kabur itu.
hingga korban kembali berjatuhan.
tapi anak dari Broto tewas ditangan istrinya sendiri.
Nyonya Sasongko tak terima jika suaminya berselingkuh dan akan menikah lagi.
setelah membunuh suaminya nyonya sasongko juga bunuh diri.
flashback off...
"itulah kisah kelam dari rumah mewah itu nak, nenek hanya takut jika orang yang kini menempati rumah itu adalah keturunan Broto, perjanjian Broto dengan iblis pasti akan berlanjut sampai kapanpun, selama keturunan itu masih hidup, karena dulu beredar gosip jika selingkuhan Sasongko tengah hamil muda, nenek hanya takut jika laki-laki yang kamu ceritakn Adah keturunan penjahat itu nak." jelas nek marsih.
🍂🍂🍂
Bersambung.....
__ADS_1